jurnalistik.co.id – Terdakwa dalam perkara pembunuhan tiga orang di Great Denham mengakui adanya pelanggaran terkait kepemilikan senjata api dan amunisi secara ilegal di Afrika Selatan. Pengakuan itu disampaikan dua bulan setelah istri dan dua putrinya ditemukan tewas di Inggris.
Dalam sidang yang berlangsung di Afrika Selatan, pria tersebut menyatakan pengakuan atas dakwaan senjata yang tidak sah. Kasus ini muncul setelah rangkaian peristiwa yang berujung pada penemuan tiga korban tewas di rumah mereka.
Nothabo Zandile Tshuma (42) bersama kedua putrinya, Natalie (15) dan Nala (lima), ditemukan meninggal dengan luka fatal di bagian kepala. Kejadian itu terjadi pada 7 Juli di Great Denham, dekat Bedford.
Ndodana Mkhanyisi Tshuma (45) kemudian ditangkap di Johannesburg setelah meninggalkan Inggris. Aparat Afrika Selatan menyampaikan bahwa ia ditemukan memiliki senjata dan amunisi yang dibeli di dalam negeri, menyusul pemeriksaan setelah keberadaannya diketahui.
Menurut informasi kepolisian setempat, Ndodana Mkhanyisi Tshuma menjalani proses hukum di hadapan majelis hakim setempat untuk pemeriksaan permohonan (plea hearing). Pada tahap itu, ia mengakui kepemilikan senjata api dan amunisi secara melawan hukum.
Pengakuan tersebut berarti dakwaan terkait senjata akan diproses sebagai bagian tersendiri dari perkara yang lebih luas. Di sisi lain, kasus pembunuhan terhadap keluarga korban tetap berada dalam jalur penuntutan yang terpisah.
Dakwaan pembunuhan dan rencana ekstradisi
Di Inggris, Crown Prosecution Service (CPS) telah memberi otorisasi terhadap tiga dakwaan pembunuhan terhadap Tshuma. Otorisasi itu menjadi dasar bagi proses hukum yang berjalan lintas negara, termasuk rencana pemeriksaan ekstradisi.
Ekstradisi dijadwalkan berlangsung di Afrika Selatan pada hari Kamis. Tahapan tersebut akan menentukan kelanjutan bagaimana terdakwa menghadapi dakwaan pembunuhan di yurisdiksi Inggris, setelah proses hukum di Afrika Selatan memasuki fase berikutnya.
Berita Terkait
Penyelenggaraan sidang ekstradisi juga terkait dengan status terdakwa sebagai warga negara Inggris. Ia merupakan warga negara Inggris dengan latar belakang keturunan Zimbabwe.
Dengan adanya pengakuan atas pelanggaran senjata, posisi hukumnya akan terbagi dalam dua alur proses. Salah satunya fokus pada dakwaan kepemilikan senjata api dan amunisi yang dinilai melanggar hukum setempat, sementara alur lainnya berkaitan dengan dakwaan pembunuhan terhadap tiga korban di Great Denham.
Jaksa di Inggris telah menetapkan bahwa dakwaan pembunuhan terhadap terdakwa mencakup tiga kasus. Sementara itu, otoritas Afrika Selatan menangani pemeriksaan pengakuan dan langkah prosedural terkait keberadaan terdakwa sebelum proses ekstradisi berlangsung.
Konsekuensi dari pengakuan atas senjata
Di luar proses pembunuhan, pengakuan atas kepemilikan ilegal senjata memberi konsekuensi hukum tersendiri. Putusan untuk pelanggaran senjata diperkirakan akan diputuskan pada tahap pemidanaan setelah rangkaian sidang berjalan.
Jadwal pemidanaan untuk perkara senjata disebut akan ditentukan kemudian. Dengan demikian, pengakuan dalam pemeriksaan permohonan menjadi langkah awal yang memengaruhi bagaimana dakwaan senjata akan diperlakukan sebelum fase berikutnya dalam proses pengadilan.
Dalam pengakuannya, terdakwa berhadapan dengan fakta yang disampaikan polisi bahwa ia membawa dan memiliki senjata serta amunisi. Informasi tersebut menjadi landasan bahwa kepemilikan yang dilakukan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.
Penanganan dua jalur—pelanggaran senjata di Afrika Selatan dan dakwaan pembunuhan di Inggris—menunjukkan bahwa perkara ini tidak hanya berhenti pada satu negara. Proses pidana yang melibatkan ekstradisi memperlihatkan bahwa penyelesaian atas kematian Nothabo Zandile Tshuma dan dua putrinya akan mengikuti prosedur lintas yurisdiksi.
Untuk keluarga korban, rangkaian pengadilan ini akan menjadi penentu kelanjutan. Sementara pengakuan terdakwa atas dakwaan senjata memunculkan proses lanjutan di Afrika Selatan, persidangan ekstradisi pada hari Kamis menjadi langkah penting menuju tahap dakwaan pembunuhan di Inggris.












