Peristiwa

Red panda Bruce di Edinburgh Zoo dibawa ke dokter hewan karena sakit gigi

×

Red panda Bruce di Edinburgh Zoo dibawa ke dokter hewan karena sakit gigi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Edinburgh Zoo's red panda goes to the vet for toothache

jurnalistik.co.id – Edinburgh Zoo melakukan penanganan medis terhadap Bruce, seekor red panda yang selama ini menghuni kebun binatang tersebut. Perubahan perilakunya sempat membuat pengelola khawatir, terutama karena ia tidak lagi mau makan.

Menurut keterangan yang disampaikan pihak kebun binatang, para keeper melihat Bruce tidak mengonsumsi pakan seperti biasanya. Kondisi itu mendorong mereka membawa Bruce ke dokter hewan dari Royal Zoological Society of Scotland untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, tim dokter hewan menemukan bahwa Bruce sedang mengalami masalah pada giginya. Temuan tersebut mengarah pada diagnosis sakit gigi yang menjadi penyebab utama gangguan makan yang dialami red panda berusia 11 tahun itu.

Agar penanganan bisa dilakukan dengan aman, Bruce menjalani anestesi umum. Dalam kondisi tersebut, dokter hewan mengangkat gigi yang bermasalah sekaligus melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada penyakit lain yang ikut memengaruhi kesehatannya.

Proses perawatan dilakukan di bawah pengawasan tim medis, dengan fokus pada dua hal sekaligus: mengatasi sumber nyeri pada gigi dan memeriksa kemungkinan gangguan kesehatan lain. Pemeriksaan tambahan ini penting karena masalah mulut pada satwa liar terkadang berkaitan dengan kondisi kesehatan yang lebih luas.

Setelah prosedur selesai dan evaluasi kesehatan dilakukan, Bruce dinyatakan mendapatkan hasil yang baik. Ia kemudian kembali ke habitatnya setelah menerima pemeriksaan kesehatan lengkap dari dokter hewan.

Bruce datang ke Edinburgh pada tahun 2016 dan kini menjadi satu-satunya red panda yang ada di kebun binatang tersebut. Dalam periode tinggalnya, Bruce juga memiliki peran penting dalam silsilah satwa, karena ia tercatat sebagai kakek dari Priya, red panda betina yang sebelumnya dipindahkan ke Highland Wildlife Park pada tahun ini.

Keberadaan Bruce juga menjadi bagian dari cerita yang lebih panjang mengenai dinamika populasi red panda di Edinburgh Zoo. Baby red panda bernama Roxie meninggal dunia pada usia tiga bulan akibat stres yang dipicu kembang api pada Bonfire Night tahun 2024. Lima hari sebelum kejadian tersebut, ibunya, Ginger, juga meninggal secara mendadak saat berusia sembilan tahun.

Bagi red panda sendiri, spesies ini memiliki sebaran asli di wilayah timur Himalaya serta Tiongkok bagian barat daya. Walau sering dibandingkan dengan panda raksasa, red panda tidak memiliki hubungan kekerabatan langsung dengan panda raksasa; mereka justru lebih dekat dengan kelompok hewan seperti rakun, skunk, dan musang.

Red panda juga dikategorikan sebagai spesies yang terancam. Penyebab utamanya meliputi hilangnya habitat, gangguan yang berasal dari aktivitas manusia, serta perburuan. Organisasi konservasi memperkirakan jumlah red panda di alam liar kini berada di bawah 10.000 individu, dan statusnya juga ditetapkan sebagai “endangered” oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Kembalinya Bruce ke habitat setelah perawatan menegaskan bahwa prosedur medis dapat menjadi langkah penting ketika tanda-tanda awal gangguan kesehatan terdeteksi sejak dini. Bagi Edinburgh Zoo, hasil pemeriksaan yang menunjukkan kondisi baik menjadi kabar yang paling diharapkan setelah proses pengangkatan gigi bermasalah dan evaluasi kesehatan menyeluruh.

Melalui rangkaian evaluasi itu, pengelola tidak hanya menilai gejala yang tampak, tetapi juga memastikan penyebab di balik perubahan makan Bruce dapat ditangani. Setelah tim dokter hewan memperoleh gambaran kesehatan dari pemeriksaan menyeluruh, penanganan pun diarahkan pada bagian yang paling mungkin menimbulkan ketidaknyamanan, sebelum akhirnya dilakukan pemantauan hasil dan memastikan Bruce kembali siap menjalani aktivitas di habitatnya.

Bagi Edinburgh Zoo, perhatian terhadap kondisi Bruce juga berkaitan dengan kesinambungan pengelolaan populasi. Sejak tiba pada 2016, ia menjadi figur penting di kebun binatang tersebut dan berperan dalam silsilah satwa, termasuk keterkaitannya sebagai kakek dari Priya yang sebelumnya dipindahkan ke Highland Wildlife Park. Cerita tentang dinamika ini juga memuat duka ketika Roxie meninggal pada usia tiga bulan akibat stres kembang api Bonfire Night tahun 2024, serta menyusul kematian Ginger yang terjadi mendadak pada usia sembilan tahun.

Di luar konteks perawatan individu, kondisi kesehatan red panda turut mengingatkan pada posisi spesies ini dalam upaya konservasi. Spesies ini memiliki sebaran asli di kawasan timur Himalaya hingga Tiongkok bagian barat daya, dan meski sering disebut mirip panda raksasa, hubungan kekerabatannya tidak langsung. Red panda menghadapi ancaman berupa hilangnya habitat, gangguan dari aktivitas manusia, serta perburuan; jumlahnya di alam liar diperkirakan berada di bawah 10.000 individu dan statusnya ditetapkan “endangered” oleh IUCN.