Internasional

Iran: Trump Diduga Alami Skizofrenia Terkait Klaim Selat Hormuz Milik AS

×

Iran: Trump Diduga Alami Skizofrenia Terkait Klaim Selat Hormuz Milik AS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Iran: Trump Mengidap Skizofrenia Hormuz

jurnalistik.co.id – Kazem Gharibabadi melontarkan kritik keras terhadap unggahan Donald Trump yang memasukkan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Iran itu, klaim tersebut mengarah pada “skizofrenia” dan “delusi”.

Kritik ini muncul setelah Trump, pada hari Kamis, mengunggah sebuah foto yang menempatkan Selat Hormuz dalam konteks “Wilayah AS” (US Territories). Di unggahan tersebut, Selat Hormuz disebut sebagai entitas “BARU” yang disandingkan dengan wilayah lain seperti Puerto Riko dan Guam.

Keesokan harinya, Gharibabadi menanggapi unggahan Trump melalui platform X. Ia menyampaikan bahwa gangguan yang ia sebut sebagai “skizofrenia” merupakan kondisi yang berkaitan dengan pola pikir dan persepsi yang menyimpang dari kenyataan.

Gharibabadi menjelaskan, “Skizofrenia adalah gangguan psikotik akut dan kompleks yang ditandai dengan gangguan pola pikir serta persepsi yang menyimpang terhadap kenyataan.” Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung bahwa gejala umumnya meliputi halusinasi dan delusi.

Ia kemudian menambahkan, “Pasien semacam itu seharusnya berada di bawah pengawasan 24 jam dan menjalani perawatan medis.” Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas klaim Trump yang menyatakan AS memiliki kendali penuh terhadap Selat Hormuz.

Dalam artikel ini juga ditegaskan bahwa ini bukan kali pertama Trump mengungkap pandangannya soal AS yang “memiliki kendali penuh” atas Selat Hormuz. Kritik Gharibabadi hadir sebagai penegasan sikap Iran terhadap cara Trump menampilkan wilayah tersebut dalam unggahan publiknya.

Unggahan Trump disebut menampilkan Selat Hormuz sebagai wilayah “BARU” dalam daftar “Wilayah AS” yang mencakup sejumlah entitas lain. Dengan penyusunan itu, Gharibabadi menilai publikasi klaim tersebut sebagai bagian dari delusi yang berhubungan dengan persepsi yang keliru.

Respons Gharibabadi memperlihatkan bagaimana isu Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah unggahan Trump, baik dalam bentuk gambar maupun penempatan Selat Hormuz di daftar wilayah yang diklaim. Di sisi lain, pernyataan yang ia sampaikan menggunakan bahasa medis untuk menggambarkan kondisi psikotik yang menurutnya sejalan dengan klaim Trump.

Secara keseluruhan, kritik tersebut menempatkan pernyataan Trump tentang status Selat Hormuz sebagai pemicu utama. Melalui rangkaian komentar di X setelah unggahan pada Kamis, Gharibabadi menyampaikan penilaian tajam disertai kutipan mengenai skizofrenia, delusi, hingga rekomendasi pengawasan serta perawatan medis selama 24 jam.

Catatan waktu pemberitaan

Berita ini dimuat dengan keterangan Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 06:28 WIB. Isi laporan merujuk pada unggahan Trump yang terjadi pada hari Kamis dan tanggapan Gharibabadi yang disampaikan pada hari berikutnya.

Dengan menyebut unggahan Trump sebagai pemicu “skizofrenia” dan “delusi”, Gharibabadi berupaya menilai bukan sekadar substansi klaim, tetapi juga cara klaim itu dibentuk dan disajikan ke publik. Ia menilai bahwa penyusunan wilayah dalam format daftar dapat mempengaruhi persepsi, meski faktanya membutuhkan penilaian yang lebih hati-hati.

Pada saat yang sama, penggunaan istilah medis dalam tanggapannya menunjukkan pilihan retorika yang tegas. Ia menggambarkan kondisi psikotik akut dan kompleks melalui penjelasan mengenai pola pikir serta persepsi yang menyimpang dari kenyataan, serta menyinggung bahwa gejala yang lazim mencakup halusinasi dan delusi.

Lebih jauh, ia menyampaikan penekanan pada aspek pengawasan dan penanganan. Pernyataan soal perlunya pengawasan 24 jam dan perawatan medis diposisikan sebagai respons atas klaim bahwa Amerika Serikat memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, sehingga ia menilai klaim tersebut layak ditanggapi dengan bahasa yang menunjukkan urgensi.

Gharibabadi juga menegaskan konteks bahwa pandangan serupa sebelumnya sudah pernah diungkap oleh Trump. Karena itu, respon kali ini ditempatkan sebagai penegasan sikap Iran terhadap pengulangan narasi yang menampilkan Selat Hormuz sebagai entitas “baru” dalam kerangka “Wilayah AS” setelah foto yang diunggah pada Kamis.