jurnalistik.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo akan menjadwalkan pendataan Sensus Ekonomi 2026 untuk pejabat dan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Langkah ini disampaikan Kepala BPS Agus Sudibyo dalam pertemuan dengan Gubernur Gusnar Ismail di ruang kerja, Jumat (14/8/2026).
Dalam agenda tersebut, Agus Sudibyo didampingi tim sensus saat melakukan pendataan lanjutan kepada Gubernur Gusnar Ismail. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Sensus Ekonomi yang sedang berjalan di provinsi itu.
Agus menjelaskan bahwa pendataan terhadap gubernur termasuk ke dalam tahapan yang dirancang untuk memastikan proses sensus berlangsung lengkap. Tujuannya agar tidak ada penduduk yang terlewat serta seluruh informasi yang dikumpulkan tetap valid.
Menurut Agus, pendataan yang dilakukan pada kesempatan ini merupakan kelanjutan dari pendataan perdana yang sebelumnya dilakukan kepada gubernur. Pendataan pertama itu berlangsung pada 15 Juni 2026, dengan pertanyaan yang disebutnya lebih rinci dibanding tahap awal.
Agus juga menyoroti bahwa salah satu tantangan utama pelaksanaan sensus biasanya berkaitan dengan ketersediaan waktu saat bertemu responden. Ia menyatakan bahwa tantangan tersebut telah bisa diatasi selama proses pendataan berlangsung.
“Sampai hari ini tantangan bagi kami biasanya terkait dengan waktu bertemu dengan responden. Tapi sejauh ini kami bisa mengatasinya,” kata Agus.
Setelah menjawab kebutuhan pelaksanaan pada tahap yang telah berjalan, BPS kemudian mengarah pada pemetaan lanjutan bagi unsur pemerintah daerah. Agus menekankan bahwa setelah tanggal 17, proses akan dilakukan lebih terstruktur.
“Nah terkait dengan itu, setelah tanggal 17 ini mungkin kami akan memetakan satu-satu, terutama untuk teman-teman pejabat di lingkungan OPD Provinsi Gorontalo beserta teman-teman ASN,” lanjutnya.
Berita Terkait
Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa BPS mempersiapkan pendataan tidak hanya pada tingkat pimpinan, melainkan juga pada pejabat di perangkat daerah serta ASN. Pemetaan satu per satu dinilai penting untuk menjaga keteraturan pelaksanaan sensus.
Agus menyampaikan bahwa setelah 17 Agustus 2026, pihaknya akan memetakan pendataan pejabat dan ASN Pemprov Gorontalo dengan mekanisme menyurat kepada Sekretaris Daerah. Langkah komunikasi administratif ini ditujukan agar seluruh pihak dapat berpartisipasi aktif.
“Jadi harapannya sampai dengan tanggal 31 Agustus, sisa yang keluarga itu bisa kita datangi semuanya. Dan kita bisa 100 persen di tanggal 31 Agustus,” kata Agus. Pernyataan tersebut menegaskan target penuntasan hingga akhir periode yang ditetapkan.
Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS menargetkan pencapaian jumlah muatan yang mencakup usaha dan keluarga di Provinsi Gorontalo. Secara keseluruhan, target sensus ekonomi ditetapkan mencapai 535ribu muatan.
Hingga Jumat (14/8/2026), realisasi pendataan dilaporkan mencapai 101 persen dari target yang telah ditetapkan. Capaian ini menunjukkan bahwa tahapan yang dikerjakan pada periode berjalan telah melampaui angka rencana.
Selain capaian umum, Agus juga menyebutkan kondisi khusus untuk pendataan keluarga baru. Realisasi pada komponen ini berada pada kisaran sekitar 80 persen dan ditargetkan tuntas hingga 31 Agustus 2026.
Dengan pembagian tahapan pendataan, BPS menekankan bahwa proses pengumpulan data dilakukan secara bertahap sesuai pemetaan responden. Jadwal untuk pejabat dan ASN Pemprov Gorontalo direncanakan agar seluruh unsur terkait dapat terjangkau sesuai target waktu.
Pendataan lanjutan yang dilakukan bersama Gubernur Gusnar Ismail pada 14 Agustus 2026 memperlihatkan upaya BPS menjaga kelengkapan proses sensus. Mulai dari memastikan validitas informasi hingga penjadwalan pemetaan lanjutan setelah tanggal 17, rangkaian kegiatan ini ditujukan agar target akhir bisa dicapai tepat waktu.
Melalui tahapan yang mencakup komunikasi melalui Sekretaris Daerah serta kunjungan pendataan keluarga hingga 31 Agustus 2026, BPS Provinsi Gorontalo menargetkan partisipasi penuh dari pejabat dan ASN. Hal tersebut juga selaras dengan pernyataan Agus tentang harapan pencapaian 100 persen pada tanggal yang dimaksud.












