jurnalistik.co.id – Kondisi di Slovyansk dan Kramatorsk kini begitu berbahaya sehingga polisi menyampaikan kepada warga bahwa saatnya untuk mengungsi. Dua kota bertetangga ini merupakan wilayah terbesar yang masih sepenuhnya berada di bawah kendali penuh Ukraina di kawasan Donbas timur.
Di area yang paling parah terdampak, evakuasi paksa terhadap keluarga yang memiliki anak sudah mulai berjalan. Pavlo Dyachenko, pejabat kepolisian Donetsk, mengatakan langkah itu dipandang sebagai cara untuk menyelamatkan nyawa.
“Ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidup Anda,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa keamanan terus memburuk, sehingga warga tidak lagi bisa mengandalkan kondisi yang relatif lebih aman seperti sebelumnya.
Dyachenko menjelaskan bahwa bila dulu Slovyansk kerap menjadi sasaran serangan glide bomb sekitar sekali seminggu, kini frekuensinya hampir setiap hari. Pergeseran intensitas itu, menurut dia, membuat situasi semakin sulit diprediksi oleh warga sipil.
Slovyansk dan Kramatorsk, bersama Kostyantynivka di bagian selatan, termasuk dalam apa yang disebut “fortress belt” Ukraina, yaitu sistem garis pertahanan yang sangat diperkuat di wilayah timur. Namun, Kostyantynivka disebut hanya menyisakan keberadaan terbatas pasukan Ukraina, sementara Rusia mengklaim kota itu telah berada dalam kendali penuh.
Tujuan utama Rusia adalah merebut Donbas secara penuh, yang terdiri atas wilayah Donetsk dan Luhansk. Moskow sering menggunakan narasi “pembebasan” dan “perlindungan” bagi Donbas yang mayoritas berbahasa Rusia sebagai pembenaran invasi skala penuh ke Ukraina.
Pada kenyataannya, tentara Rusia telah menguasai hampir seluruh wilayah Luhansk. Kini, Rusia juga menguasai hampir 80% wilayah Donetsk, tempat ketiga kota “fortress” tersebut berada.
Dalam beberapa bulan terakhir, area sekitar Kramatorsk dan Slovyansk menjadi fokus utama serangan darat Rusia. Bila kedua kota itu berhasil direbut, serangan tersebut berpotensi mempermudah langkah Rusia untuk bergerak lebih jauh ke arah barat.
Saat ini, kedua kota menghadapi serangan intens dari drone maupun bom. Viktor Makurin, seorang relawan yang berbasis di London, mengatakan banyak warga telah lebih dulu meninggalkan area tersebut, sementara sejumlah jalan kunci kini dipasangi jaring anti-drone.
“Sering ada FPV drone yang dikendalikan dari jarak jauh di udara. Anda bisa mendengarnya dari balik jendela,” tutur Makurin. Dia menambahkan bahwa berkendara di sekitar kota menjadi sangat berbahaya, karena ada drone yang menunggu di lokasi-lokasi tertentu di jalan.
Makurin juga menyebut bahwa dari latar belakang suara ledakan kerap terdengar, disertai kelompok bergerak yang menembaki drone. Menurutnya, pola ancaman seperti ini membuat warga tidak hanya menghadapi serangan, tetapi juga situasi yang sulit untuk dilalui tanpa risiko tinggi.
Selama musim panas, jumlah warga yang terluka akibat serangan Rusia meningkat dari 70 orang pada bulan Juni menjadi 212 orang pada bulan Agustus, menurut keterangan polisi Ukraina. Rinciannya, jumlah korban meninggal tercatat 16 orang pada Juni, 20 orang pada Juli, dan 15 orang pada Agustus.
Dyachenko menjelaskan bahwa serangan tidak hanya menargetkan permukiman, tetapi juga infrastruktur. Ia menilai dampaknya “sangat signifikan” hingga menyebabkan kerusakan besar.
Berita Terkait
Frekuensi glide bomb yang diluncurkan juga melonjak, dari 40 pada Juni menjadi 109 pada Juli, lalu 92 pada Agustus. Data itu berasal dari publikasi polisi Ukraina yang kemudian dipelajari oleh BBC.
Dua pekan lalu, pada 25 Agustus, sebanyak sembilan glide bomb menargetkan Kramatorsk. Polisi Ukraina menyebut tujuh di antaranya menghantam blok apartemen warga sipil dan melukai 24 orang, termasuk bayi berusia dua bulan.
Dua hari setelah kejadian tersebut, Kramatorsk kembali diserang. Kali ini, tujuh glide bomb diluncurkan dan lima di antaranya menargetkan Slovyansk.
Glide bomb dilengkapi winglet agar bisa meluncur menuju sasaran, alih-alih jatuh begitu saja. Senjata jenis ini dinilai sebagai salah satu yang paling efektif dan mematikan dalam persenjataan Rusia.
Biasanya, glide bomb berbobot 250 atau 500 kg, namun terdapat kasus ketika Rusia menggunakan bom seberat 1.500 kg. Dyachenko menyebut kerusakan yang ditimbulkan sangat besar.
“Kerusakan yang diakibatkannya sungguh luar biasa,” kata Dyachenko. Seorang relawan Inggris lainnya, John Auckland Abbey, juga memposting bahwa “glide bomb adalah ketakutan besar,” menegaskan bahwa senjata itu bekerja seperti pembunuh senyap.
Menurut Abbey, saat seseorang baru saja terbangun oleh ledakan yang terjadi secara tiba-tiba, ia akan sadar bahwa setidaknya ada ledakan lain yang akan segera menyusul. Pertanyaan yang muncul, katanya, adalah seberapa dekat ledakan berikutnya saat seseorang berusaha tetap diam dalam gelap.
Kramatorsk saat ini menjadi tempat kantor pusat pemerintahan daerah Donetsk. Kota itu sebelumnya merupakan ibu kota Donetsk, sebelum direbut pada 2014 oleh kelompok separatis yang didukung Rusia.
Nasib wilayah Donbas yang masih berada di bawah kendali Ukraina disebut menjadi isu penting dalam kunjungan utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, kepada Presiden Volodymyr Zelensky pada akhir pekan lalu. Kunjungan itu terjadi setelah mereka melakukan pembicaraan dengan Vladimir Putin.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Witkoff sempat terlihat mendukung klaim Rusia terkait kawasan tersebut. Namun, Zelensky menegaskan penolakannya untuk menarik pasukan dari wilayah itu.
Ia mengatakan Putin telah memberi para jenderal tenggat waktu hingga akhir tahun untuk menyelesaikan pendudukan Donbas. “Sasaran utama Putin di garis depan tetap sama: Kostyantynivka–Slovyansk,” ujar Zelensky kepada jurnalis pada bulan lalu.
Menjelang tekanan militer yang terus meningkat, Zelensky membentuk dua satuan tugas baru yang dipimpin para jenderal berpengalaman, yakni Andriy Biletsky dan Denys Prokopenko. Tujuan pembentukan itu adalah mempertahankan bagian Donbas yang masih berada dalam tangan Ukraina.
Seorang jenderal Ukraina yang tidak disebut namanya menyatakan bahwa pertempuran yang terjadi tidak hanya sekadar perebutan Donbas secara umum. “Apa yang mungkin menjadi pertempuran utama tahun ini dan tahun depan kini tengah berlangsung,” katanya.












