Hukum & Kriminal

Bulgaria Selidiki Kebakaran di Gudang Amunisi Senjata, Pemilik Sebut Sabotase

×

Bulgaria Selidiki Kebakaran di Gudang Amunisi Senjata, Pemilik Sebut Sabotase

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bulgaria investigates fire at weapons site that owner calls sabotage

jurnalistik.co.id – Pemerintah Bulgaria tengah menyelidiki kebakaran yang terjadi semalam di fasilitas penyimpanan amunisi milik perusahaan pertahanan swasta. Insiden itu memicu serangkaian ledakan, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menurut Menteri Dalam Negeri Ivan Demerdzhiev, otoritas belum menutup kemungkinan adanya gangguan dari pihak luar. Pernyataan itu muncul di tengah upaya pemastian penyebab insiden di wilayah Bulgaria tengah.

Perusahaan EMCO menyatakan bahwa kebakaran di lokasi mereka merupakan tindakan sabotase. Dalam keterangan yang disampaikan, EMCO menegaskan bahwa kesalahan manusia “sepenuhnya dikesampingkan”, meski mereka tidak menyebutkan siapa yang mungkin bertanggung jawab.

Serangkaian ledakan yang menyertai kebakaran membuat kejadian ini menjadi perhatian serius, terlebih karena EMCO dikenal terkait suplai senjata yang digunakan oleh Ukraina dalam menghadapi pasukan Rusia. Dengan demikian, penyelidikan penyebab kebakaran bukan hanya menyangkut aspek keselamatan fasilitas, tetapi juga beririsan dengan dinamika keamanan di kawasan.

Lokasi kejadian dan status penggunaan fasilitas

Insiden kali ini terjadi di fasilitas penyimpanan yang terbakar dekat desa Gorni Varpishta, sekitar 170 km di sebelah timur Sofia. EMCO menyebut bahwa fasilitas tersebut tidak digunakan selama berbulan-bulan sebelum kebakaran terjadi.

Dalam upaya menunjukkan kesiapan prosedural, EMCO mengatakan lokasi itu telah diperiksa sekitar 20 hari sebelum insiden berlangsung, dan pada saat inspeksi dinyatakan memenuhi kepatuhan penuh terhadap seluruh regulasi yang berlaku. Meski begitu, kebakaran tetap terjadi dan kemudian menimbulkan ledakan.

Rangkaian kejadian serupa yang disebut EMCO

EMCO menyampaikan bahwa kebakaran yang dialami kali ini bukan peristiwa pertama. Perusahaan menyinggung adanya kejadian-kejadian sejenis pada perusahaan pertahanan Bulgaria sejak 2011, dan menilai insiden terbaru sebagai “tidak terkecuali” dari rangkaian tindakan sabotase terhadap industri pertahanan negara tersebut.

Dalam pernyataan mereka, EMCO juga menekankan posisi Bulgaria sebagai negara anggota Uni Eropa dan NATO yang paling terdampak keras oleh tindakan seperti ini. Karena itu, perusahaan mendorong Bulgaria untuk bergabung dalam upaya kolektif guna mencegah sekaligus menetralkan serangan-serangan tersebut.

Insiden terbaru ini juga hadir setelah kebakaran dan ledakan di gudang amunisi EMCO lainnya yang terjadi bulan lalu di area yang sama. Pola berulang inilah yang membuat otoritas semakin berhati-hati dalam merumuskan dugaan dan memastikan apakah ada kaitan di antara kejadian-kejadian tersebut.

Keterkaitan dengan figur Emilian Gebrev

EMCO dijalankan oleh dealer senjata asal Bulgaria, Emilian Gebrev. Di pihak penegak hukum Bulgaria, Gebrev disebut sudah menjadi target upaya dari agen-agen Rusia. Salah satu kasus yang disinggung adalah upaya peracunan pada 2015 terhadap Gebrev, putranya, dan satu karyawan perusahaan lainnya.

Dalam perkara tersebut, tiga warga negara Rusia kemudian didakwa secara in absentia atas upaya pembunuhan. Penyebutan riwayat itu mempertegas bahwa isu sabotase dan serangan terhadap entitas pertahanan Bulgaria telah menjadi perhatian dalam proses penegakan hukum.

Di konteks yang lebih luas, Bulgaria merupakan pemasok senjata penting bagi Ukraina saat negara tersebut terus berupaya menahan serangan Rusia yang dimulai sejak 2022. Kendati pemerintah Sofia belakangan menghentikan pasokan senjata milik negara ke Ukraina, perusahaan pertahanan swasta di Bulgaria tetap melanjutkan transfer.

Dugaan pergeseran kampanye sabotase di Eropa

Di luar peristiwa Bulgaria, sejumlah negara di Eropa juga melaporkan insiden-insiden yang dinilai mencurigakan terkait fasilitas pertahanan. Bulgaria menjadi salah satu titik yang kini dievaluasi, sementara pola serupa disebut muncul dari berbagai wilayah.

Rusia dinilai tampak meningkatkan kampanye sabotase lintas Eropa. Sebagai contoh, Jerman menyatakan bahwa Rusia bertanggung jawab atas serangan drone pada bulan Agustus di Leipzig, tepat di bandara setempat. Klaim itu dibantah oleh Moskow, yang menyebutnya “absurd”.

Sementara itu, ada pula laporan kebakaran yang dianggap janggal di fasilitas pertahanan dari Italia hingga Estonia. Sejumlah negara yang terkena dampak mengaitkan insiden tersebut dengan Rusia, meski setiap kasus tetap memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses investigasi masing-masing.

Dengan kebakaran EMCO yang kini tengah diselidiki, otoritas Bulgaria diharapkan dapat memadukan hasil pemeriksaan teknis dan penelusuran kemungkinan serangan dari luar. Langkah itu dilakukan agar penyebab kejadian dapat dipastikan secara menyeluruh, termasuk untuk menjawab klaim EMCO bahwa sabotase adalah penjelasan yang paling sesuai, serta menimbang pernyataan Menteri Ivan Demerdzhiev yang membuka ruang bagi kemungkinan gangguan eksternal.

Hingga laporan berikutnya, publik di Bulgaria menunggu perkembangan penyelidikan yang diharapkan memberi jawaban atas pertanyaan kunci: apa yang sebenarnya memicu kebakaran, bagaimana serangkaian ledakan terjadi, dan apakah insiden ini terhubung dengan rangkaian kejadian sebelumnya di lingkungan perusahaan yang sama.