jurnalistik.co.id – Tes darah terhadap warga Thornton-Cleveleys, Lancashire, menemukan kadar PFOA yang dinilai sangat tinggi pada puluhan orang yang tinggal di sekitar pabrik kimia besar di Inggris. Warga yang ikut pemeriksaan diberi tahu bahwa mereka bisa berada pada risiko lebih tinggi untuk sejumlah kondisi kesehatan serius akibat zat tersebut.
PFOA termasuk kelompok “forever chemicals” atau PFAS, yakni senyawa yang tidak mudah terurai sehingga dapat bertahan lama di lingkungan. PFOA sendiri telah dilarang di Inggris sejak 2020 karena World Health Organization (WHO) mengklasifikasikannya sebagai karsinogen Grup 1—artinya terdapat bukti ilmiah yang jelas bahwa zat itu dapat meningkatkan risiko kanker.
Di Thornton-Cleveleys, investigasi terkait kontaminasi PFOA sudah berlangsung bertahun-tahun. Environment Agency menyoroti dugaan pencemaran pada tanah dan makanan yang ditanam secara lokal, yang diyakini berkaitan dengan keberadaan zat tersebut di area sekitar pabrik.
Investigasi tersebut menyimpulkan kadar tinggi kemungkinan berasal dari AGC Chemicals, yang menggunakan PFOA untuk memproduksi pelapis bagi wajan penggorengan hingga 2012. PFOA kemudian dikenal sebagai zat yang terbawa dalam lingkungan karena sulit terurai, sehingga jejaknya dapat ditemukan pada komponen yang lebih luas, termasuk makanan yang dikonsumsi warga.
Environment Agency bersama Wyre Council melakukan pengujian di area dekat pabrik AGC Chemicals sejak 2024. Hasilnya menunjukkan PFOA ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi di tanah, telur, serta sayuran yang ditanam secara lokal.
Menindaklanjuti temuan itu, dua lokasi kebun jatah (allotment) ditutup dan dipersiapkan untuk diklasifikasikan sebagai contaminated land. Bagi warga yang berada dalam radius 1 kilometer dari pabrik, mereka juga diberi nasihat untuk mengupas buah atau sayuran yang ditanam di kebun masing-masing.
Sejumlah warga sebelumnya meminta agar pihak terkait menguji darah mereka untuk mengetahui kadar PFOA. Namun menurut UK Health Security Agency, pemantauan PFAS pada individu saat ini tidak direkomendasikan karena “tests are unlikely to provide clear information for individuals”.
Meski demikian, opsi tes independen kemudian ditawarkan. Manchester Metropolitan University menjalankan pengujian, dengan biaya dibayar oleh jurnalis investigasi Watershed dan Law for Change—yang mendukung penanganan perkara terkait isu lingkungan.
Pada Rabu, 49 warga yang secara sukarela berpartisipasi diberi tahu hasil pembacaan kadar PFOA dari sampel darah mereka. Dari seluruh peserta, 70% menunjukkan kadar yang, menurut panduan otoritas di Amerika Serikat dan Jerman, dapat menempatkan mereka pada risiko lebih tinggi terhadap efek kesehatan yang merugikan.
Sam, salah satu warga yang ikut tes bersama suaminya, mengatakan ia dan keluarga kaget saat menerima hasil. Ia menyampaikan, “When we opened the results…it was like, my God, that is ridiculously off the scale.”
Sam menambahkan dampak emosional yang ia rasakan. Ia mengatakan, “I feel guilty because I’ve introduced [my children] to that way of life. I know it isn’t my fault, but the guilt is horrific. Knowing that I’ve offloaded what levels I probably had over the years into those children when I breastfed them – that’s heartbreaking,”
Dalam penuturannya, kejutan terbesarnya justru datang dari hasil putranya. Sam menyatakan bahwa ia merasa bersalah, sekaligus menggambarkan betapa sulitnya menerima kenyataan itu bagi keluarganya.
Andrew Molloy juga termasuk di antara peserta yang menerima hasil pada kategori risiko tertinggi. Ia berkata, “I was half expecting it to be just normal,”
Andrew menambahkan bahwa ia sebelumnya menganggap risiko terutama berkaitan dengan pola konsumsi dari kebun. Ia menuturkan, “Because the investigation here has all been focused on – you’re only really being at risk if you eat fruit and veg from the garden or grow your own eggs – which I don’t.”
Andrew menyebut rumahnya dibangun di atas lahan yang dulu merupakan bagian dari area pabrik. Ia mengikuti tes karena khawatir terhadap masalah kesehatan yang terus-menerus dialami keluarganya.
Ia juga menyatakan langkah yang akan diambil setelah memperoleh data tersebut. Andrew mengatakan, “One of the first things I’m going to do is take [the results] to my GP and at least get it on my record. They seem to refuse to do anything related to this, but now I have hard information and data,”
Berita Terkait
Mario Panteli menggambarkan keadaan emosionalnya setelah menerima hasil yang juga tergolong tinggi. Ia mengatakan hasilnya “quite emotional, a shock”.
Mario menyampaikan perubahan besar yang ia bayangkan dalam kehidupan sehari-hari keluarganya. Ia menambahkan, “I bought a property, assuming that this is our forever home. I’m going to have to stop my children from going in the garden, front and back. I feel constricted, like I’m in a cage now.”
