Internasional

Israel Peringatkan Respons ‘Forceful’ untuk Layang-layang yang Terbang dari Gaza

×

Israel Peringatkan Respons ‘Forceful’ untuk Layang-layang yang Terbang dari Gaza

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Israel warns of 'forceful' response to kites flown from Gaza

jurnalistik.co.id – Israel mengatakan kepada Hamas bahwa serangan terhadap Gaza akan ditingkatkan menyusul kekhawatiran atas peluncuran layang-layang, drone, dan balon dari wilayah tersebut. Peringatan itu muncul setelah sejumlah layang-layang ditemukan di komunitas dekat perbatasan Israel–Gaza, menurut laporan media lokal.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa respons akan dibuat tegas. Ia menyatakan, “Forceful actions will be taken to put an end to this phenomenon,” dalam keterangan hari Senin.

Menurut catatan Israel, sebelum perang, layang-layang dan balon yang membawa perangkat pembakar pernah dilarungkan ke wilayahnya. Perangkat tersebut memicu kebakaran yang membakar hutan serta lahan pertanian.

Dalam periode akhir pekan, beberapa layang-layang ditemukan di komunitas Israel dekat perbatasan dengan Gaza, dan kemudian menambah perhatian publik. Laporan militer yang dikutip media lokal menyebut pihaknya meyakini Hamas berada di balik peluncuran tersebut, sekaligus menilai kemungkinan tindakan itu bertujuan menguji respons Israel.

Israel juga menegaskan sikap tanpa toleransi. Katz mengatakan, “A balloon is treated like a kite, and a kite is treated like a drone, with or without explosives.” Ia menambahkan bahwa perlakuan terhadap balon dan layang-layang akan disetarakan dengan ancaman drone, meskipun tidak membawa bahan peledak.

Di Kibbutz Nahal Oz, empat layang-layang dilaporkan ditemukan pada Jumat dan Sabtu. Lokasi itu sekitar 800 meter dari perbatasan Gaza, sementara sejumlah layang-layang lain juga ditemukan di wilayah selatan Israel pada pekan sebelumnya, berdasarkan pemberitaan lokal.

Meski demikian, militer Israel menyatakan tidak ada materi mencurigakan yang melekat pada layang-layang tersebut. Mereka menyebut layang-layang itu tidak menimbulkan ancaman.

Sementara itu, warga Nahal Oz menyatakan ketakutan atas kemungkinan kembalinya layang-layang dan balon pembakar. Dalam pernyataan tertulis, warga menyebut, “We will not accept a policy of containment when it comes to our security.”

Hamas membantah bertanggung jawab atas layang-layang baru. Kelompok itu menegaskan bahwa layang-layang yang ditemukan tidak membawa bahan peledak, dan menyatakan benda-benda tersebut berasal dari “children searching for their innocent childhood amid the rubble”.

Hamas juga menuduh Israel memanfaatkan layang-layang sebagai “pretext” untuk melanjutkan serangan udara di Gaza meski ada gencatan senjata yang disepakati pada Oktober tahun lalu. Juru bicara Hamas menambahkan, “These threats are based on fabricated pretexts and are an attempt to justify the continuation of the aggression and violations against our people,”.

Di sisi lain, pada Minggu, pejabat kesehatan Palestina melaporkan dua orang tewas dan tujuh lainnya terluka dalam dua serangan Israel di Kamp Pengungsi Nuseirat serta kota al-Zawayda di Gaza bagian tengah. Media lokal juga menyebut seorang anak laki-laki berusia empat tahun bernama Mohammed Taha tewas ketika sebuah bangunan di al-Zawayda dibom.

Serangan tersebut disebut terjadi di al-Zawayda, tepat di sebelah utara Kamp Pengungsi Maghazi. Dalam laporan yang sama, disebut pula bahwa militer Israel menewaskan komandan situs manufaktur senjata Hamas di wilayah Maghazi, yang diidentifikasi sebagai Ismail Abu Ful, dan mengaku telah memberi peringatan kepada warga untuk mengungsi terlebih dahulu.

Seorang pengungsi bernama Abu Ahmed, yang disebut berlindung di dekat lokasi itu, mengomentari situasi dan menyanggah adanya jeda. Ia mengatakan kepada Reuters, “There is no ceasefire, there is nothing,” lalu menambahkan, “We want solutions, we want to live in peace.”

Pada hari Senin, media Palestina melaporkan seorang pria bernama Mohammed Abu Asad tewas akibat serangan Israel semalam di sebuah tenda di kota Deir al-Balah. Militer Israel menyatakan Abu Asad merupakan anggota pasukan elit Nukhba dari sayap militer Hamas yang terlibat dalam serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap wilayah selatan Israel.

Israel melancarkan kampanye di Gaza sebagai respons atas serangan lintas batas tersebut. Dalam peristiwa itu, sekitar 1.200 orang disebut tewas dan 251 orang lainnya diculik.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan yang dijalankan Hamas melaporkan lebih dari 74.420 orang telah tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak dimulainya perang. Dari jumlah tersebut, 1.288 kematian dilaporkan terjadi sejak gencatan senjata mulai berlaku.