Internasional

Historic England meminta revisi City Plan 2040 agar Tower of London tetap terlindungi

×

Historic England meminta revisi City Plan 2040 agar Tower of London tetap terlindungi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Historic England urges city plan tweak to protect Tower of London

jurnalistik.co.id – Historic England mendorong perubahan pada rancangan City Plan 2040 milik City of London Corporation, dengan fokus pada lokasi pembangunan baru di area yang berjarak dekat dengan Tower of London.

Menurut para ahli, tanpa amandemen pada draf rencana setempat tersebut, Tower of London berada dalam posisi “at risk” untuk masuk daftar UNESCO World Heritage in Danger.

Historic England menyatakan ada “serious concern” terhadap kondisi situs ikonik itu, terutama karena ukuran potensi gedung-gedung pencakar langit di bagian timur Square Mile di masa mendatang.

Lembaga penasihat pemerintah itu menargetkan penyesuaian City Plan 2040, khususnya aturan mengenai di mana pengembangan baru boleh diizinkan apabila berada di sekitar Tower of London.

City of London Corporation menilai usulan Historic England akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan tidak membawa perbedaan berarti bagi perlindungan warisan.

Dalam keterangan yang sama, Corporation menegaskan bahwa draf City Plan 2040 telah disusun selama bertahun-tahun dan konsisten menempatkan kebutuhan ruang kantor sebagai dasar perencanaan.

Corporation juga menetapkan target minimum tambahan seluas 1.2m sq ft pada tahun 2040 untuk memenuhi permintaan.

Arah kebijakan ditahan untuk ditinjau ulang

Pada bulan Juni, Menteri Perumahan Matthew Pennycook mengarahkan para inspektor untuk menghentikan publikasi laporan, agar usulan Historic England dapat dipertimbangkan lebih lanjut.

Langkah tersebut juga diikuti pengaturan dengar pendapat tambahan untuk menelaah dampak terhadap Tower of London.

Melalui pernyataan tertulis, Historic England menyebut perubahan yang diajukannya tidak akan menghalangi City dalam mencapai kebutuhan luas lantai kantor sebagaimana dipersyaratkan.

Organisasi itu berargumen bahwa posisinya “justified” dan merupakan “the minimum response necessary” guna melindungi World Heritage Site.

Pro-kontra: perlindungan vs ekonomi dan investasi

City of London Corporation menanggapi dengan menyatakan usulan Historic England akan “unduly restrict economic growth”.

Chris Hayward, yang menjabat sebagai policy chairman dan political head Corporation, menyampaikan kepada para inspektor bahwa arahan Pennycook telah membuat beberapa skema mandek dan memengaruhi kepercayaan investor.

Hayward mengutip bahwa “We made no secret of our frustration at the delay,” lalu menambahkan bahwa “Uncertainty in the planning system is a drag on economic growth, investment and infrastructure delivery.”

Ia juga menegaskan, “In the City, where schemes are complex, constrained and require significant upfront investment, that doubt is especially damaging.”

Dengan kata lain, Corporation memandang penundaan dan ketidakpastian prosedur perencanaan sebagai faktor yang ikut menekan kemampuan proyek infrastruktur dan investasi untuk bergerak.

Pandangan Historic England dan dukungan dari pihak terkait

Dalam bagian tanya jawab mengenai World Heritage in Danger List, Ben Du Feu—seorang barrister yang mewakili Historic England—menyatakan bahwa perubahan yang diusulkan akan menghasilkan hubungan yang “a more deferential relationship between the [Tower and the City Cluster]”.

Melissa Hamnett, direktur istana dan koleksi di Historic Royal Palaces, ikut mendukung posisi lembaga warisan tersebut.

Menurut pihak-pihak pendukung, pengaturan ulang pada rencana pengembangan di sekitar Tower perlu memperhitungkan sensitivitas kawasan agar risiko terhadap status warisan dunia dapat diminimalkan.

Persepsi otoritas lokal dan tahapan proses berikutnya

Sementara itu, perwakilan dari Tower Hamlets Council menyampaikan bahwa meski perubahan dari Historic England berpotensi menurunkan dampak buruk bagi World Heritage Site, mereka percaya proposal Corporation tetap memadai jika mempertimbangkan langkah perlindungan lain yang tercantum dalam rancangan Plan.

Para inspektor dijadwalkan menyiapkan surat kepada Corporation yang akan ditandatangani oleh Menteri Perumahan, dan surat tersebut akan memicu tahap berikutnya dari proses yang sedang berjalan, sebagaimana disebutkan oleh Local Democracy Reporting Service.

Dengan demikian, perdebatan berlanjut pada titik keseimbangan antara kebutuhan ruang kantor yang dicanangkan dalam City Plan 2040 dan kekhawatiran Historic England terkait ukuran pengembangan masa depan di sekitar Tower of London.

Keputusan pada tahap berikutnya diperkirakan akan menentukan apakah penyesuaian dalam rencana zonasi dan izin pengembangan akan diadopsi, atau apakah pendekatan perlindungan yang lebih luas dalam draf rencana akan dianggap cukup untuk menjaga situs warisan dunia agar tidak masuk daftar bahaya UNESCO.