Internasional

Healey menunda target belanja pertahanan Inggris, Fergie bersiap kembali

×

Healey menunda target belanja pertahanan Inggris, Fergie bersiap kembali

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Newspaper headlines: 'Healey to defer defence spend target' and 'Fergie's coming home'

jurnalistik.co.id – Sejumlah surat kabar Inggris menyoroti arah kebijakan fiskal dan politik menjelang anggaran negara, terutama terkait rencana belanja pertahanan. Laporan-laporan yang dimuat pada akhir pekan ini juga menyinggung isu diplomasi, dinamika parlemen, serta beberapa kabar lain yang menjadi sorotan nasional.

Belanja pertahanan dan sinyal perubahan target

Di bawah sorotan utama, Financial Times melaporkan bahwa Kanselir John Healey akan menunda target belanja pertahanan yang sebelumnya ia tetapkan. Dalam pemberitaan itu, disebutkan Healey “will shelve his own target of spending 3% of Britain’s GDP on defence by 2030” dalam anggaran pertamanya yang dijadwalkan pada bulan Oktober.

Keputusan tersebut dikaitkan dengan respons dari pihak yang mengkritik langkah Healey. Daily Mail menuliskan bahwa rencana penyesuaian target itu membuat Healey disebut “hypocrite” oleh para pengkritik.

Healey sendiri pernah mundur dari jabatan Menteri Pertahanan pada bulan Juni, saat ia melakukan protes terhadap rencana belanja yang disusun oleh Perdana Menteri kala itu, Sir Keir Starmer. Dari sudut pandang pemberitaan, keputusan mundur tersebut kini menjadi konteks ketika publik menilai arah baru kebijakan pertahanan.

Di sisi lain, Daily Telegraph memuat kabar bahwa pemerintah Amerika Serikat telah mengancam untuk menentang kedaulatan Inggris atas Kepulauan Falkland. Langkah itu disebut sebagai upaya memberikan tekanan agar Perdana Menteri Andy Burnham meningkatkan belanja pertahanan.

Koran tersebut juga mengutip penjelasan bahwa usulan itu merupakan bagian dari “among measures being drawn up” oleh pejabat Pentagon sebagai insentif untuk mencapai “Nato’s 5% spending pledge”. Dengan demikian, pemberitaan mengaitkan diskusi target pengeluaran pertahanan dengan tekanan kebijakan yang datang dari mitra-mitra internasional.

Gelombang berita politik domestik

Daily Express menyoroti sikap Andy Burnham terkait proses di parlemen, khususnya ketika rancangan kebijakan kembali dibahas di Commons. Koran tersebut menyebut Burnham berjanji untuk tidak ikut dalam pemungutan suara mengenai assisted dying, sekaligus memilih untuk tetap netral ketika rancangan itu kembali muncul.

Selain itu, disebutkan sikap tersebut diperkirakan memberi “relief” bagi para pendukung kampanye yang selama ini menantikan kepastian posisi dari pihak pemerintah.

Masih dalam ruang publik Inggris, Daily Mirror melaporkan bahwa Raja Charles III telah menulis kepada keluarga dua petugas polisi yang tewas dalam kecelakaan A66 yang dikategorikan sebagai insiden mengerikan. Pemberitaan itu juga mengutip sumber kerajaan yang menggambarkan Raja sebagai “shocked” atas kejadian tersebut.

Kabar lain dari iWeekend berkaitan dengan pergeseran dukungan elektoral. Menurut laporan tersebut, Partai Buruh melewati Reform UK dalam survei terbaru yang dipublikasikan pada akhir pekan.

Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa Burnham merupakan satu-satunya pemimpin yang memiliki tingkat persetujuan positif. Pada saat yang sama, Nigel Farage disebut kehilangan satu dari sepuluh pemilihnya ke Partai Restore Britain.

Ekonomi, pajak, dan bayangan dampak perang

Times turut menjadi rujukan ketika memuat komentar Lord O’Neill of Gatley mengenai rencana pajak dalam anggaran negara. Ia menyatakan bahwa bila pemerintah Inggris menaikkan pajak, itu berarti menteri-menteri tidak “thinking about growth as sincerely as they claim they are”.

Pemberitaan juga menyebutkan bahwa Kanselir sedang mempertimbangkan kenaikan pajak ketika kekhawatiran meningkat mengenai dampak perang Iran terhadap kondisi keuangan publik. Lord O’Neill dilaporkan menyebut pertimbangan tersebut “stupid”, sebagaimana tercantum dalam pemberitaan surat kabar.

Gambaran kemanusiaan dari bencana Nepal

Di bagian lain, Guardian menampilkan foto seorang perempuan yang selamat dari banjir kilat di Nepal dengan judul “the flood took everything away”. Koran itu menulis tentang tiga perempuan yang kehilangan “sons, husbands, and homes”, sementara banyak pihak lainnya masih menunggu kabar mengenai orang-orang terkasih yang hilang.

Independent juga menyoroti tragedi bencana banjir Nepal melalui sejumlah gambar, termasuk informasi mengenai empat warga Inggris yang dikategorikan sebagai bagian dari pihak yang masih hilang. Di halaman yang sama, Independent juga disebut memuat sorotan mengenai “true cost of Brexit” bagi perdagangan Inggris yang bernilai £11.7bn dalam kondisi merah.

Kabar keluarga kerajaan dan figur publik

Sun melaporkan bahwa Sarah Ferguson akan kembali ke Inggris setelah sebelumnya meninggalkan negara tersebut ketika muncul rincian baru mengenai keterkaitan dengan miliarder yang telah jatuh reputasi, Jeffrey Epstein, pada awal tahun ini. Koran itu menyebut Ferguson menyewa rumah di wilayah Home Counties dengan biaya sekitar ÂŁ10.000 per minggu.

Pemberitaan menempatkan langkah tersebut menyusul kembalinya Duke dan Duchess of Sussex ke Inggris. Dengan kata lain, laporan memadukan dinamika keluarga kerajaan dengan perubahan situasi yang terkait dengan pembaruan informasi pada awal tahun.

Terakhir, Daily Star menampilkan sorotan mengenai tokoh televisi Joey Essex yang dikatakan masih belum bisa menentukan waktu. Dalam konteks rangkuman surat kabar, klaim tersebut tampil sebagai bagian dari variasi berita hiburan yang juga menjadi perhatian edisi akhir pekan.