Hukum & Kriminal

Mantan Kepala Kampanye Tory, Anthony Lee, Mengaku Bersalah atas Taruhan Tanggal Pemilu 2024

×

Mantan Kepala Kampanye Tory, Anthony Lee, Mengaku Bersalah atas Taruhan Tanggal Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Former Tory campaign chief pleads guilty over election bet

jurnalistik.co.id – Mantan direktur kampanye Partai Konservatif, Anthony Lee, mengaku bersalah dalam kasus kecurangan taruhan yang terkait tanggal Pemilu Umum 2024, bersama istrinya, Laura Lee.

Pasangan tersebut mengajukan pengakuan bersalah atas dugaan praktik curang dalam perjudian, dengan taruhan yang dipasang berdasarkan informasi mengenai kapan pemungutan suara akan digelar.

Pengakuan bersalah di Southwark Crown Court

Pada hari Kamis di Southwark Crown Court, Anthony Lee mengaku bersalah atas dua pelanggaran, sementara Laura Lee mengaku bersalah atas satu pelanggaran.

Menurut Gambling Commission, Anthony Lee dan Laura Lee menempatkan taruhan pada tanggal pemilu dengan memanfaatkan informasi yang tidak semestinya mereka miliki.

Peran Anthony Lee dan potensi keuntungan

Anthony Lee disebut berpeluang meraih sekitar £15.000 setelah memasang lebih dari 60 taruhan yang berhasil, dengan total nilai £1.549.

Komisi tersebut juga menyatakan bahwa Anthony Lee membagikan informasi rahasia kepada istrinya mengenai rencana kapan mantan Perdana Menteri Rishi Sunak akan memanggil pemilihan umum.

Dalam kasus ini, Laura Lee pada saat yang sama tercatat sebagai kandidat parlemen.

Taruhan Laura Lee dan angka yang dipermasalahkan

Laura Lee memasang delapan taruhan yang berhasil dengan total nilai £535.

Hasil taruhan yang ia lakukan diperkirakan akan memberinya keuntungan sekitar £5.000, namun pengadilan kemudian menilai proses penentuan tanggal pemilu dilakukan lewat penggunaan informasi yang terlalu sensitif.

Sidang lanjutan dan jadwal vonis

Kedua terdakwa, Anthony Lee dan Laura Lee, akan dijatuhi putusan pada bulan Oktober.

Selain mereka, persidangan terhadap 10 terdakwa lain dijadwalkan berlangsung pada September 2027 dan Januari 2028.

Keterkaitan dengan pengakuan Craig Williams

Pengakuan Anthony Lee dan Laura Lee mengikuti langkah serupa yang lebih dulu dilakukan oleh mantan anggota parlemen Craig Williams.

Craig Williams, yang saat itu menjadi ajudan parlemen terdekat Rishi Sunak, mengaku bersalah pada Juni dan akan dijatuhi vonis pada tanggal yang kemudian.

Dalam perkara Williams, pihak penuntut menyebut ia memasang taruhan masing-masing sebesar £250, £100, dan £22,50 pada tanggal Pemilu Umum 2024.

Williams juga menyampaikan kepada pengadilan bahwa ia “used highly sensitive and confidential information”.

Pada saat rincian skandal pertama kali muncul pada Juni 2024, Williams mengaku melakukan “a huge error of judgment”.

Respons politik dan dampak keputusan Sunak

Keputusan Rishi Sunak untuk memanggil pemilihan umum disebut mengejutkan banyak pihak, termasuk banyak anggota Partai Konservatif yang sebelumnya mengantisipasi jadwal pada musim gugur.

Partai Konservatif dilaporkan telah dihubungi untuk memberikan komentar terkait perkembangan kasus ini.

Namun, hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi yang dirinci dalam laporan tersebut mengenai sikap partai terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Dari penjelasan otoritas pengawas perjudian, inti pelanggaran terletak pada cara tanggal pemungutan suara dipakai sebagai dasar penempatan taruhan. Anthony Lee dan Laura Lee dinilai memperoleh akses terhadap informasi yang tidak seharusnya mereka miliki, sehingga keputusan taruhan dibuat lebih dulu dibanding pengetahuan publik.

Di ruang sidang, pengakuan bersalah tersebut sekaligus menegaskan bahwa proses penentuan kapan pemilihan umum berlangsung dipandang melibatkan informasi yang terlalu rahasia untuk diperjualbelikan dalam bentuk taruhan. Dalam perkara ini, fokusnya tidak hanya pada hasil taruhan, tetapi juga pada tahapan informasi yang digunakan sebelum tanggal pemungutan suara diketahui secara resmi.

Skema yang kemudian menyusul pada Anthony Lee dan Laura Lee digambarkan memiliki pola serupa dengan langkah yang telah dilakukan Craig Williams. Williams, yang saat itu tercatat sebagai ajudan parlemen terdekat Rishi Sunak, lebih dulu mengakui kesalahannya dan menyampaikan bahwa ia menggunakan informasi yang bersifat sangat sensitif dan bersifat rahasia, disertai penilaian bahwa ada kesalahan pertimbangan.

Secara politik, keputusan Rishi Sunak untuk memanggil pemilihan umum disebut membuat banyak pihak terkejut, termasuk sejumlah anggota Partai Konservatif yang sebelumnya memperkirakan jadwal pada musim gugur. Hingga laporan ini disusun, Partai Konservatif dilaporkan dihubungi untuk memberikan komentar, namun belum ada penjelasan resmi yang dirinci mengenai sikap mereka terhadap proses hukum yang sedang berjalan, sementara vonis terhadap kedua terdakwa dijadwalkan pada Oktober.