jurnalistik.co.id – Alan Greer, mantan polisi Skotlandia yang kemudian terungkap sebagai pelaku pemerkosaan beruntun, ternyata lolos proses pemeriksaan rekrutmen meski ada peringatan di catatannya. BBC Disclosure melaporkan bahwa ia diterima bergabung dengan kepolisian setelah informasi terkait perilaku kriminal terhadap perempuan sudah tercatat, termasuk satu kasus yang berujung peringatan resmi.
BBC menyebut Greer pernah diselidiki polisi pada 2002 dan 2005 akibat panggilan telepon yang dinilai tidak pantas kepada perempuan. Dalam salah satu perkara itu, proses penanganannya berakhir dengan “formal police caution” yang dikeluarkan kepolisian pada 2005.
Greer kemudian diterima masuk ke Strathclyde Police pada 2009. Pengungkapan BBC menyatakan staf pemeriksaan (vetting) mengetahui catatan pelanggaran tersebut saat ia mengajukan lamaran, sehingga proses integritas yang seharusnya menjadi filter tidak mencegahnya untuk bergabung.
Revelasi ini muncul setelah Police Scotland sebelumnya memberi pernyataan kepada BBC bahwa tidak ada peluang yang terlewat untuk mengidentifikasi pelanggaran Greer lebih cepat. Menanggapi pertanyaan lanjutan, otoritas kepolisian melakukan klarifikasi atas komentar mereka di wawancara sebelumnya.
Police Scotland menyatakan, “We have been completely open and transparent around information which can be shared in relation to the ongoing investigation into Alan Greer.” Instansi itu juga mengatakan bahwa selama wawancara dengan BBC pada 20 July 2026, mereka telah memberikan jawaban mengenai pelanggaran Greer sepanjang kariernya yang berlangsung hampir 17 tahun.
Pihak kepolisian menegaskan, “The investigation has not established any information during his career which could have resulted in his criminal behaviour being identified at an earlier stage.” Selain itu, mereka menyatakan proses rekrutmen dan vetting Strathclyde Police sebelum Greer bergabung pada 2009 akan menjadi bagian dari peninjauan independen oleh National Police Chiefs’ Council.
Police Scotland juga menekankan prioritas dukungan kepada korban. “Our absolute priority throughout this investigation is to support victims. As work continues to identify and support everyone affected by this case it is imperative that we do not disclose any information which could be detrimental to that support.”
Greer diketahui mengakhiri hidupnya pada bulan Mei. Ia meninggal saat masih berada dalam penyelidikan, hanya beberapa hari setelah penggerebekan di rumahnya terkait dugaan tindak pidana yang menurut laporan berawal dari 2012.
Sebelumnya pada bulan Juli, BBC mengabarkan bahwa Greer melakukan serangkaian percobaan pembunuhan atau serangan seksual serius. Salah satu kasus yang disebut adalah pemerkosaan terhadap seorang perempuan yang dinilai rentan, terjadi “just hours after meeting her on duty.” Setelah pengungkapan itu, terungkap pula bahwa Greer menjalin kontak dengan ratusan pekerja seks sepanjang kariernya, dan beberapa di antaranya mengalami kekerasan seksual.
BBC juga menyebut Greer mengambil foto yang tidak pantas terhadap rekan perempuan saat ia bekerja dalam pelatihan keselamatan polisi. Polisi Skotlandia sejauh ini mengidentifikasi 15 korban, sekaligus menyatakan adanya kekhawatiran bahwa jumlah sesungguhnya bisa jauh lebih besar.
Jawaban awal Police Scotland soal “peluang terlewat”
Pada saat BBC mengangkat kasus ini bulan lalu, Assistant Chief Constable Lynn Ratcliff ditanya apakah ada kesempatan untuk menghentikan pelanggaran Greer lebih cepat. Ia menjawab, “At this point, and we will keep it under review, there is nothing to suggest that there have been any missed opportunities over the years.”
Ketika ditekan apakah tidak ada “missed red flags”, Ratcliff mengatakan, “At this stage, we’ve got no evidence to suggest that is the case…”. Ia juga menyebut lanskap pemeriksaan vetting kini berbeda dan Greer tidak akan lulus pemeriksaan saat ini. Ratcliff menggunakan istilah “markedly different” untuk menggambarkan perbedaan kondisi vetting masa kini, sekaligus menyinggung bahwa petugas kini menjalani tes integritas tahunan serta re-vetting rutin setiap 10 tahun.
Rincian yang diungkap BBC Disclosure
BBC Disclosure menyebut ada dua penyelidikan terkait Greer sebelum ia resmi menjadi polisi. Pertama, pada 2002, Greer diselidiki oleh Strathclyde Police karena membuat panggilan telepon yang dinilai tidak pantas kepada seorang perempuan di Glasgow. Kasus tersebut dilaporkan ke procurator fiscal, namun tidak ada tindakan lanjutan.
Kedua, pada 2005, Metropolitan Police mengeluarkan “a formal police caution” setelah Greer tertangkap membuat panggilan telepon yang tidak pantas kepada seorang perempuan yang dikenalnya di London. Empat tahun setelah itu, pada 2009, Strathclyde Police menerima Greer ke dalam kepolisian meski mengetahui setidaknya adanya peringatan resmi tersebut.
