jurnalistik.co.id – Kemenangan Timnas Inggris atas Meksiko dengan skor 3-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memantik euforia pendukungnya di Kota Ambon, Maluku, pada Senin (6/7/2026). Sejumlah warga yang sebelumnya berkumpul untuk menonton bersama kemudian meluapkan kegembiraan dengan turun ke jalan.
Di Stadion Mexiko City, Inggris tampil sebagai pemenang atas tuan rumah Meksiko. Laga tersebut berakhir dengan skor 3-2 setelah dua gol Inggris dicetak oleh Bellingham dan satu gol tambahan berasal dari pinalti Herry Kane.
Adapun Meksiko mencatat dua gol melalui Julian Qoinones serta satu gol dari eksekusi pinalti Jimenez. Susunan gol itu membuat kemenangan Inggris tidak datang secara instan, melainkan diputuskan pada momen-momen akhir pertandingan.
Sekitar 1.000 pendukung Inggris di Ambon yang sebelumnya menggelar nonton bareng di beberapa lokasi langsung menggelar perayaan setelah peluit akhir dibunyikan. Mereka berkumpul, lalu bergerak berkonvoi sambil menggunakan jersey dan atribut tim.
Dalam perjalanan, massa membunyikan klakson dan meneriakkan yel-yel kemenangan. Salah satu seruan yang terdengar adalah “Hidup Inggris, menang, menang,” yang diucapkan oleh massa saat konvoi berlangsung.
Suasana perayaan juga diwarnai penyalaan flare dan rentetan mercon di beberapa titik. Kegiatan itu berlangsung di tengah keramaian kota, saat massa berpindah dari satu area ke area lain untuk merayakan hasil yang mereka nantikan.
Konvoi pendukung Inggris bergerak dari arah pusat kota dan sebagian dari kawasan Poka, Teluk Ambon, menuju Jembatan Merah Putih. Setelah mencapai tujuan dan merasakan puncak euforia di lokasi tersebut, massa akhirnya membubarkan diri.
Berita Terkait
Kegiatan konvoi sempat memicu kemacetan di kawasan Maluku City Mall dan area Jembatan Merah Putih. Namun, gangguan lalu lintas tersebut tidak berlangsung lama sesuai situasi di lapangan saat rombongan mereda.
Antusiasme pendukung Inggris juga terlihat dari kesaksian Noel Souhaly yang mengaku sangat senang. Ia mengatakan, “Senang sekali karena Inggris bisa mempertahankan kemenangan hingga menit akhir dan akhirnya lolos ke perempat final,” dan menyampaikan hal itu kepada Kompas.com pada Senin.
Di Ambon, perayaan atas hasil pertandingan tidak berdiri sendiri pada hari itu. Beberapa jam sebelum pendukung Inggris turun ke jalan, ratusan massa dari sejumlah pendukung tim lain juga turun untuk merayakan kekalahan Timnas Brasil atas Norwegia.
Bagi pendukung Inggris, momen tersebut menjadi tanda perjalanan tim menuju babak berikutnya yang sekaligus menghadirkan harapan baru. Dengan hasil 3-2 tersebut, The Three Lions kini melangkah ke perempat final, sementara dukungan di Ambon terus bergerak mengikuti ritme euforia yang sama.
Setelah kemenangan itu dipastikan, euforia yang semula hanya ramai di tempat nonton bareng berubah menjadi reaksi kolektif di ruang publik. Di beberapa titik, warga terlihat saling menyusul agar dapat bergabung, lalu bergeser bersama ke lokasi berikutnya sambil membawa perlengkapan pendukung.
Di sisi permainan, jalannya laga memperlihatkan bahwa Inggris tidak langsung unggul sejak awal. Gol-gol yang tercatat melibatkan Bellingham dan Kane dari sisi Inggris, sedangkan Meksiko mengamankan angka lewat Qoinones serta satu gol pinalti. Akumulasi itu membuat pertandingan terus menyisakan ketegangan hingga fase penentuan.
Keterlibatan massa pun tampak dari cara mereka menjaga kekompakan selama konvoi, termasuk penggunaan jersey dan atribut yang terus dikenakan sepanjang perjalanan. Rentetan bunyi klakson serta yel-yel kemenangan ikut mengiringi rombongan, sebelum akhirnya suasana mencapai puncak di Jembatan Merah Putih dan perlahan mereda ketika massa membubarkan diri.
Perayaan di Ambon juga menjadi bagian dari rangkaian respons yang sama dari pendukung tim lain pada hari itu. Beberapa jam sebelum Inggris merayakan hasilnya, ratusan massa dari pendukung tim lain telah bergerak untuk mengekspresikan kegembiraan atas kekalahan Brasil oleh Norwegia, sehingga nuansa “menang” terasa hadir berlapis di tengah kota.












