Hukum & Kriminal

Inkuiri Nottingham: Kematian korban serangan Valdo Calocane berpotensi dicegah

×

Inkuiri Nottingham: Kematian korban serangan Valdo Calocane berpotensi dicegah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Nottingham attacks victim's death potentially preventable, inquiry hears

jurnalistik.co.id – Sidang Inkuiri Nottingham kembali mendengar penilaian medis terkait penanganan darurat pada tragedi penusukan 13 Juni 2023. Dalam pembahasan yang disampaikan sebelum pernyataan penutup, pihak persidangan menyebut kematian salah satu korban dapat memiliki kemungkinan lebih besar untuk dicegah.

Keterangan yang dibacakan menyasar Barnaby Webber, seorang mahasiswa yang menjadi korban serangan tersebut. Menurut penilaian yang dipaparkan, kematian Webber dinilai “potentially preventable”.

Barnaby Webber tewas bersama Grace O’Malley-Kumar dan Ian Coates. Dalam penguraian yang disampaikan, ketiganya ditempatkan dalam kategori berbeda terkait tingkat kemungkinan bertahan hidup, dengan Webber berada di kelompok yang masih menyisakan ruang pencegahan.

Pengadilan mendengar bahwa “more rapid administration of blood products” dapat meningkatkan peluang Barnaby untuk tiba di rumah sakit dengan cukup detak jantung guna menjalani operasi. Pernyataan ini berangkat dari kebutuhan waktu dalam pemberian produk darah saat penanganan awal.

Penilaian tersebut juga menyebut peluang bertahan Webber “less than 50%” berdasarkan kondisi cedera yang ia alami. Cedera tersebut kemudian dikategorikan sebagai “potentially preventable” dalam kerangka penilaian para tenaga medis.

Sementara itu, Grace O’Malley-Kumar dan Ian Coates disebut tidak masuk dalam kategori yang sama. Keduanya dinilai “not preventable”, sehingga respons medis pada saat itu tidak dipandang memberikan ruang keselamatan yang setara seperti pada kasus Webber.

Panel profesional medis menilai respons penanganan darurat pada hari serangan untuk mengukur “survivability”. Dalam materi penilaian yang disampaikan kepada inkuiri, panel menegaskan kerja keras para petugas darurat yang merawat para korban selama proses penanganan di lokasi dan setelahnya.

Namun panel juga menyampaikan bahwa sekalipun produk darah diberikan lebih awal dan lebih cepat kepada Webber, berbagai langkah lain yang juga harus berlangsung secara cepat serta tepat tetap menjadi faktor penentu. Dengan kata lain, perbaikan pada satu aspek waktu pemberian darah tidak otomatis mengubah hasil akhir bila langkah-langkah lain tidak terjadi dengan urutan dan kecepatan yang diperlukan.

Ketika penilaian tersebut dibacakan oleh counsel inkuiri, Rachel Langdale KC, keluarga korban terlihat sangat terpukul hingga menangis. Di tengah pembacaan, Grace—dan ayahnya, Dr Sanjoy Kumar—meninggalkan ruang sidang.

Inkuiri Nottingham dimulai pada Februari dan sepanjang tiga bulan pertama menghadirkan lebih dari 100 saksi. Proses pemeriksaan melibatkan staf kepolisian dan aparat, praktisi layanan kesehatan jiwa, mantan teman sekamar Valdo Calocane, serta anggota keluarga baik dari pihak yang meninggal maupun para penyintas serangan.

Selama kesaksian, muncul sejumlah temuan yang dikaitkan dengan kesalahan dalam perawatan terhadap Calocane, interaksi sebelumnya Calocane dengan pihak kepolisian, serta kekurangan yang terjadi baik pada saat maupun setelah serangan. Materi yang dibuka dalam sidang membuat sejumlah aspek penanganan dan respons kelembagaan mendapat sorotan.

Valdo Calocane—yang pada 2020 didiagnosis menderita paranoid schizophrenia—diketahui juga mengalami proses peradilan pidana terkait serangan pada 13 Juni 2023. Selain menewaskan tiga korban, Calocane juga dilaporkan mengalami keterlibatan dalam serangan yang menyebabkan tiga orang lainnya mengalami cedera serius.

Saat ini, Calocane menjalani “indefinite hospital order” di fasilitas berkeamanan tinggi. Status tersebut dijalankan setelah ia mengaku bersalah terhadap tiga dakwaan pembunuhan karena kelalaian (manslaughter) dengan dasar diminished responsibility, serta terhadap tiga dakwaan percobaan pembunuhan (attempted murder).

Sidang kemudian memasuki tahap pembaruan atas bukti, termasuk perkembangan yang diterima sejak akhir fase kesaksian lisan pada awal tahun ini. Pada tahap ini, inkuiri akan melanjutkan dengan pernyataan penutup—yakni penyampaian lisan terakhir kepada ketua sidang.

Ketua sidang, hakim senior yang sudah pensiun, Deborah Taylor KC, pada kesempatan yang sama menyampaikan penilaian mengenai proses pengungkapan bukti. Taylor menyatakan “disappointing” bahwa selama masa jeda muncul bukti yang “ought to have been identified” dan tidak disampaikan lebih awal.

Taylor juga memberi arahan agar peserta inti menyampaikan koreksi atas kesalahan atau kelalaian. Batas waktu yang ditetapkan untuk perbaikan adalah paling lambat 31 Desember.