Police Scotland kemudian mengonfirmasi bahwa unit vetting Strathclyde pada 2009 menyadari “Greer’s 2005 police caution” ketika Greer mengajukan lamaran. Disebutkan juga bahwa ada catatan vetting berbentuk dokumen parsial, dengan rujukan pada peringatan itu.
Namun, Police Scotland menyatakan masih tidak jelas apakah perkara 2002 juga masuk dalam proses wawancara atau apakah informasi tersebut diketahui staf vetting. Menurut sumber yang dikutip BBC, jejak “adverse trace” tahun 2002 seharusnya dapat ditemukan pada catatan Greer.
Berita Terkait
BBC juga menyoroti aturan internal. Dalam buku panduan Standard Operating Procedures tahun 2006, disebutkan: “The force should not recruit people with cautions or convictions, which may call into question the integrity of the applicant or the force.”
Seorang sumber polisi kepada BBC mengatakan, “Two reported crimes related to women before he joined should have been raising all sorts of alarm bells.” Sumber itu menambahkan, “He was clearly a menace from the off and should never have been allowed near a uniform to abuse his position.”
Penilaian Craig Naylor setelah tinjauan vetting
Craig Naylor, chief inspector HM Inspectorate of Constabulary in Scotland (HMICS), memimpin tinjauan terhadap proses vetting Police Scotland pada 2023. Ia menilai lanskap vetting pada 2009 memang belum seketat saat ini, tetapi seharusnya tetap membuat masa lalu Greer menjadi penghalang masuk.
Naylor menyatakan pandangannya secara langsung: “My view is that he should never have got in at that point, and my view is that in the intervening period, I’m surprised that something didn’t come up about that.” Ia melanjutkan, “When I’ve run vetting in the past, he would not have got in.”
Ketika BBC menanyakan apakah hal-hal tersebut merupakan “missed opportunities” untuk mencegah Greer bergabung, Naylor menjawab, “Yes”.
Naylor juga menilai persoalan vetting masih menyisakan kekurangan. Ia menyebut, “It is a concern…there are still people who are not vetted three years on [from the review].”
Audit HMICS dan “historic data wash”
Laporan tinjauan HMICS menyebut adanya temuan ketika petugas memeriksa sekitar 10% dari total aplikasi yang masuk. Dalam rentang empat tahun, terdapat sekitar 5,500 pendaftar, dan ditemukan setidaknya 29 kasus yang dinilai keliru oleh petugas vetting.
HMICS membuat 15 rekomendasi. Rekomendasi itu mencakup peninjauan mendesak terhadap seluruh kasus bermasalah yang teridentifikasi, pengenalan tes integritas tahunan, serta re-vetting rutin setiap 10 tahun. Dari 15 rekomendasi tersebut, sebelas di antaranya disebut sudah “fully discharged”, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian.
Setelah tinjauan dan sebagai respons terhadap kekhawatiran atas kegagalan vetting di Inggris, termasuk kasus David Carrick, Police Scotland memulai program “historic data wash”. Program ini digambarkan bertujuan untuk mengidentifikasi intelijen atau tuduhan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Proyek tersebut dipimpin Anti-Corruption Unit (ACU) bersama unit vetting di kepolisian, dan menyimpulkan, “No significant matters were uncovered that the force were not already aware of.” Police Scotland memastikan data wash tersebut tidak menemukan hal signifikan terkait Greer.
Naylor menyebut temuan itu sebagai peluang yang masih terlewat. Seorang sumber polisi berkomentar kepada BBC, “So the data wash was useless then? How can they say there were no missed opportunities to spot Greer sooner?” Sumber itu kemudian mengajukan pertanyaan, “The question is, how many more Alan Greers have they missed?”
Police Scotland menegaskan kembali bahwa “vetting landscape in 2026 is markedly different from that in 2009” dan bahwa berdasarkan pengaturan saat ini, “Alan Greer’s application would not have progressed.”
Dokumen tinjauan kasus “Operation Submarine”
BBC juga memperoleh dokumen briefing internal yang bersifat rahasia tentang kasus ini, dengan nama “Operation Submarine”. Dokumen tersebut bertanggal 12 June tahun ini, kira-kira empat minggu sebelum BBC menghubungi Police Scotland terkait rencana publikasi.
Dokumen itu menyebut “a high level overview” atas “significant serious sexual offending” Greer. Di bagian berjudul “Identified Criminality”, dokumen mencantumkan rincian penyelidikan pada 2002 dan 2005. Di sana juga tertulis, “Within the current vetting regime, he would not have been granted Recruitment Vetting.”
Dokumen ini diberikan kepada pemerintah Skotlandia dan Scottish Police Authority (SPA), lembaga pengawas yang memegang peran akuntabilitas terhadap pejabat senior. Namun, pada rapat publik SPA tanggal 30 July—sepekan setelah BBC mempublikasikan cerita awal—tidak ada anggota dewan yang mengangkat isu vetting Greer kepada DCC Alan Spiers yang hadir dalam kapasitas pengganti Chief Constable Jo Farrell.
Dengan rangkaian temuan ini, kasus Greer tidak hanya menjadi sorotan atas tindak kejahatan yang kemudian terbongkar, tetapi juga atas celah dalam proses pemeriksaan integritas pada tahap rekrutmen. Police Scotland tetap menyatakan fokus utama mereka adalah membantu korban, sekaligus menempatkan evaluasi proses rekrutmen dan vetting dalam mekanisme peninjauan independen.












