Entertainment

Michael Kiwanuka Ungkap Sedang Pulih Usai Stroke, Rehabilitasi Masih Panjang

×

Michael Kiwanuka Ungkap Sedang Pulih Usai Stroke, Rehabilitasi Masih Panjang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Michael Kiwanuka: Singer reveals he is recovering from a stroke

jurnalistik.co.id – Michael Kiwanuka baru-baru ini membuka kondisi kesehatannya setelah mengalami stroke. Melalui unggahan di Instagram, penyanyi asal London itu menyebut pemulihannya masih membutuhkan waktu panjang.

Kiwanuka mengatakan serangan stroke terjadi “beberapa bulan lalu”. Ia menautkannya pada perdarahan di otak yang dipicu tekanan darah tinggi, sehingga dampak medis yang ia terima dinilai cukup berat.

Dalam keterangannya, musisi berusia 39 tahun itu menegaskan cedera otak yang dialaminya “cukup parah”. Karena itu, ia menyatakan masih ada banyak tahap rehabilitasi yang harus dijalani sebelum kembali menjalani aktivitas normal.

Ia juga menyebut perjalanan pemulihan ini tidak instan. Kiwanuka menilai proses tersebut sebagai perjalanan panjang dan menantang, sekaligus menyampaikan bahwa ia terus berjuang agar kondisinya membaik.

Kiwanuka mengakui bahwa beberapa jadwal tampilnya harus tertunda. Ia menyatakan absen pada sejumlah konser baru-baru ini saat berada di Amerika Serikat, karena proses kesehatan yang belum memungkinkan untuk tampil.

Di saat yang sama, Kiwanuka tetap membahas rencana musiknya. Ia mengumumkan album kelima berjudul “Fudge”, yang direkam sebelum ia mengalami stroke.

“Fudge” sedianya dijadwalkan rilis pada tahun lalu, namun ditunda. Kiwanuka menjelaskan bahwa beberapa bulan belakangan ia menghadapi persoalan kesehatan yang berpotensi menghambat proses bermusik untuk waktu ke depan.

Ia menambahkan, hingga kini ia belum dapat memastikan kapan akan kembali tampil di panggung atau seperti apa bentuk rangkaiannya nanti. Menurutnya, karena cedera otak yang ia alami cukup serius, rehabilitasi menjadi bagian yang harus diprioritaskan terlebih dulu.

Unggahan Kiwanuka juga berisi rasa terima kasih. Ia menyampaikan apresiasi kepada staf layanan kesehatan NHS serta setiap tenaga profesional medis yang membantu perawatannya dan terus mendorongnya selama proses pemulihan.

Penyanyi yang selama ini dikenal lewat lagu-lagu bergenre soul dan folk modern itu menyebut masa yang ia lewati sebagai salah satu tantangan paling berat. Ia mengatakan akan merasa lega ketika berada di “sisi yang lain” dari proses tersebut.

Kiwanuka berharap dapat bertemu kembali dengan penggemarnya dalam waktu dekat. Ia menulis bahwa meski beberapa waktu belakangan berat, ia merasakan kondisinya mulai bergerak ke arah yang lebih baik.

Perjalanan karier Kiwanuka juga turut menjadi konteks dalam pengumuman ini. Ia mulai dikenal luas sekitar 15 tahun lalu saat dinobatkan sebagai BBC Sound of 2012.

Sejak itu, ia membangun reputasi sebagai salah satu penulis lagu dan penyanyi paling mendapat sorotan di Inggris. Tiga album pertamanya masuk nominasi Mercury Prize untuk album Britania atau Irlandia terbaik, sebelum akhirnya meraih penghargaan tersebut pada 2020 lewat album ketiganya yang bertajuk “Kiwanuka”.

Album “Kiwanuka” juga mengantarkannya pada nominasi kategori utama di ajang Brit Awards, termasuk untuk penampilan solo pria terbaik dan album tahun ini. Di tingkat internasional, album itu turut membuatnya dinominasikan pada Grammy Awards untuk kategori album rock terbaik.

Namun pada Juli 2025, Kiwanuka membatalkan seluruh pertunjukan langsung atas saran medis. Ia menyebut pembatalan itu terkait kondisi yang berlangsung, yang saat itu digambarkan sebagai “continued illness”.

Untuk “Fudge”, sebelum rilis, Mojo Magazine sempat menilai album ini sebagai karya yang “intimate” dan “brooding”. Menurut ulasan tersebut, album ini dipengaruhi oleh “On the Beach” karya Neil Young.

Dengan pengungkapan mengenai stroke dan rehabilitasi yang masih berjalan, Kiwanuka kini menempatkan pemulihan sebagai prioritas utama. Ia berharap dapat kembali menyapa penonton, sambil menegaskan bahwa ia masih membutuhkan waktu untuk melewati proses pemulihan sepenuhnya.