Hukum & Kriminal

Perampokan Bersenjata di SPBU Selokromo Wonosobo: Petugas Disekap, Uang Ratusan Juta Raib

×

Perampokan Bersenjata di SPBU Selokromo Wonosobo: Petugas Disekap, Uang Ratusan Juta Raib

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Perampok Bersenjata Satroni SPBU Selokromo Wonosobo, Petugas Disekap dan Uang Ratusan Juta Rupiah Lenyap

jurnalistik.co.id – Perampokan bersenjata terjadi di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Minggu (9/8/2026) malam. Kejadiannya berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB ketika dua petugas SPBU disekap dan uang tunai ratusan juta rupiah dibawa kabur.

Menurut keterangan pengelola, peristiwa terjadi saat sebagian petugas sedang menjalankan rutinitas shift malam, termasuk rekapitulasi hasil penjualan serta penataan uang setoran. Pelaku kemudian menyasar area kerja yang berkaitan dengan pengawasan dan tempat penyimpanan uang.

Empat pelaku, dua petugas menjadi korban

Sapto Yudi, pengelola SPBU Selokromo, mengatakan saat kejadian terdapat enam petugas yang berjaga pada shift malam. Personel itu terdiri atas seorang pengawas, seorang petugas keamanan, seorang petugas kebersihan, dan tiga operator pengisian BBM.

Ia menyebut pelaku berjumlah empat orang dan memilih langsung melakukan penyekapan terhadap pengawas serta sekuriti di lokasi. Sapto juga menuturkan peristiwa berlangsung cepat sebelum komplotan itu mengambil uang.

“Pelaku berjumlah empat orang. Modusnya melakukan penyekapan terhadap pengawas dan sekuriti kami. Kejadiannya berlangsung sangat cepat dan saat ini masih ditangani kepolisian, baik dari Polsek Leksono maupun Polres Wonosobo,” ujar Sapto pada Kamis (13/8/2026).

Ia menambahkan bahwa berdasarkan keterangan korban, pelaku diduga mengetahui situasi operasional SPBU pada malam hari. Dengan pemahaman itu, para pelaku memilih jalur yang paling dekat dengan ruang kerja dan penyimpanan uang.

Ditodong senjata tajam dan pistol

Dua petugas yang menjadi korban, kata Sapto, langsung ditodong menggunakan senjata tajam dan pistol. Setelah korban dilumpuhkan, para pelaku mengikat tangan dan kaki keduanya dengan kabel ties.

Bagian mata dan mulut korban kemudian ditutup menggunakan lakban agar tidak dapat melihat maupun berteriak meminta pertolongan. Sapto menegaskan keterangan tersebut juga sesuai dengan yang disampaikan para korban.

“Tangan dan kaki diikat dengan kabel ties, kemudian mata dan mulut mereka ditutup lakban. Dari keterangan korban memang ada penggunaan senjata tajam dan pistol oleh pelaku,” kata Sapto.

Selanjutnya, komplotan tersebut masuk ke ruang kerja. Di lokasi itu, mereka mengambil uang tunai yang tersimpan di dalam brankas serta sebagian uang yang berada di meja kerja.

Nilai kerugian masih dalam pendataan, namun perkiraan sementara menyebut angka yang hilang mencapai ratusan juta rupiah. Hingga saat ini, proses penanganan kasus masih berjalan di pihak kepolisian setempat.

Luka akibat ikatan, kondisi mental masih terguncang

Dua korban mengalami luka memar serta bekas ikatan pada bagian tangan dan kaki. Mereka sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Leksono setelah peristiwa itu.

Sapto menyebut kondisi fisik korban memang tidak menunjukkan luka yang bersumber dari senjata tajam. Namun, ia menilai beban mental yang dialami korban tetap berat karena penyekapan berlangsung cukup lama.

“Luka yang dialami lebih karena bekas ikatan kabel ties dan benturan, bukan karena senjata tajam. Namun beban mental yang dirasakan korban tentu cukup berat karena mereka mengalami langsung kejadian tersebut,” tutur Sapto.

Ia menambahkan bahwa pada saat perampokan berlangsung, kondisi SPBU tidak sepenuhnya sepi. Sejumlah konsumen masih melakukan pengisian BBM, sementara ada pula pengendara yang memanfaatkan area istirahat di sekitar SPBU.

Kasus ini saat ini masih ditangani kepolisian dari Polsek Leksono maupun Polres Wonosobo. Pemeriksaan di lokasi kejadian terus dilakukan untuk mengungkap kronologi dan memastikan besaran kerugian secara pasti.

Dalam kronologi yang disampaikan pengelola, penyerangan terjadi saat rutinitas shift malam masih berlangsung, mulai dari rekapitulasi hasil penjualan hingga penataan uang setoran. Pelaku kemudian memilih langkah ke area yang berhubungan langsung dengan pengawasan dan lokasi penyimpanan dana.

Setelah kejadian, aparat dari Polsek Leksono dan Polres Wonosobo terus melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Fokusnya diarahkan pada pencocokan keterangan para korban, penelusuran urutan peristiwa, serta memastikan angka kerugian yang benar-benar hilang berdasarkan temuan di tempat kejadian.

Usai peristiwa, korban mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Leksono. Bekas ikatan kabel ties dan luka memar menjadi tanda yang menonjol pada tubuh mereka, sementara bagian yang berkaitan dengan senjata tajam tidak disebut sebagai sumber luka utama. Meski begitu, situasi penyekapan yang dialami langsung membuat kondisi mental korban tetap sulit pulih dan tetap memerlukan perhatian.