jurnalistik.co.id – Seorang narapidana yang sempat melarikan diri di Irlandia Utara akhirnya menjalani proses hukum di Republik Irlandia. Pada persidangan khusus di Letterkenny District Court, pengadilan mendengar rangkaian penangkapan serta dakwaan yang diajukan terhadap Gary Anderson.
Anderson berusia 29 tahun dan muncul di pengadilan pada Kamis setelah ia ditangkap di sebuah perkemahan dekat Buncrana. Ia dibawa oleh An Garda Síochána pada Rabu, menyusul statusnya yang selama ini menjalani pidana penjara seumur hidup.
Ia tengah menjalani vonis seumur hidup atas kasus pembunuhan Karol Kelly di Londonderry pada 2018. Dalam perjalanan perkara tersebut, pengadilan juga menilai tindakan Anderson yang sempat berada di luar pengawasan.
Pengadilan diberi penjelasan bahwa Anderson melarikan diri setelah memperoleh izin untuk menghadiri pemakaman ayahnya di Irlandia Utara. Peristiwa itu terjadi sepuluh hari sebelum penangkapannya, dan setelah masa absensi tersebut, ia akhirnya ditahan di wilayah Republik Irlandia.
Penangkapan di Fahan Marina dan dasar dakwaan
Sidang Kamis berfokus pada penangkapan dan dakwaan yang berkaitan dengan keberadaan Anderson di lokasi tertentu. Jaksa/penuntut menghadapkan Anderson pada tuduhan terkait kehadirannya di Fahan Marina caravan dan campsite pada 23 September.
Dalam keterangan di persidangan, disebutkan bahwa dakwaan tersebut terkait dengan fakta bahwa Anderson telah melarikan diri dari Maghaberry Prison. Perbuatan yang didakwakan dikaitkan dengan ketentuan Pasal 3(1) Criminal Law (Jurisdiction) Act 1976.
Detektif Det Jason Conroy menyampaikan rincian penangkapan selama persidangan berlangsung. Ia menjelaskan bahwa Anderson ditangkap sekitar pukul 13:44 waktu setempat pada Rabu di Fahan Marina campsite.
Menurut keterangan, saat penangkapan, Anderson diberi tahu alasan ia ditangkap. Namun ia tidak memberikan jawaban apa pun ketika informasi tersebut disampaikan.
Berita Terkait
Pada pukul 20:47 malam, Anderson kemudian didakwa, dan kepadanya diberikan salinan lembar dakwaan. Detektif juga menyatakan bahwa pada tahap itu Anderson kembali tidak memberikan respons apa pun.
Tidak ada permohonan jaminan, dan sidang ditunda
Garda Sgt Jim Collins menyampaikan bahwa pada waktu persidangan, pihak yang mewakili Anderson tidak mengajukan permohonan jaminan. Karena itu, perhatian pengadilan beralih pada permintaan agar terdakwa tetap ditahan sementara sambil menunggu langkah berikutnya.
Collins menjelaskan bahwa ia tengah mencari arahan dari Director of Public Prosecutions (DPP) dalam perkara ini. Ia juga mengungkapkan bahwa pihak penuntut berupaya agar Anderson ditahan (remanded) dalam tahanan.
Atas kondisi tersebut, Collins mengajukan permohonan penundaan perkara. Langkah ini dimaksudkan untuk memberi waktu agar arahan dari DPP dapat diperoleh sebelum keputusan lanjutan.
Permohonan penundaan kemudian diputus oleh hakim, yang memberi ruang bagi jadwal kemunculan berikutnya. Judge Emile Daly menunda penanganan perkara agar Anderson dapat hadir melalui videolink di Letterkenny District Court pada akhir bulan ini.
Dalam keterangan dari pihak pembela, disebutkan bahwa pengacara memahami hakim tidak dapat memerintahkan Anderson ditempatkan di penjara selain Castlerea Prison di County Roscommon. Meski demikian, pengacara meminta hakim menyampaikan rekomendasi penempatan penjara lain.
Pertimbangan yang dikemukakan oleh pihak pembela merujuk pada adanya “pihak lain yang terlibat”. Dengan kata lain, permintaan tersebut berangkat dari kebutuhan keamanan dan pertimbangan praktis dalam proses penahanan.
Dengan penundaan tersebut, Anderson saat ini menunggu tahap berikutnya yang akan dijalankan melalui mekanisme videolink. Sidang Kamis menempatkan fokus pada keberadaan terdakwa di Fahan Marina pada 23 September serta statusnya yang terkait pelarian dari Maghaberry Prison.












