jurnalistik.co.id – Graeme Dott, mantan juara dunia snooker, menjalani persidangan di High Court Glasgow terkait tuduhan pelecehan seksual terhadap dua anak. Ia berusia 49 tahun dan membantah seluruh dakwaan.
Sidang berlangsung di pengadilan tersebut dengan majelis dipimpin oleh Lord Harrower. Jaksa menilai, Dott melakukan perilaku “lewd and libidinous behaviour” terhadap seorang gadis dan seorang anak laki-laki dalam rentang waktu 1993 hingga 2010.
Menurut penuntutan, peristiwa itu disebut terjadi pada “various occasions” di sejumlah lokasi. Rangkaian kejadian dikaitkan dengan alamat di Glasgow bagian timur dan South Lanarkshire, serta disebut pula terjadi di dalam sebuah mobil.
Untuk tuduhan terhadap gadis, penuntut menguraikan klaim bahwa Dott meraba secara tidak pantas, meminta korban melepas pakaiannya, dan kemudian mempertontonkan alat kelamin. Jaksa juga menyampaikan bahwa kejadian itu berlangsung berulang, dengan rincian yang disampaikan melalui kesaksian saksi.
Kesaksian saksi untuk kasus gadis
Saksi perempuan yang kini berada di usia 40-an menyatakan bahwa insiden pertama terjadi ketika ia masih berumur sembilan atau 10 tahun. Ia mengaku pada saat itu berada di sebuah rumah di Glasgow bersama anak-anak lain, sebelum Dott masuk ke ruangan tempat mereka berada.
Saksi kemudian menceritakan bahwa ia sempat ingin turun ke lantai bawah. Dalam kesaksian, ia mengatakan Dott menawarkannya untuk naik dengan “piggy-back” atau “coaksey”, dan ia menyetujui tawaran tersebut.
Selanjutnya, saksi menjelaskan bahwa Dott membawanya menuruni tangga hingga sampai di bagian bawah dari pendaran. Ia menyebut ada jendela lorong yang menghadap ke jalan, lalu Dott berhenti dan mulai membelai bagian belakangnya dengan tangan.
Saksi merinci bahwa tindakan itu terjadi saat kedua kakinya melingkar di tubuh Dott. Ia kemudian menyatakan bahwa Dott diduga menyentuhnya melalui pakaian, dan durasinya “maybe a couple of minutes”.
Berita Terkait
Ketika jaksa Lindsey Dalziel menanyakan apakah saksi mengingat ada ucapan tertentu dari Dott, saksi menjawab bahwa ia hanya ingat hal itu terasa “odd” baginya. Ia menambahkan, “I think he said ‘does that feel nice’ or something. I cannot recall,” sebelum melanjutkan uraian kesaksiannya.
Saksi juga menceritakan adanya insiden lain di rumah yang sama. Ia menyebut Dott disebut bertanya apakah ia ingin bermain “guessing game”, lalu Dott kemudian mengarahkannya agar melepaskan celana. Dalam keterangannya, saksi mengatakan Dott mengangkat bagian atas pakaiannya dan mulai mencium “belly” (perut), disertai rangkaian sentuhan yang dinilai tidak pantas.
Tuduhan terpisah terhadap anak laki-laki dan sikap Dott
Selain tuduhan terhadap gadis, dakwaan lain diarahkan pada pelecehan terhadap seorang anak laki-laki. Dalam penuntutan, Dott disebut melakukan “sexual remarks”, kemudian masuk ke kamar mandi dan menonton anak tersebut saat mandi, sebelum akhirnya melakukan pelecehan.
Sepanjang persidangan, Dott menegaskan penolakannya. Ia disebut membantah seluruh tuduhan tersebut, meski jaksa mengaitkan rangkaian kejadian dengan sejumlah lokasi di Glasgow bagian timur, South Lanarkshire, serta sebuah mobil, dalam rentang waktu 1993 sampai 2010.
Dengan uraian kesaksian untuk kasus gadis yang menyinggung beberapa episode, persidangan yang dipimpin Lord Harrower masih berlanjut. Proses hukum di High Court Glasgow ini menjadi ruang untuk menguji kesesuaian antara klaim penuntut dan bantahan yang disampaikan Dott.
Dalam paparan penuntutan, jaksa menggambarkan bahwa dugaan perbuatan tersebut tidak berhenti pada satu insiden, melainkan terjadi dalam rentang waktu yang panjang, dari 1993 hingga 2010. Rentang itu disebut dihubungkan dengan beberapa lokasi, termasuk wilayah Glasgow bagian timur dan South Lanarkshire, serta satu episode yang dikaitkan dengan perjalanan menggunakan mobil.
Dari sisi lain, Dott tetap menyampaikan bantahan menyeluruh terhadap seluruh dakwaan yang diajukan. Di ruang sidang High Court Glasgow, sikap penolakan tersebut menjadi bagian dari pembahasan, sementara majelis yang dipimpin Lord Harrower menempatkan klaim penuntut dan uraian dari pihak yang dituduh dalam kerangka penilaian terhadap kesesuaian fakta yang disampaikan.
Lebih jauh, materi yang disampaikan penuntut juga menyinggung bentuk-bentuk perilaku yang dinilai tidak pantas, baik pada kasus gadis maupun pada anak laki-laki. Untuk kasus gadis, uraian meliputi serangkaian tindakan yang disebut berulang dan terjadi ketika korban masih berusia sekitar sembilan atau 10 tahun, sedangkan untuk anak laki-laki, dakwaan mengarah pada komentar seksual, aktivitas di kamar mandi, dan dugaan pelecehan setelahnya.












