jurnalistik.co.id – Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Medan Satria, Kota Bekasi, Patuyo Kaman (60), membantah tudingan bahwa dirinya sengaja âmelepaskanâ terduga pencuri motor dalam insiden yang sempat viral di media sosial.
Patuyo menyatakan, narasi yang beredar di medsos tidak selaras dengan apa yang ia lihat dan dialaminya ketika kejadian berlangsung.
âInformasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Saya tidak pernah membiarkan AS (terduga pelaku) kabur,â ujar Patuyo saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon pada Selasa (4/8/2026).
Menurut dia, ia tidak mengetahui detail rangkaian peristiwa sejak awal. Saat tiba di lokasi, suasana sudah ramai oleh warga.
âSaya tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya. Yang saya tahu, AS tidak melarikan diri dan selalu memenuhi panggilan polisi setiap diminta hadir,â kata Patuyo.
Patuyo juga menegaskan bahwa AS merupakan warga di lingkungannya. Ia menilai selama proses pemeriksaan berjalan, AS bersikap kooperatif, sehingga ia menolak anggapan bahwa AS adalah pelaku pencurian maupun pihak yang dibantu untuk melarikan diri.
âSaya bilang, âSaya jamin 100 persen dia tidak akan lari.â AS adalah warga saya, jadi setiap kali dipanggil polisi, dia selalu kooperatif,â ujarnya.
Dalam keterangannya, Patuyo menjelaskan bahwa pada saat kejadian ia sedang berada di warung es kelapa. Ia baru mendatangi lokasi setelah menerima telepon dari keponakannya.
Keponakan Patuyo, yang juga menjabat ketua RT di wilayah sekitar, mengabarkan adanya keributan di depan rumahnya yang tidak dapat dilerai oleh warga.
âSesampainya di lokasi, saya melihat seorang perempuan bersama seorang laki-laki yang mengaku sebagai korban kehilangan sepeda motor,â tutur Patuyo.
Berita Terkait
- Safine Hamadi dan Owen Cenazandotti divonis bersyarat atas kematian streamer Prancis Raphaël Graven
- Polisi menyebut tersangka pembakaran di Spokane menunggu cuaca panas-kering dan berangin untuk menyalakan api
- Hakim New Mexico Perintahkan Meta Bayar Tambahan $567 Juta dalam Gugatan Keselamatan Anak
Patuyo mengatakan, sebagai ketua RT ia kemudian mengajak pihak-pihak yang terlibat untuk masuk ke rumah agar persoalan bisa diselesaikan secara baik-baik. Namun, ajakan tersebut tidak diterima.
Ia mengungkapkan bahwa ia sudah menyampaikan tanggung jawabnya untuk menjaga keselamatan semua pihak, tetapi pihak yang hadir tetap menolak.
âSaya sudah bilang, âSaya Ketua RT, saya bertanggung jawab atas keselamatan semuanya.â Tapi mereka tetap menolak,â kata Patuyo.
Patuyo juga membantah tudingan bahwa dirinya maupun warga melakukan intimidasi terhadap korban. Ia menegaskan bahwa selama berada di lokasi tidak ada tindakan pemukulan.
âYang saya lihat, dia tidak dipukul. Saya menyaksikan sendiri kejadian sejak saya datang,â ujar Patuyo.
Dengan penjelasan itu, Patuyo kembali menegaskan bahwa video atau informasi viral yang beredar di media sosial tidak menggambarkan keseluruhan kejadian sebagaimana yang ia pahami saat berada di lokasi.
Ia menuturkan bahwa AS tetap mengikuti proses yang diminta pihak berwenang, serta tidak pernah ia perlakukan untuk kabur. Patuyo menempatkan sikap tersebut sebagai bentuk bantahan terhadap narasi yang menyebut adanya pembiaran oleh pihak RT.
âInformasi yang beredar itu tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya,â tutup Patuyo, sekaligus menegaskan bahwa yang ia sampaikan berangkat dari pengamatan langsung serta keterangan yang ia ketahui terkait respons AS terhadap panggilan polisi.
Dalam penjelasan tersebut, Patuyo menempatkan dirinya sebagai pihak yang berkepentingan menjaga ketertiban lingkungan sekaligus memfasilitasi penyelesaian secara damai. Ia mengaku baru bergerak setelah mendapat telepon dari keponakannya yang lebih dulu mengabarkan keributan di area sekitar.
Patuyo juga menegaskan bahwa saat ia tiba, suasana sudah ramai dan proses yang berlangsung bersifat penanganan di lokasi oleh warga yang terlibat. Ia menyatakan sudah mengupayakan agar semua pihak masuk ke rumah untuk meredakan situasi, namun ajakan itu tidak disetujui oleh yang hadir.
Menurutnya, respons AS selama rangkaian pemeriksaan menunjukkan sikap kooperatif dan tidak ada indikasi untuk melarikan diri. Ia menilai perbedaan pandangan antara informasi viral di media sosial dan apa yang ia saksikan langsung menjadi alasan utama ia menyampaikan klarifikasi.












