jurnalistik.co.id – Kepolisian mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan di area hutan di London barat daya telah teridentifikasi sebagai Joanne Sheen, perempuan dari Southampton yang telah dinyatakan hilang sejak 2019.
Joanne Sheen, 44 tahun, merupakan ibu dari tiga anak. Identifikasi ini dilakukan setelah temuan jasad muncul dalam konteks peristiwa kebakaran hutan di wilayah tersebut.
Menurut keterangan polisi, Joanne terakhir kali terlihat pada 5 Desember 2019. Saat itu, ia melakukan perjalanan dari Fareham menuju Southampton bersama seorang teman.
Kasus kehilangan tersebut kemudian menjadi perhatian pihak berwenang ketika informasi baru terkait temuan tulang muncul. Petugas Metropolitan Police dipanggil pada 12 Agustus setelah tulang-tulang ditemukan di dekat Padstow Walk, Feltham.
Temuan tersebut memicu serangkaian langkah penyelidikan. Para detektif sebelumnya telah meluncurkan penyelidikan yang dikaitkan dengan kemungkinan pembunuhan.
Setelah proses identifikasi terhadap sisa-sisa jasad selesai dilakukan, otoritas di Hampshire mengambil alih penanganan perkara. Perpindahan tanggung jawab ini terjadi setelah tersangka korban dinyatakan sebagai Joanne Sheen.
Dengan demikian, investigasi yang semula dikerjakan oleh Metropolitan Police kini berlanjut di bawah koordinasi Hampshire Police. Polisi menyampaikan bahwa lebih banyak detail akan dipublikasikan menyusul hasil identifikasi tersebut.
Hilangnya Joanne Sheen sejak Desember 2019 membuat keluarga dan pihak terkait menunggu kejelasan selama bertahun-tahun. Identifikasi terbaru menjadi titik penting yang menghubungkan temuan di lapangan dengan kasus yang telah berjalan.
Proses penyelidikan juga tetap mempertimbangkan rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi penemuan jenazah. Kebakaran hutan yang terjadi di wilayah selatan-barat London disebut menjadi konteks ditemukannya sisa jasad.
Berita Terkait
Langkah penanganan kasus ke depan akan mengikuti perkembangan yang ditentukan aparat. Polisi juga menegaskan bahwa penyelidikan tidak berhenti pada tahap identifikasi, melainkan berlanjut sesuai kewenangan penyidik yang kini menangani.
Dalam kasus seperti ini, identifikasi korban biasanya menjadi dasar untuk menegaskan tahapan berikutnya, termasuk pemeriksaan bukti dan penelusuran kronologi sejak terakhir kali korban terlihat. Dengan Joanne Sheen kini dipastikan sebagai korban yang ditemukan, pihak berwenang dapat menata ulang fokus penyidikan berdasarkan fakta yang telah terkonfirmasi.
Sejauh ini, informasi yang disampaikan kepolisian menekankan bahwa sisa jasad yang ditemukan berkaitan dengan Joanne Sheen. Setelah proses alih penanganan, investigasi pembunuhan yang sebelumnya dibuka akan diteruskan di bawah Hampshire Police sambil menunggu rilis detail lanjutan dari pihak terkait.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan setelah temuan di lapangan diperiksa lebih lanjut, hingga akhirnya identitas perempuan tersebut dapat dipastikan. Konfirmasi ini sekaligus memberi kepastian pada kasus yang sudah berjalan cukup lama.
Selain statusnya sebagai warga Southampton yang dinyatakan hilang sejak 2019, Joanne Sheen juga disebut sebagai ibu dari tiga anak. Informasi mengenai keluarga tersebut menjadi alasan mengapa perhatian publik dan pihak terkait terus mengikuti perkembangan penyelidikan.
Dari catatan yang dikumpulkan aparat, Joanne terakhir kali dilihat pada 5 Desember 2019 saat melakukan perjalanan dari Fareham menuju Southampton bersama seorang teman. Keterangan mengenai momen terakhir ini menjadi bagian penting untuk merapikan kronologi pencarian.
Ketika petugas Metropolitan Police menerima panggilan pada 12 Agustus, proses penanganan kemudian berkembang dari temuan tulang menjadi langkah penyelidikan yang lebih menyeluruh. Para detektif memulai penelusuran dengan mempertimbangkan kemungkinan pembunuhan.
Setelah hasil identifikasi terhadap sisa-sisa jenazah selesai, otoritas di Hampshire mengambil alih penanganan perkara. Peralihan tanggung jawab tersebut diikuti dengan penegasan bahwa penyelidikan akan diteruskan dengan kewenangan yang kini berada pada Hampshire Police.
Dalam tahap berikutnya, fokus penyidik disebut akan mengarah pada penataan ulang fokus penyidikan berdasarkan fakta yang telah terkonfirmasi, termasuk pemeriksaan bukti serta penyusunan ulang rangkaian peristiwa sejak terakhir kali korban terlihat. Polisi menyampaikan detail tambahan akan dirilis menyusul hasil identifikasi ini.












