Internasional

Warga Inggris Bradley Townsend tewas saat berjuang untuk Rusia di Ukraina

×

Warga Inggris Bradley Townsend tewas saat berjuang untuk Rusia di Ukraina

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Briton Bradley Townsend killed fighting for Russia in Ukraine

jurnalistik.co.id – Bradley Townsend, warga Inggris, dilaporkan tewas di Ukraina saat berjuang untuk Rusia. Kematian pria berusia 33 tahun itu diduga terjadi setelah serangan drone FPV yang dikendalikan jarak jauh di wilayah Donetsk bagian timur, pada 10 Juni.

Menurut laporan BBC, kematian Townsend diyakini menjadi yang pertama dari seorang warga negara Inggris yang bertempur untuk Rusia dalam konflik Ukraina. Tragedi ini muncul di tengah kunjungan Andy Burnham ke Kyiv, yang menjadi perjalanan luar negeri pertamanya sebagai perdana menteri Inggris.

Townsend dikabarkan meninggalkan rumahnya di Barnsley, South Yorkshire, pada awal tahun ini. Ia sebelumnya memberi tahu keluarganya bahwa ia akan pergi ke Rumania, sebagaimana disebutkan mengacu pada laporan Yorkshire Post.

Kementerian Luar Negeri, persemakmuran, dan pembangunan Inggris (FCDO) menyatakan telah mengetahui laporan mengenai kematian warga negara Inggris di Ukraina. FCDO juga menyebut bahwa pihaknya menjalin komunikasi dengan keluarga Townsend.

Konfirmasi atas kabar kematian Townsend datang bersamaan dengan suasana diplomatik di Kyiv yang bertepatan dengan peringatan 35 tahun kemerdekaan negara tersebut dari Uni Soviet. Dalam kaitan kebijakan pemerintah Inggris, disebutkan bahwa pemerintah telah menyetujui penyerahan cetak biru komponen buatan Inggris untuk rudal Scalp.

Dalam pemberitaan yang sama, Scalp disebut sebagai versi Prancis dari rudal jelajah Storm Shadow milik Inggris. Rangkaian kebijakan itu disebut memungkinkan Ukraina memproduksi senjata tersebut secara domestik.

BBC juga menyoroti unggahan video daring yang dibagikan pada 4 April. Dalam video itu, Townsend tampil bersama Ben Stimson dan Aiden Minnis, yang disebut telah memperoleh kewarganegaraan Rusia karena berjuang di Donbas yang diduduki. Video tersebut diunggah ke sebuah akun rekrutmen Rusia.

Di dalam video, Townsend memperkenalkan dirinya sebagai “a normal working-class lad from Yorkshire”. Ia kemudian membahas konsekuensi dari keputusannya meninggalkan Inggris dan memilih untuk berjuang bagi Rusia. Townsend mengatakan, “I came with the idea that I probably won’t be able to go home, definitely get persecuted if I went back.” Ia menambahkan, “I’m not here for a suicide mission, but I understand that’s what can happen.”

Stimson berasal dari Oldham, sementara Minnis berasal dari Wiltshire. Keduanya diyakini sebagai orang Inggris pertama yang bertempur bagi Presiden Rusia Vladimir Putin sejak ia memerintahkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022. BBC juga menyebut Stimson pernah dipenjara di Inggris pada 2015 karena bergabung dengan separatis pro-Rusia di bagian timur Ukraina.

Sementara itu, kematian Townsend diumumkan oleh Minnis melalui unggahan di media sosial. Dalam pengumuman itu, Minnis memakai panggilan Townsend “Badger”.

Menanggapi situasi tersebut, FCDO menyatakan bahwa pihaknya menasihati penolakan untuk melakukan perjalanan ke Rusia. Pernyataan FCDO menyebut, “our ability to provide consular support in these circumstances is severely limited”.

Adapun imbauan perjalanan Inggris untuk Ukraina juga disertai peringatan bahwa pergi ke Ukraina untuk berperang atau membantu pihak lain yang terlibat dalam perang dapat dipandang sebagai pelanggaran menurut hukum Inggris. FCDO menambahkan, “You could be prosecuted on your return to the UK,”

BBC menyatakan bahwa sejumlah warga negara Inggris telah tewas selama perang ini. Namun, semuanya disebut bertempur untuk Ukraina, mengikuti serangan Rusia terhadap negara tersebut sejak 2022. Dalam konteks itu, Townsend diperkirakan merupakan orang kedua dari Yorkshire yang tewas dalam konflik.

Laporan menyebut seorang pria lain dari Yorkshire, yaitu James Wilton yang berusia 18 tahun dari Huddersfield, tewas pada 2024. Wilton disebut terbunuh setelah menjadi sukarelawan untuk berjuang bagi Ukraina.