jurnalistik.co.id – Pangeran Harry mengundurkan diri dari dewan yayasan konservasi African Parks, setelah organisasi itu mengakui adanya pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan rangers terhadap masyarakat adat di Kongo-Brazzaville.
Juru bicara Pangeran Harry mengonfirmasi bahwa ia berhenti dari dewan African Parks, tempat ia tercatat pernah menjabat sebagai presiden sebelum kemudian menjadi anggota dewan direksi pada 2023.
Pengunduran diri ini muncul tak lama setelah diumumkan rencana keluarga Sussex untuk kembali ke Inggris. Kepulangan tersebut direncanakan berlangsung dalam waktu dekat bersama Duchess of Sussex, serta anak-anak mereka, Prince Archie dan Princess Lilibet.
Menurut keterangan juru bicara, Pangeran Harry menegaskan sikapnya tetap mendukung misi African Parks. Ia menyatakan, “the Duke is proud of his 10 years with African Parks and fully supports the ongoing strengthening of its board. ”His commitment to conservation in Africa continues, and he remains a supporter of African Parks’ mission.”
African Parks mengelola sekitar 20 taman nasional dan kawasan lindung di 12 negara. Yayasan ini juga menjadi subjek investigasi independen terkait tuduhan kekerasan terhadap masyarakat adat, yang melibatkan penjaga yang dikelola dan dibayar oleh organisasi.
Dalam investigasi tersebut, tuduhan ditujukan kepada penjaga di Odzala-Kokoua National Park. Pelanggaran yang disebut mencakup pemukulan, pemerkosaan, serta penyiksaan terhadap masyarakat adat.
African Parks kemudian menyatakan pada tahun 2025 bahwa mereka telah memperbaiki proses perlindungan (safeguarding), baik di Odzala-Kokoua National Park maupun secara kelembagaan. Perubahan ini diumumkan dalam konteks upaya penataan ulang tata kelola dewan.
Saat mengumumkan “governance refresh of its board of directors”, African Parks menyampaikan terima kasih kepada Pangeran Harry atas keterkaitannya. Yayasan itu menilai ia telah “brought global attention to the urgent need for biodiversity protection for the benefit of people and wildlife, and has contributed greatly to promoting philanthropy for the cause of conservation in Africa”.
Yayasan tersebut menambahkan, “The duke remains deeply committed to this cause, and remains a strong supporter of African Parks’ work.”
Berita Terkait
Di situs African Parks, disebutkan Pangeran Harry berperan dalam tim ahli yang membantu penerapan tahap awal proyek 500 Elephants. Program ini dipaparkan sebagai salah satu pemindahan gajah terbesar dan paling penting dalam sejarah konservasi.
Dalam proyek tersebut, para ahli satwa berupaya memindahkan gajah dari sebuah taman di Malawi untuk membantu meningkatkan populasi di wilayah yang mengalami perburuan berat. Pangeran Harry pernah menyampaikan bahwa membantu memindahkan gajah ke tempat yang lebih aman adalah pengalaman yang “amazing”.
Keputusan mundur dari dewan African Parks kini hadir di tengah sorotan baru terhadap keluarga Sussex. Setelah pengumuman pekan lalu, perhatian publik kembali mengarah pada kepulangan mereka ke Inggris.
Sejauh ini, tidak diharapkan ada perubahan pada status resmi Pangeran Harry dan Meghan. Mereka akan tetap menjadi individu privat, namun rencana kepulangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengaturan keamanan selama berada di Inggris.
Pada tahun lalu, Pangeran Harry mengalami kekalahan dalam tantangan hukum terkait tingkat keamanan yang berhak diterima dirinya dan keluarganya saat berada di Inggris. Karena itu, rincian pengaturan keamanan setelah mereka kembali masih belum jelas.
Sementara itu, rencana keluarga Sussex di Inggris juga masih belum banyak terungkap. Informasi yang dihimpun BBC menyebut Duchess of Sussex sedang berada dalam pembicaraan untuk kembali berakting melalui peran di serial Netflix The Gentlemen.
Jika terwujud, ini akan menjadi peran akting besar pertamanya sejak pernikahannya dengan Pangeran Harry. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai jadwal ataupun bentuk keterlibatannya dalam proyek tersebut.
Detail latar yang mengikat sorotan ini adalah perjalanan keluarga Sussex yang meninggalkan Inggris pada awal 2020, lalu mengundurkan diri dari tugas kerajaan sebelum menetap di California pada bulan Maret tahun itu. Kini, rencana mereka kembali ke Inggris menandai babak baru yang kembali menarik pertanyaan publik tentang kehidupan mereka setelah masa jeda dari tugas kerajaan.
Dengan mundurnya Pangeran Harry dari dewan African Parks, African Parks melanjutkan langkah pengetatan tata kelola sebagai bagian dari penyegaran dewan direksi. Di sisi lain, juru bicara menyampaikan bahwa komitmen Pangeran Harry terhadap konservasi di Afrika tetap berjalan dan ia terus mendukung misi yayasan tersebut.












