jurnalistik.co.id – Chandika Shrestha, perempuan berusia 64 tahun dari Nepal, ditemukan masih hidup di rumahnya yang tertimbun sebagian oleh lumpur dan material lainnya setelah lebih dari 10 hari sejak bencana melanda kawasan lembah Himalaya.
Peristiwa itu terjadi ketika sebuah ātembokā berisi es, batu, dan lumpur menghantam lembah di Himalaya, sehingga mengganggu jalur dan menimbulkan kerusakan berat di wilayah tersebut.
Seiring berjalannya waktu, tim penyelamat terus melakukan pencarian dan menemukan korban yang selamat. Upaya ini berlangsung meski sudah melewati lebih dari 10 hari sejak kejadian awal.
Dalam laporan yang dikutip oleh Reuters, Chandika Shrestha ditemukan hidup pada 5 September. Proses penemuan dilakukan di wilayah Nuwakot, Nepal.
Menurut Reuters, perempuan itu ditemukan berada di lantai empat sebuah rumahnya yang tertimbun sebagian. Posisi tersebut disebutkan berada di bagian rumah yang tidak sepenuhnya tertutup material, sehingga memungkinan akses tim penyelamat ke korban.
Reuters juga melaporkan bahwa penemuan Chandika Shrestha dilakukan oleh Kepolisian Bersenjata Nepal (Nepalās Armed Police Force). Informasi ini merinci peran tim yang melakukan pencarian dan memastikan kondisi korban ditemukan.
Setelah ditemukan, Chandika Shrestha kemudian dievakuasi dengan penerbangan udara. Ia dilaporkan diterbangkan menuju rumah sakit di Kathmandu untuk perawatan.
Langkah evakuasi melalui jalur udara tersebut memperlihatkan kebutuhan penanganan cepat setelah korban ditemukan dalam kondisi rumah yang tertimbun. Proses perawatan selanjutnya direncanakan di Kathmandu sebagaimana diberitakan Reuters.
Berita Terkait
Secara keseluruhan, temuan terhadap Chandika Shrestha menjadi bagian dari rangkaian operasi pencarian yang masih berlangsung setelah bencana awal. Upaya penyelamatan disebut terus dilakukan untuk menemukan lebih banyak penyintas di tengah dampak kerusakan dan timbunan material.
Reuters melaporkan rincian kasus ini dalam konteks operasi yang lebih luas pada bencana di Nepal. Dalam laporan tersebut, penemuan di Nuwakot dan evakuasi menuju rumah sakit di Kathmandu menjadi informasi utama yang menyertai kabar korban ditemukan hidup.
Dengan demikian, setelah kejadian yang melibatkan runtuhan es, batu, dan lumpur pada sebuah lembah di Himalaya, operasi pencarian tetap berlangsung lebih dari 10 hari. Pada periode itu, Chandika Shrestha akhirnya ditemukan masih hidup pada 5 September di rumahnya yang tertimbun sebagian, kemudian diterbangkan ke Kathmandu untuk mendapatkan perawatan medis.
Kabar mengenai Chandika Shrestha menegaskan bahwa proses pencarian tidak berhenti meski waktu terus berjalan. Dalam periode lebih dari 10 hari setelah peristiwa awal, tim pencari tetap melakukan penelusuran dan menilai area yang terdampak, sampai akhirnya ada tanda-tanda kehidupan yang ditemukan di lokasi kejadian.
Lokasi penemuan disebut berada di wilayah Nuwakot, Nepal, dan terkait dengan bagian rumah yang tertimbun sebagian. Disebutkan bahwa material penimbunan tidak menutup sepenuhnya ruang tempat korban berada, sehingga memungkinkan adanya akses bagi tim penyelamat untuk menjangkau dan memeriksa kondisinya.
Dalam laporan yang dikutip Reuters, peran Kepolisian Bersenjata Nepal juga ditekankan. Organisasi tersebut dilaporkan terlibat dalam operasi pencarian dan memastikan bahwa korban benar-benar ditemukan dalam keadaan masih hidup, sebelum langkah berikutnya dilakukan untuk penanganan medis.
Setelah ditemukan, Chandika Shrestha kemudian dipindahkan melalui evakuasi udara. Upaya transportasi ke Kathmandu disebut menjadi bagian dari rencana perawatan, sehingga korban bisa segera mendapatkan fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut setelah berada dalam kondisi rumah yang tertimbun sebagian.
Temuan ini juga diposisikan Reuters sebagai bagian dari operasi yang lebih luas pada bencana di Nepal. Dengan temuan terhadap satu penyintas, pencarian tetap diarahkan untuk menemukan kemungkinan korban lain, sementara dampak kerusakan dan timbunan material di wilayah terdampak terus menjadi tantangan bagi tim penyelamat.












