Hukum & Kriminal

Klaim “koneksi teroris” menyertai dakwaan vandalisme di resor golf Trump Turnberry

×

Klaim “koneksi teroris” menyertai dakwaan vandalisme di resor golf Trump Turnberry

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 'Terrorist connection' over Trump Turnberry vandalism charges

jurnalistik.co.id – GLASGOW — Tujuh orang yang didakwa melakukan vandalisme di resor golf Trump Turnberry kini menghadapi tuduhan yang memuat klaim “terrorist connection”. Dugaan itu tercantum dalam surat dakwaan yang diajukan ke High Court of Justiciary di Glasgow terkait insiden di Ayrshire pada 8 Maret 2025.

Dalam dakwaan tersebut, penuntut menyatakan bahwa pelanggaran yang dituduhkan kepada para terdakwa diperberat karena memiliki “terrorist connection”. Status pemberatan ini merujuk pada Section 31 Counter-Terrorism Act 2008, sebagaimana diubah oleh Counter-Terrorism and Sentencing Act 2021.

Meski demikian, para terdakwa tidak didakwa dengan tindak pidana terorisme. Poin inilah yang kemudian memantik kritik terhadap cara penanganan perkara oleh aparat penegak hukum.

Kelompok Defend Our Juries menilai kebijakan pemberatan tersebut dapat membuat hukuman yang dijatuhkan menjadi jauh lebih berat. Mereka mengklaim terdakwa bisa menghadapi “far longer prison sentences” meskipun tidak didakwa dengan dakwaan terorisme.

Keenam orang lainnya dan satu nama tambahan menghadapi dakwaan criminal damage setelah protes di resor tersebut. Mereka adalah Kieran Robson (35), Uzma Bashir (56), Ricky Southall (34), Autumn Taylor Ward (22), Rebecca Sian Davies (29), John Moxley (58), dan Dylan Chiaramello (24).

Penuntut menyebut para terdakwa diduga menggali rumput di lapangan. Mereka juga dituduh menyemprot weedkiller ke area permainan sebagai bagian dari rangkaian tindakan selama protes berlangsung.

Dakwaan juga memuat tuduhan bahwa para terdakwa menyebabkan banjir. Jaksa mengaitkan hal itu dengan tindakan yang merusak sistem sprinkler.

Selain gangguan pada lapangan dan sistem penyiraman, para terdakwa juga disebut merusak sebuah lampu. Kerusakan pada fasilitas ini disebut sebagai bagian dari criminal damage yang dituduhkan dalam dakwaan.

Penuntut turut menguraikan bahwa ada slogan-slogan yang dicoret atau diletakkan di lapangan dan bangunan. Slogan yang disebutkan meliputi “Free Gaza”, “Free Palestine”, dan “Gaza is not for sale”.

Dalam surat dakwaan, aparat juga menyebut adanya pesan-pesan ofensif yang ditujukan kepada Trump. Rumusan itu menempatkan tindakan protes dalam kerangka vandalisme yang dibawa ke pengadilan.

Penjadwalan sidang bergeser

Awalnya, para terdakwa dijadwalkan tampil di High Court Glasgow pada Senin depan. Namun, Scottish Courts and Tribunals Service menyatakan pada Jumat bahwa sidang tersebut ditunda.

Lembaga peradilan itu menyebut jadwal pemeriksaan berikutnya akan berlangsung pada Oktober. Perubahan jadwal ini membuat proses hukum berjalan dengan tenggat yang lebih panjang.

Dalam dakwaan, Robson juga menghadapi tuduhan tambahan terkait statusnya saat melakukan pelanggaran. Jaksa menyebut Robson memperoleh bail di Edinburgh Sheriff Court pada 9 Januari 2025.

Tuduhan bahwa insiden di Turnberry terkait “terrorist connection” tidak muncul dari ruang hampa. Perkembangan ini disebut datang setelah putusan terhadap anggota Palestine Action pada Juni.

Empat anggota Palestine Action pada Juni lalu menerima hukuman penjara yang lebih panjang setelah dinyatakan bersalah dalam kasus penggerebekan terhadap sebuah pabrik. Pabrik itu disebut dioperasikan oleh perusahaan pertahanan Israel, Elbit Systems.

Dalam perkara tersebut, lebih dari £1m kerugian disebut terjadi. Hakim menyimpulkan bahwa ada “terrorist connection”, sehingga pemberatan dalam pemidanaan dinilai relevan dengan konstruksi hukum yang sama.

Setelah putusan itu, kelompok hak asasi manusia dan pendukung pihak terhukum mengkritik vonis yang dinilai tidak sebanding. Kritik mereka menyoroti isu proporsionalitas hukuman dibandingkan dengan dakwaan yang dihadapi.

Latar larangan dan respons hukum

Palestine Action telah diproses sebagai organisasi teroris di Inggris pada Juli 2025. Setelah itu, Court of Appeal dikabarkan menguatkan keputusan pemerintah dengan menyatakan bahwa kelompok tersebut “overtly promoted unlawful violence amounting to terrorism”.

Co-founder Palestine Action, Huda Ammori, kini berupaya memperoleh izin untuk menggugat penerapan larangan tersebut di UK Supreme Court. Upaya itu mencerminkan lanjutan dinamika hukum setelah keputusan pengadilan tingkat banding.

Pada Rabu, pemerintah Amerika Serikat juga menetapkan Palestine Action sebagai organisasi teroris. Pemerintahan Trump menyebut langkah itu bagian dari tindakan terhadap apa yang digambarkan sebagai “far-left extremists”.

Khusus kasus Turnberry, proses hukum terhadap tujuh terdakwa akan terus berjalan sesuai agenda pengadilan yang baru. Dengan sidang yang ditunda hingga Oktober, perhatian publik kemungkinan masih berlanjut pada bagaimana hukum Inggris menilai unsur “terrorist connection” dalam konteks vandalisme selama protes.