Hukum & Kriminal

Kapolri Listyo Sigit Perintahkan Polsek Hingga Polda Gelar Kompetisi Esports Berkala

×

Kapolri Listyo Sigit Perintahkan Polsek Hingga Polda Gelar Kompetisi Esports Berkala

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kapolri Perintahkan Polsek Hingga Polda Rutin Gelar Kompetisi Esports

jurnalistik.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polsek hingga Polda, untuk menggelar kompetisi esports secara rutin di wilayah masing-masing. Permintaan itu disampaikan saat penutupan Esports Kapolri Cup di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (9/8/2026).

Menurut Sigit, kompetisi esports perlu dijalankan karena cabang tersebut semakin digemari anak muda. Ia menilai momentum yang sedang tumbuh dapat dimanfaatkan lewat penyelenggaraan yang konsisten dan terjadwal di berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Listyo Sigit juga menyinggung target peningkatan peserta dari tahun ke tahun. Ia menyatakan, “Jadi kalau setuju tahun depan dikali 10 (kali lipat peserta), berarti para Kapolda, jajaran dari mulai Polsek, mulai dari Polres, mulai dari Polda, harus mulai rajin-rajin mengadakan kompetisi tiap minggu,” kata Listyo.

Kapolri berharap, banyaknya event yang digelar dapat menjadi ruang untuk menjaring calon-calon atlet muda esports. Dengan kompetisi yang rutin, pihak kepolisian ingin melihat respons antusiasme masyarakat sekaligus membuka peluang bagi talenta baru.

Ia juga meminta agar masyarakat dan generasi muda di daerah memanfaatkan ruang kompetisi yang nantinya disediakan oleh jajaran kepolisian setempat. “Jadi kalau nanti di wilayah, para Kapolres, para Kapolsek, para Kapolda mengadakan kompetisi di wilayah masing-masing tiap minggu, tolong diikuti karena kita ingin melihat seberapa besar animonya dan saya ingin melihat ada bibit-bibit baru bermunculan. Ini tugas dari rekan-rekan semuanya,” ujarnya.

Esports Kapolri Cup 2026 digelar pada 8-9 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta. Acara ini membawa tagline “ Dream to Become ” dan menjadi wadah bagi kompetisi serta kegiatan pendukung yang melibatkan komunitas.

Dalam gelaran tersebut, sebanyak 35.936 peserta berpartisipasi dari 34 Polda dan 403 Polres. Angka tersebut sekaligus menunjukkan cakupan penyelenggaraan yang luas, karena peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kompetisi dan rangkaian kegiatan di antaranya mempertandingkan Mobile Legends. Selain itu, terdapat Cosplay Karakter Defile, Influencer Hunt, serta Pokemon and Reborn Trading Card Game.

Kegiatan lain yang digelar juga meliputi kompetisi Cosplay, Polri Youth Movement, dan Capture the Flag. Melalui beragam format tersebut, penyelenggara memberi ruang partisipasi yang lebih bervariasi bagi minat anak muda.

Dengan instruksi Kapolri agar kompetisi diadakan tiap minggu, jajaran kepolisian diharapkan dapat memperkuat pembinaan ekosistem esports di tingkat lokal. Harapannya, kompetisi yang berkelanjutan dapat mendorong munculnya bibit baru sekaligus memperluas kesempatan bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Lebih jauh, langkah ini juga menempatkan esports sebagai bagian dari aktivitas yang dekat dengan keseharian generasi muda. Saat kompetisi tersebar dari Polsek sampai Polda, perhatian pada atlet potensial diharapkan tumbuh lebih merata dan terarah.

Dalam arahan penutup acara, Kapolri menekankan agar penyelenggaraan tidak berhenti pada satu momentum besar, melainkan menjadi kebiasaan yang berulang di tingkat daerah. Dengan begitu, setiap wilayah punya kesempatan yang sama untuk menyalurkan minat, sekaligus menumbuhkan budaya kompetisi esports yang sehat dan terukur.

Kapolri juga menggarisbawahi pentingnya konsistensi jadwal, karena ia memandang peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun perlu didorong secara nyata oleh jajaran di lapangan. Karena itu, kompetisi mingguan dinilai menjadi cara langsung untuk memperluas basis penggemar dan calon peserta, serta memastikan makin banyak komunitas bisa ikut ambil bagian.

Esports Kapolri Cup 2026 sendiri menjadi contoh bagaimana ekosistem esports dapat dikemas secara lebih inklusif melalui beragam kategori, mulai dari pertandingan Mobile Legends hingga kegiatan pendukung seperti Cosplay Karakter Defile, Influencer Hunt, serta Pokemon and Reborn Trading Card Game. Ragam format itu diharapkan membuat minat anak muda tidak hanya tertuju pada satu jenis lomba, tetapi juga pada aktivitas pendamping yang melibatkan komunitas.

Diharapkan, ketika kompetisi terus digelar dari Polsek, Polres, hingga Polda, respons masyarakat dapat terukur dan bakat baru lebih cepat terlihat. Langkah berkelanjutan ini turut memperkuat pembinaan di tingkat lokal, sehingga kesempatan untuk berkembang bagi talenta muda menjadi lebih luas dan merata.