jurnalistik.co.id – Seorang pengembang di London didenda £1 juta setelah sebuah jendela jatuh dari apartemen mewah dan menewaskan seorang pengemudi bus. Kasus ini dibawa ke Inner London Crown Court, dengan tuntutan yang menyoroti kelalaian pada aspek keselamatan komponen jendela.
Korban adalah Mick Ferris, berusia 53 tahun. Ia tewas saat panel kaca beratnya jatuh dan menghantamnya dari ketinggian bangunan.
Menurut persidangan, jendela tersebut jatuh dari The Corniche di Vauxhall pada 2 Oktober 2018. Panel kaca itu berbobot 130 kg atau setara 20 stones, dan terukur kira-kira 85 x 190 cm (2,7 ft x 6 ft).
Ferris meninggal setelah panel itu jatuh dari ketinggian sekitar 26 lantai. Insiden terjadi ketika ia baru kembali ke bus di area Albert Embankment, pusat London, sebelum peristiwa tragis tersebut menimpanya.
Di persidangan, Rachel Ferris menjelaskan bahwa kematian suaminya semestinya bisa dicegah. Ia menyampaikan bahwa “could have been prevented”, setelah terungkap bahwa pada Agustus 2017, kejadian serupa juga pernah terjadi di pengembangan yang sama.
Rachel Ferris menyebut bahwa meski pernah ada insiden pada tahun 2017, rancangan tidak mengalami perubahan yang “substantially changed” sebagai respons. Hal ini kemudian menjadi salah satu titik fokus saat hakim menilai kelengkapan dan efektivitas pengendalian risiko.
Jaksa menyampaikan bahwa pengembang St James Group Ltd menunjukkan penyesalan dan rasa tidak nyaman secara mendalam. Prashant Popat KC menyatakan perusahaan “deeply remorseful and regretful” kepada pengadilan.
Selain denda untuk pengembang, persidangan juga menjatuhkan sanksi kepada pihak kontraktor fasad spesialis. Lindner Prater didenda £300.000 setelah perusahaan dan St James dinyatakan bersalah karena mengabaikan “foreseeable risks”.
Dalam putusan, hakim juga menyinggung peran perusahaan terkait desain dan konsultasi. Foster + Partners serta Wintech Ltd dinyatakan bebas dari tuduhan yang sama.
Hakim Boyle menilai St James seharusnya lebih “robust” dalam memastikan komponen keselamatan utama pada jendela “present and engaged”. Penilaian ini berkaitan dengan bagaimana komponen penting tersebut dipastikan berada pada kondisi yang benar serta tetap terpasang sesuai standar keselamatan.
Untuk Lindner Prater, hakim menyatakan perusahaan “should have done more to complete and document the risk assessment process”. Penekanan diberikan pada kewajiban penyelesaian dan dokumentasi proses penilaian risiko, bukan hanya pelaksanaan yang bersifat informal atau tidak terdokumentasi.
Atas putusan tersebut, pengadilan memerintahkan agar selain denda, keduanya juga membayar biaya perkara. St James dan Lindner Prater masing-masing dikenai biaya sebesar £125.000.
Berita Terkait
Dalam pernyataan yang dibacakan di pengadilan, Rachel Ferris menggambarkan dampak yang sangat mendadak bagi keluarganya. Ia mengatakan kematian suaminya adalah “so sudden” dan “out of the blue”.
Rachel melanjutkan dengan kalimat, “If somebody had done something differently – anything – it would have changed our lives. We wouldn’t be in this position.” Ia juga menambahkan, “I know it wasn’t just one person, but one person could have changed this.”
Ia kemudian menyampaikan bahwa keputusan dan tindakan perusahaan-perusahaan terkait berujung pada kematian suaminya. “What those companies did killed my husband.”
Rachel Ferris juga menegaskan bahwa bayang-bayang tragedi itu selalu hadir dalam hidupnya, termasuk kemungkinan bahwa peristiwa bisa menimpa siapa saja. Ia menyebut, “The thought this could have happened to anybody is always with me. It could have been a child.”
Menurut keterangan di persidangan, pemakaman Ferris dihadiri sekitar 400 orang. Rachel menyampaikan bahwa “he is missed by so many it was unbelievable”.
Insiden ini turut mendapat respons publik. Pada saat kejadian, James Corden—seorang pembawa acara televisi dan juga penggemar West Ham—memberikan ucapan duka melalui unggahan di media sosial, dengan kalimat: “He was a huge West Ham fan and has passed away in the most sudden of circumstances.” Ia menambahkan, “Tell your loved ones you love them today.”
Seorang pejabat pengawas keselamatan juga menyoroti kegagalan pelajaran dari insiden sebelumnya. HSE principal inspector James Goldfinch menyatakan, “The fact lessons had not been learnt from a near miss the year before makes what happened on that day all the more galling.”
Ia menambahkan, “For a window to fall once was quite extraordinary, for it to fall again was simply criminal.” Pernyataan itu menegaskan bahwa pengulangan kejadian menjadi indikator kegagalan sistem pencegahan.
Pelajaran untuk keselamatan di proyek serupa
Persidangan menempatkan pengendalian risiko dan kepastian komponen keselamatan sebagai hal yang menentukan. Dengan adanya catatan bahwa kejadian nyaris serupa terjadi pada Agustus 2017, keputusan pengadilan memberi pesan tegas bahwa perbaikan desain dan pelaksanaan prosedur keselamatan tidak boleh setengah hati.
Putusan tersebut sekaligus menggarisbawahi bahwa saat risiko pada komponen fasad atau sistem jendela dapat diprediksi, para pihak yang terlibat pada tahap desain, pemasangan, serta penilaian risiko harus memastikan perlindungan benar-benar dijalankan dan dapat dibuktikan melalui dokumentasi yang lengkap.
Melalui denda serta perintah pembayaran biaya perkara, pengadilan menekankan tanggung jawab pengembang dan kontraktor ketika keselamatan penghuni maupun warga sekitar menjadi taruhan. Bagi keluarga korban, putusan ini tidak menghapus kehilangan yang sudah terjadi, namun menjadi penegasan bahwa tindakan pencegahan seharusnya bisa mengubah akhir cerita.