Sementara itu, Dr David Megson—yang menjalankan pengujian di Manchester Metropolitan University—menyatakan bahwa hasil tersebut membuatnya merasa sakit. Ia berkata, “To me, it shows something seriously wrong has happened to that community in that area, that the levels were far higher than anything we would have ever expected to see in the general population.”
Dalam penjelasan yang muncul dari konteks pengujian, Inggris tidak memiliki rekomendasi mengenai kadar PFAS yang dianggap dapat diterima pada manusia. Meski begitu, berdasarkan pedoman dari AS dan Jerman, kadar yang meningkat pada darah dapat dikaitkan dengan kemungkinan efek kesehatan.
Otoritas di AS dan Jerman menyebut beberapa kemungkinan dampak, antara lain risiko lebih tinggi terhadap penurunan fungsi tiroid, kanker ginjal, kanker testis, kolesterol yang meningkat, preeklamsia, serta ulcerative colitis. Meski demikian, keberadaan kadar PFAS yang tinggi di dalam darah tidak berarti setiap warga pasti akan mengalami kondisi tersebut.
Menurut pandangan yang juga dibahas dalam konteks tersebut, otoritas di AS dan Jerman justru menyarankan agar warga dengan kadar yang meningkat ditawari pemeriksaan kesehatan lanjutan. Tujuannya untuk memantau potensi dampak, meski hubungan sebab-akibat pada tingkat individu tetap perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi medis.
Di luar pengujian, sejumlah warga menyatakan kemungkinan mengambil langkah hukum bersama. Lebih dari 100 warga—termasuk mereka yang telah dites—sedang mempertimbangkan gugatan tindakan hukum kelompok terhadap AGC Chemicals untuk menuntut ganti rugi atas kontaminasi.
Sarah Moore, partner di firma hukum Leigh Day yang mewakili sebagian warga, mengatakan kompensasi bisa diajukan terkait kerugian finansial pada rumah warga dan dampak pada penggunaan serta kenikmatan atas lahan. Ia juga menambahkan bahwa kerugian dapat dikaitkan dengan risiko kesehatan, menyebut, “in relation to the health risks, which we now consider to be a significant issue as a result of the testing we’ve been doing locally”.
Moore menilai kasus yang dibahas berpotensi menjadi tonggak. Ia mengatakan, “groundbreaking in the UK,” dan menyebut ini akan menjadi pertama kalinya sebuah komunitas membawa klaim hukum di Inggris terkait kontaminasi dari forever chemicals.
Secara internasional, salah satu perkara besar terkait PFOA pernah terjadi di West Virginia, Amerika Serikat, yang kemudian digambarkan dalam film tahun 2019 berjudul Dark Waters. Dalam kasus itu, DuPont dan Chemours Co menyelesaikan lebih dari 3.500 gugatan PFOA dengan total $671 juta (ÂŁ526 juta), dan keduanya selalu membantah kesalahan mereka.
Untuk menelusuri akar masalah di Thornton-Cleveleys, disebutkan bahwa pabrik tersebut mulai beroperasi pada 1950-an, ketika ICI memproduksi pelapis untuk wajan non-stick menggunakan PFOA. AGC Chemicals kemudian mengambil alih pabrik pada 1999 dan terus memakai PFOA hingga 2012, saat perusahaan mengganti bahan dengan senyawa pengganti bernama EEA-NH4.
Menurut informasi yang disampaikan, EEA-NH4 juga ditemukan dalam darah 10 dari 49 warga yang dites. Temuan ini kemudian memperluas pembahasan mengenai jejak senyawa terkait yang mungkin ikut terdeteksi pada pemeriksaan.
Juru bicara AGC Chemicals mengatakan situs itu memproduksi bahan kimia jauh sebelum perusahaan berdiri. Perusahaan juga menyatakan, “Since the wider multi-agency investigation is still ongoing and no formal determination of land contamination has been made, we cannot speculate on future outcomes or next steps,”
Belakangan, AGC Chemicals menyatakan pabrik akan ditutup pada akhir tahun ini. Keputusan itu disebut terjadi setelah perusahaan menilai tidak ada “viable solution to keep the site operating in the context of a volatile and competitive market”.
Di sisi rekomendasi kesehatan, disebutkan bahwa diperlukan tes darah lanjutan di komunitas yang lebih luas untuk memahami skala persoalan. Rujukan pembanding yang disebut berasal dari laporan PFAS di Jersey yang merekomendasikan agar warga dengan kadar meningkat ditawari perawatan, termasuk obat penurun kolesterol dan blood letting, yakni penarikan darah bertahap dari pembuluh vena agar tubuh dapat mengisi kembali secara alami.
Wyre Borough Council menyatakan pihaknya memahami persoalan PFAS sebagai bidang riset ilmiah yang terus berkembang. Dewan mengatakan akan terus mendorong agar ada pembaruan nasihat serta panduan dari lembaga kesehatan ahli untuk kepentingan masyarakat seiring bukti baru tersedia.
Dalam situasi yang sama, hasil tes darah di Thornton-Cleveleys kini menjadi fokus baru bagi warga, peneliti, dan otoritas setempat—karena data yang muncul menempatkan persoalan kontaminasi bukan hanya pada tanah dan makanan, tetapi juga pada jejak yang terukur di tubuh.












