jurnalistik.co.id – LONDON — Linda Noskova menutup Wimbledon 2026 dengan kemenangan dramatis di final sesama petenis Ceko, mengalahkan Karolina Muchova untuk meraih gelar Grand Slam pertamanya.
Final All-Czech itu memperlihatkan dua wajah Noskova: sempat tampil terlalu nyaman, lalu goyah saat peluang gelar tampak berada dalam genggaman Muchova, sebelum akhirnya ia kembali menemukan ritme dan memastikan kemenangan.
Noskova sempat berada di jalur yang terlihat mulus. Ia memimpin 6-2 pada set pertama dan unggul 5-2 di set berikutnya, dengan jarak kunci yang tinggal beberapa game lagi.
Namun, situasi berbalik ketika Muchova memenangkan lima game beruntun. Ia memaksa pertandingan masuk ke penentuan setelah Noskova runtuh pada momen-momen penutup set kedua, hingga skor berakhir 6-2, 5-7.
Di set penentuan, Noskova menunjukkan kemampuan untuk “meng-reset” mental. Ia menutup laga dengan kemenangan 6-2, 5-7, 6-3, setelah sebelumnya kehilangan peluang besar dan sempat tertekan oleh momentum lawan.
“It feels incredible. Physically and mentally it has been tough – it is never easy to get the last point,” kata Noskova.
Ia juga berbicara langsung kepada Muchova, menekankan betapa sulitnya pertandingan tersebut untuk kedua belah pihak: “You made it so tough for me. I’m glad I played my first major final with you and I think we made history today.”
Kemenangan Noskova tak hanya tercermin dari angka, tetapi juga dari cara ia menyelesaikan momen krusial. Ketika kembali mendapat kesempatan pada servis untuk merebut gelar, ia mampu mengakhiri duel dengan pukulan yang menentukan.
“Serving for the title again an hour after her first attempt, Noskova hit an ace to set up a sixth championship point and converted it with a service winner,” demikian jalur penutup yang menegaskan ketenangannya setelah sempat kehilangan kendali di set kedua.
Begitu poin terakhir tercapai, Noskova langsung jatuh ke lapangan karena luapan lega. Muchova, yang berusia 29 tahun, berjalan melewati sisi net untuk memberi selamat kepada Paris 2024 Olympics doubles partner-nya.
Muchova pun merespons dengan candaan khas: “It’s really tough to find any words, but I’ll start with Linda – my ex-friend.” Ia menambahkan, “The way you handled it and the way you played was unbelievable. You deserve it.”
Di tengah tekanan yang menguras tenaga, penampilan Noskova sempat terasa menyakitkan untuk ditonton pada fase kedua. Penonton Centre Court yang berjumlah 15.000 orang menyaksikan bagaimana momentum sempat berpindah tangan sebelum akhirnya kembali kepada Noskova.
Berita Terkait
Meski berada dalam situasi sulit, Noskova tetap menjaga fokus. Ia bahkan sempat bersembunyi di bawah handuk pada akhir set kedua, lalu melakukan hal serupa pada momen-momen setelah memastikan kemenangan yang menegangkan.
Bagi Noskova, gelar ini juga punya konteks historis di Wimbledon. Ia menjadi petenis Ceko kesembilan yang disebut dalam perputaran momen besar turnamen, sekaligus melengkapi catatan bahwa ia merupakan juara Ceko ketiga dalam empat tahun terakhir di All England Club, setelah Marketa Vondrousova pada 2023 dan Barbora Krejcikova pada 2024.
Proses penghargaan Noskova turut disaksikan Martina Navratilova, petenis kelahiran Ceko yang telah mengoleksi sembilan gelar tunggal, serta salah satu idolanya, Petra Kvitova yang pernah menjuarai Wimbledon pada 2011 dan 2014.
Selain mengangkat Venus Rosewater Dish, Noskova juga menerima hadiah uang sebesar ÂŁ3.6m. Kemenangannya membawa ia naik ke peringkat tertinggi karier baru, yakni peringkat ketujuh dunia.
Gelar ini datang setelah perjalanan yang panjang menuju konsistensi di level Grand Slam. Noskova pernah diprediksi sebagai bintang masa depan, dengan catatan menjadi pemain termuda yang masuk peringkat top 100 pada 2022, serta menembus perempat final Australian Open 2024.
Meski melakukan lari yang berkelanjutan di turnamen mayor sebelumnya tidak selalu terjadi, pencapaian Noskova di Wimbledon tahun lalu—mencapai babak keempat—membuatnya merasa lebih nyaman ketika kembali ke rumput musim ini, seperti yang ia sebut: “comfy”.
Sebelum final, Noskova menyiapkan langkahnya dengan menjuarai gelar Berlin pada bulan sebelumnya. Dalam pidato saat menerima trofi di Centre Court, ia mengakui bahwa Wimbledon memiliki tantangan yang sulit baik secara fisik maupun emosional.
Di lapangan, perjuangan itu terlihat lebih awal. Noskova harus bangkit dari posisi match point down saat menghadapi Sorana Cirstea pada putaran ketiga. Ia hanya menjadi pemain ketiga dalam sejarah Wimbledon putri—setelah Venus Williams (2005) dan Serena Williams (2009)—yang mampu memenangkan gelar dari situasi match point down.
Dalam momen perayaan setelah kemenangan, Noskova juga menyampaikan penghormatan kepada keluarganya. Ia menyebut ibunya, Ivana, yang meninggal pada malam menjelang Wimbledon dua tahun lalu, serta mengutarakan rasa terima kasih kepada ayahnya dan seluruh dukungan keluarga.
“I want to thank my dad for coming here, for my family flying here – I know you don’t like flying so I appreciate it,” katanya sambil menahan emosi.
Ia kemudian menambahkan, “There is one more person I’d like to thank. I’d like to thank my mum. I wouldn’t be here without her.”
Setelah itu, Noskova mengirim ciuman ke arah langit ketika penonton Centre Court memberinya standing ovation.












