jurnalistik.co.id – London tidak terpilih sebagai tuan rumah Kejuaraan Atletik Dunia 2029. Otoritas atletik dunia memutuskan Nairobi di Kenya yang akan menjadi tuan rumah edisi tersebut.
Langkah pencalonan London sebelumnya berpusat pada London Stadium, stadion yang menjadi markas klub West Ham United. Arena ini juga pernah dipakai dalam beberapa event besar, termasuk Olimpiade 2012 di London.
Selain perhelatan olahraga multi-cabang pada 2012, venue tersebut juga rutin menjadi lokasi London Diamond League. Kota London juga pernah menjadi tuan rumah Kejuaraan Atletik Dunia pada 2017, sehingga pengalaman penyelenggaraan skala besar sudah ada di rekam jejak stadion.
Meski begitu, dalam proses penetapan tuan rumah, London harus mengakui kekalahan dari Nairobi. Dengan keputusan ini, London Stadium tidak akan mendapat kesempatan menjadi pusat kompetisi kelas dunia untuk tahun 2029.
Proses seleksi tuan rumah juga mencatat bahwa ada kota lain yang tidak berhasil, yakni Roma. World Athletics mengonfirmasi bahwa baik London maupun Roma berada di daftar kota yang gagal memperoleh hak penyelenggaraan edisi 2029.
Pengumuman tersebut tidak hanya berhenti pada turnamen 2029. Federasi juga memastikan penyelenggaraan Kejuaraan Atletik Dunia berikutnya, yaitu edisi 2031, akan berlangsung di Munich.
Dengan demikian, jadwal tuan rumah untuk dua tahun kompetisi penting sudah jelas. Nairobi menjadi tujuan arena atletik dunia untuk 2029, sedangkan Munich akan mengambil alih pada 2031.
Keputusan ini sekaligus menegaskan pengaturan kalender kejuaraan yang melibatkan perpindahan pusat penyelenggaraan antarnegara. Bagi para pelaku olahraga, kepastian tuan rumah membantu tahap perencanaan yang biasanya mencakup kebutuhan venue, akomodasi, serta rangkaian operasional acara.
Berita Terkait
London sebelumnya menempatkan London Stadium sebagai alasan kuat, terutama karena pernah dipakai untuk Olimpiade 2012 dan telah menjadi panggung ajang tahunan London Diamond League. Stadion itu juga memiliki sejarah keterlibatan langsung dalam perhelatan Kejuaraan Atletik Dunia saat London menyelenggarakannya pada 2017.
Namun pada akhirnya, pilihan jatuh pada Nairobi. Sementara itu, Roma yang menjadi kandidat lain juga tidak lolos, dan Munich dipilih untuk melaksanakan edisi 2031 sesuai konfirmasi resmi World Athletics.
Penetapan tuan rumah ini menjadi bagian dari rangkaian pembaruan informasi menjelang kompetisi berikutnya. Setelah keputusan untuk 2029 dan 2031 diumumkan, perhatian kini beralih pada persiapan kota terpilih dalam menjalankan standar penyelenggaraan kelas dunia.
Kegagalan London pada proses penetapan ini sekaligus memperjelas bahwa meski sebuah kota memiliki modal penyelenggaraan, hasil akhir tetap ditentukan melalui keputusan yang menetapkan Nairobi sebagai tuan rumah edisi 2029. Penolakan terhadap nominasi tersebut membuat posisi London Stadium tidak lagi masuk rencana pusat kompetisi untuk tahun itu.
Dalam rangkaian evaluasi, penekanan pada rekam jejak venue memang menjadi salah satu dasar pertimbangan yang sempat menguatkan langkah pencalonan London. Arena yang dikenal pernah menjadi markas aktivitas olahraga besar, termasuk perhelatan internasional dan agenda tahunan, pada akhirnya tidak cukup untuk mengubah keputusan penetapan.
Selain London, ada kandidat lain yang juga dinyatakan tidak berhasil, yaitu Roma. Fakta bahwa dua kota sekaligus berada di daftar yang gagal memperoleh hak penyelenggaraan edisi 2029 menunjukkan seleksi berjalan ketat dan tidak memberi ruang untuk “cadangan” jika tawaran tidak memenuhi hasil yang ditetapkan otoritas.
Pengumuman tuan rumah berikutnya, yaitu Munich untuk edisi 2031, memberi kesinambungan informasi kepada federasi dan pelaku olahraga. Dengan kepastian tersebut, proses perencanaan dapat berjalan berurutan, tidak hanya untuk satu gelaran, melainkan juga untuk fase persiapan tahun-tahun sesudahnya.
Bagi penyelenggara, kepastian lokasi membantu menyusun kebutuhan penyelenggaraan secara lebih rapi, termasuk kesiapan venue, pengaturan akomodasi, hingga rangkaian operasional selama acara berlangsung. Setelah keputusan untuk 2029 dan 2031 resmi diumumkan, fokus lalu bergeser ke bagaimana kota terpilih menyiapkan standar penyelenggaraan di tingkat kelas dunia.












