jurnalistik.co.id – Nicholas Brandram, 44, ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Selasa malam. Polisi Metropolitan (Met) menyatakan kematiannya diperlakukan sebagai “unexpected, but is not believed to be suspicious”, sekaligus menegaskan tidak ada anggapan kuat bahwa kematian itu bersifat mencurigakan.
Brandram sebelumnya menjadi tersangka dalam kasus yang dikenal sebagai “Putney pusher”. Dalam perkara tersebut, ia diduga mendorong seorang perempuan hingga masuk ke jalur bus saat pria itu berlari di area selatan-barat London pada 2017.
Insiden itu terjadi sembilan tahun lalu, dengan rekaman kamera pengawas yang kemudian viral. Video menunjukkan betapa dekatnya perempuan tersebut sebelum hampir tertabrak bus 430, pada situasi yang digambarkan sebagai serangan yang tampak tidak beralasan.
Petugas Met menangani kasus ini dengan rangkaian proses hukum yang berujung pada penangkapan. Brandram ditangkap pada bulan Juni tahun ini dengan tuduhan upaya melakukan “grievous bodily harm”.
Langkah berikutnya, Met kemudian memastikan pada pekan lalu bahwa Brandram telah dilepaskan dari penyelidikan. Namun, status tersebut berubah ketika ia akhirnya ditemukan tewas di rumah.
Juru bicara Met menjelaskan, aparat mendatangi lokasi di Chiswick bersama petugas medis setelah menerima laporan seorang pria ditemukan dalam kondisi tidak responsif. Brandram kemudian dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
“Sebuah kendaraan layanan darurat dan petugas medis hadir setelah seorang pria ditemukan unresponsive,” demikian penjelasan pihak kepolisian. Mereka juga menambahkan bahwa keluarga terdekat telah diberi tahu mengenai kejadian tersebut.
Berita Terkait
Brandram pernah bertugas sebagai Kapten di Scots Guards selama masa dinasnya di Afghanistan. Setelah pengabdiannya di militer, ia kemudian bekerja di dunia perbankan, dan menurut laporan ia bekerja di HSBC.
Kasus “Putney pusher” tetap menjadi perhatian publik karena karakter insidennya yang melibatkan risiko tertabrak kendaraan besar. Rekaman yang beredar menampilkan jarak yang sangat dekat antara perempuan yang terdorong dan bus 430.
Meski investigasi sempat berjalan, pihak kepolisian menyatakan kematian Brandram bukanlah sesuatu yang diyakini bersifat mencurigakan. Hingga saat ini, Met memperlakukan peristiwa tersebut sebagai kematian yang datang secara tiba-tiba, tetapi tidak mengarah pada dugaan tindak kriminal yang mempersoalkan sebab kematian.
Dengan ditemukannya Brandram meninggal dunia, proses yang terkait dengan penyelidikan terhadap dugaan perannya dalam insiden sembilan tahun lalu mendapatkan titik akhir pada tahap personal tersangka. Publik juga kembali meninjau kembali detail kejadian yang sempat memicu perdebatan luas setelah rekaman video beredar.
Dalam rangkaian peristiwa yang berlapis, kasus ini bermula dari insiden pada 2017 di area selatan-barat London, ketika seorang perempuan nyaris tertabrak bus 430. Rekaman pengawas yang kemudian viral menjadi pemicu perhatian luas dan ikut membentuk cara publik menilai kronologi pada saat itu.
Lebih dari satu dekade setelah kejadian, proses hukum yang melibatkan Nicholas Brandram akhirnya bergerak ke tahap penegakan berikutnya. Polisi Metropolitan kemudian menangani perkara itu hingga berujung penangkapan pada bulan Juni, dengan tuduhan terkait upaya melakukan “grievous bodily harm”. Namun, situasinya berubah ketika ia dilepaskan dari penyelidikan pada pekan lalu.
Menurut keterangan pihak berwenang, kematian Brandram ditangani sebagai peristiwa yang tidak dicurigai. Petugas mendatangi lokasi di Chiswick bersama layanan medis setelah ada laporan seorang pria tidak responsif, lalu ia dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Keluarga terdekat juga diberi tahu mengenai kejadian tersebut.
Selain aspek proses hukum, publik juga terus menyoroti latar belakang dan karakter insiden yang sempat memicu perdebatan. Brandram yang pernah bertugas sebagai Kapten di Scots Guards selama masa dinasnya di Afghanistan kemudian bekerja di sektor perbankan, dan diberitakan ia bekerja di HSBC. Meski penyelidikan berjalan, Met menegaskan tidak ada keyakinan kuat bahwa kematiannya mengarah pada dugaan tindak kriminal.












