jurnalistik.co.id – CILACAP—Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cilacap mengevakuasi sebuah drone milik warga yang tersangkut di bagian bawah atap Stadion Wijaya Kusuma.
Peristiwa itu terjadi saat drone diterbangkan di sekitar kawasan stadion, lalu kehilangan tenaga dan akhirnya tidak bisa dijangkau oleh pemiliknya.
Drone tersebut diketahui milik warga bernama Kris Anto.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arif Widodo, mengatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 11.30 WIB dari pemilik drone.
Laporan disampaikan karena drone tidak lagi merespons seperti semula dan posisinya berada di bawah atap stadion.
“Setelah menerima laporan, tim rescue langsung menuju lokasi dan melakukan proses evakuasi. Drone berhasil dievakuasi dalam kondisi aman,” kata Gatot, Senin.
Menurut Gatot, kronologi berawal ketika Kris Anto mengoperasikan drone di sekitar Stadion Wijaya Kusuma.
Ketika drone diterbangkan hingga mencapai ketinggian tertentu, pemilik tidak menyadari bahwa daya baterai hampir habis.
Akibatnya, drone kehilangan tenaga dan mendarat di bagian bawah atap stadion sehingga tidak dapat dijangkau dari area yang biasa digunakan pemilik.
“Pemilik drone gelisah dan akhirnya datang melaporkan kejadian tersebut,” ujar Gatot.
Setibanya di lokasi, petugas tidak langsung melakukan penarikan. Mereka terlebih dahulu memantau kondisi drone serta memastikan langkah evakuasi yang paling aman untuk mengambil perangkat tersebut.
Proses penanganan dilakukan secara terencana agar drone tidak jatuh atau mengalami kerusakan lebih lanjut selama proses evakuasi berlangsung.
Gatot menjelaskan, penanganan berlangsung sekitar 20 menit.
Dalam rentang waktu itu, tim rescue melakukan upaya penjangkauan sesuai posisi drone yang tersangkut di bawah atap stadion.
Berita Terkait
“Evakuasi berjalan lancar tanpa kendala. Drone berhasil diambil sehingga bisa kembali diserahkan kepada pemiliknya,” kata Gatot.
Setelah drone berhasil dievakuasi, perangkat kemudian dapat kembali diserahkan kepada Kris Anto.
Dengan demikian, kekhawatiran pemilik yang sempat gelisah karena drone tertahan di lokasi sulit terjangkau akhirnya teratasi setelah tim Damkar melakukan evakuasi.
Gatot menambahkan, selain mengutamakan pengambilan drone, petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik.
Menurutnya, edukasi itu bertujuan agar pemilik lebih memperhatikan kondisi perangkat saat menerbangkan drone, terutama kapasitas baterai sebelum terbang.
Petugas menekankan pentingnya memeriksa daya baterai agar drone tidak kehilangan tenaga di ketinggian tertentu yang berujung pada pendaratan di lokasi sulit.
Langkah edukasi tersebut diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang, mengingat drone yang kehabisan daya bisa berpotensi menyulitkan proses pencarian atau pengambilan.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena insiden terjadi di area stadion, yang memiliki struktur atap dan bagian tertentu yang membuat perangkat sulit dijangkau bila jatuh atau tersangkut.
Meski demikian, respons cepat dari tim rescue Damkar Cilacap memungkinkan drone bisa dievakuasi tanpa kendala yang berarti.
Petugas juga memastikan keselamatan selama proses evakuasi, mulai dari pemantauan posisi drone hingga pengambilan perangkat dari lokasi yang tersangkut.
Dengan berakhirnya evakuasi pada Senin (6/7/2026), Kris Anto akhirnya memperoleh kembali dronenya dalam kondisi aman, sesuai pernyataan Gatot Arif Widodo.
Kasus ini menunjukkan bahwa kelalaian sederhana terkait daya baterai dapat memicu situasi yang membutuhkan bantuan petugas, terutama ketika drone mendarat atau tersangkut di area yang tidak mudah diakses dari bawah.
Damkar Cilacap menutup dengan harapan agar edukasi yang diberikan bisa menjadi pengingat bagi pengguna drone untuk selalu mengecek kapasitas baterai sebelum menerbangkan perangkat.
Gatot juga menegaskan bahwa penanganan yang dilakukan bukan sekadar mengambil perangkat, melainkan diawali dengan memastikan kondisi drone tetap aman dan tidak memicu risiko tambahan di area stadion. Setelah itu, tim menyesuaikan cara penjangkauan dengan posisi drone yang tersangkut di bagian bawah atap, agar upaya pengambilan dapat berjalan tertib.
Kasus ini lantas menjadi pengingat bagi pemilik drone agar tetap disiplin saat mengudara. Selain memantau respons drone, pengguna perlu memperhitungkan sisa baterai sebelum mencapai ketinggian tertentu, sehingga perangkat tidak mendadak kehilangan tenaga dan mendarat di lokasi yang sulit dijangkau. Dengan langkah preventif tersebut, kejadian serupa di ruang dengan struktur atap seperti stadion dapat diminimalkan.












