Internasional

Hunter Biden: Pengampunan ‘not good’ bagi Amerika dan legacy ayahnya

×

Hunter Biden: Pengampunan ‘not good’ bagi Amerika dan legacy ayahnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hunter Biden says pardon was 'not good' for America or his father's legacy

jurnalistik.co.id – Hunter Biden mengatakan pengampunan presiden dari ayahnya, mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, adalah pilihan yang “not good” bagi Amerika dan juga bagi warisan sang ayah.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan BBC Newsnight, di mana ia membela keputusan yang sejak awal memicu kritik dan menyinggung kondisi kesehatan ayahnya yang terus menurun.

Dalam wawancara tersebut, Hunter Biden menilai dirinya “the most privileged person there is” setelah menerima pengampunan. Ia mengakui bahwa keputusan itu bukan hal yang baik bagi rakyat Amerika, Konstitusi, maupun legacy Joe Biden.

Namun, ia juga menempatkan pembelaannya pada konteks pribadi. Hunter Biden menegaskan bahwa ia memahami kritik yang muncul, sekaligus mempertanyakan sikap seandainya ayahnya tidak melakukan tindakan itu.

Ia menyampaikan pemikirannya dengan kalimat: “What would you have thought of my dad if he did not do that for me.” Menurutnya, pengampunan itu memang mudah dikritik, “and for good reason”, tetapi ia tetap menyatakan bahwa ia bersyukur keputusan itu diambil untuk dirinya.

Hunter Biden menambahkan, “It’s not fair… All I know is that I’m grateful that he did it for me.” Ia menyebut pengampunan itu “not good” bagi “the American people, the Constitution – or his father’s legacy”.

Di sisi lain, Hunter Biden berpendapat bahwa Joe Biden akhirnya mengambil langkah itu karena kekhawatiran Hunter akan menjadi sasaran ketika pemerintahan Donald Trump akan segera masuk. Ia mengatakan bahwa dirinya, dalam pandangannya, merupakan satu-satunya orang yang dapat menerima apa yang ia terima.

Hunter Biden menyatakan, “I was the only one in the world that could have gotten what I got from the only person in the world who could give it, my father.” Ia juga menolak gagasan bahwa ada pembicaraan soal pengampunan sebelum keputusan itu benar-benar diberikan.

Menurut Hunter Biden, “There is no way that you can have those kinds of discussions that would not become public.” Ia menegaskan bahwa ia dan ayahnya tidak membahas kemungkinan pengampunan sebelum keputusan tersebut turun.

Pengampunan penuh dan tanpa syarat itu diberikan Presiden Biden kepada putranya pada Desember 2024. Keputusan itu muncul meski sebelumnya Joe Biden berkali-kali menyatakan bahwa ia tidak akan menggunakan kewenangan kepresidenan untuk ikut campur dalam perkara hukum putranya.

Dalam pengumuman keputusannya, Joe Biden mengatakan bahwa putranya telah mengalami penuntutan yang “selectively and unfairly prosecuted”. Pengampunan itu mencakup keyakinan bersalah Hunter Biden terkait tindak pidana kepemilikan senjata federal, kasus pajak yang ia akui melalui pengakuan bersalah, serta semua pelanggaran federal yang dilakukan antara 2014 hingga 2024.

Wawancara juga menyinggung momen ketika Hunter Biden melihat perubahan kondisi kesehatan ayahnya. Saat membahas sakit yang dialami Joe Biden, ia tampak emosional dan menghentikan kalimatnya untuk menata napas.

Hunter Biden berkata, “Cancer is really hard,” lalu menambahkan, “It’s really sad to watch.” Ia menegaskan, “My dad is, to this day, the centre of our family,” dan menggambarkan Joe Biden sebagai sosok terbaik dalam keluarganya.

Hunter Biden mengatakan, “He’s the best father, the best husband, the best grandfather.” Ia juga menjelaskan bahwa kanker yang diderita Joe Biden telah menyebar, menggambarkannya sebagai kondisi yang “very painful” dan “very debilitating”.

Dalam bagian itu, ia mengatakan, “The only thing that I say about my dad, about his health right now, is I wish he would complain more.” Ia menyebut keterlibatan sang ayah dalam kehidupan publik masih berlanjut, termasuk tekad untuk terus berbicara di hadapan masyarakat.

Hunter Biden turut menanggapi jalannya pemilihan presiden yang berujung pada berakhirnya kampanye ayahnya setelah debat pada Juni 2024. Ia menyatakan bahwa ia menonton debat tersebut dari rumahnya di California dan langsung merasakan ada sesuatu yang tidak beres.

Ia berkata, “I was shocked,” dan menambahkan, “I knew something was wrong.” Hunter Biden sebelumnya juga berpendapat bahwa penampilan debat Joe Biden yang buruk berkaitan dengan kelelahan fisik setelah perjalanan panjang.

Ia bahkan mempertanyakan apakah penyakit yang kemudian terdiagnosis bisa saja sudah memengaruhi ayahnya sejak sebelum debat tersebut berlangsung. Ia menyatakan setelah diagnosis kanker, ia kembali menilai kemungkinan dampak kondisi itu terhadap sang ayah.

Ketika ditanya soal rumor bahwa ia mungkin terjun ke politik, atau bahkan mencalonkan diri sebagai presiden, Hunter Biden menyatakan tidak ada ketertarikan pada jabatan terpilih. Ia menegaskan, ia tidak memiliki “no interest in elected politics” dan menolak anggapan bahwa suatu hari ia akan mencari kantor publik.

Sebagai gantinya, ia mengatakan ingin memusatkan waktu pada pembicaraan mengenai kecanduan dan pemulihan. Ia menggambarkan isu itu sebagai sesuatu yang dapat menjembatani perbedaan politik di Amerika.

Hunter Biden berkata, “I believe that addiction and the hope of recovery are something that connect us all.” Ia juga menjelaskan apa yang paling membuatnya bangga pada ayahnya, yang bukan didasarkan pada masa jabatan publik, melainkan pada ketangguhan Joe Biden.

Hunter Biden menyampaikan, “I’m most proud of his resilience.” Ia menambahkan bahwa Joe Biden telah berkali-kali membuktikan kemampuan untuk bangkit ketika terjatuh, serta menyebut sang ayah sebagai orang yang paling kuat baginya.

Ia berkata, “He’s proven time and time again that when you get knocked down, you can get up.” Hunter Biden menutup bagian itu dengan kalimat, “He’s the toughest man I know.”