jurnalistik.co.id – Edisi surat kabar Inggris untuk Senin menyorot dua tema besar: eskalasi “perang hibrida” yang dikaitkan dengan Rusia, serta beragam isu politik dan sosial di dalam negeri.
Financial Times disebut-sebut memuat peringatan dari pejabat pertahanan bahwa Eropa sedang “losing battle to halt Russia’s ‘hybrid’ war”. Mereka menilai, setelah upaya serangan di bandara Leipzig/Halle di Jerman digagalkan, Eropa perlu “rapidly develop new methods to suppress Moscow’s campaign against Nato member states or risk escalation”.
Dalam liputan yang sama, koran juga mengangkat prospek politik di Jerman. Alternative for Germany (AfD) diproyeksikan akan meraih kemenangan besar dalam pemilihan regional, dengan proyeksi menjadi partai terbesar di Saxony-Anhalt, meski diperkirakan belum cukup untuk membentuk mayoritas parlemen.
Daily Express turut membuka halaman dengan sorotan terhadap serangan dari Rusia. Koran itu menonjolkan pernyataan dari Shadow Defence Secretary James Cartlidge yang mengatakan Inggris “weak” dan sekaligus menjadi “a target”, serta mendesak pemerintah meningkatkan anggaran pertahanan.
Di sisi lain, The Sun menampilkan kisah kecelakaan udara yang bernuansa dramatis. Surat kabar itu menulis adanya “clash with fellow jumper” pada seorang penyelam langit yang berujung ia “KO’d in mid-air”.
Kisah tersebut menyebut Holly Wiffen mengalami freefall selama 10,000ft, lalu “hit a tree which cushioned her landing” dan selamat. Judul khas “Oh chute!” menjadi penanda halaman depan koran itu.
Headline Independent juga kembali mengarah pada AfD. Halaman depannya menyorot kabar bahwa AfD yang disebut “pro-Russian” “set for historic victory”.
Independent juga memuat foto dua utusan Amerika, Jared Kushner dan Steve Witkoff, yang berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Dalam uraian yang ditampilkan, pasangan utusan itu disebut telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sehari sebelumnya.
Times menyorot isu suaka dan menampilkan pernyataan yang dikaitkan dengan sumber internal. Koran itu mengutip seorang whistleblower anonim dari Home Office yang mengatakan “just 1% of asylum pleas are genuine”.
Menurut penjelasan yang dikutip dari sumber tersebut, pencari suaka dari beberapa negara menggunakan “the same script” dalam “package claims”.
Berita Terkait
Daily Mail mengangkat sikap politik terkait reformasi imigrasi. Koran itu memuat kutipan dari Shadow Home Secretary Chris Philp yang menyebut Partai Buruh “chickened out” terkait reformasi imigrasi.
Selain itu, Daily Mail menampilkan teka-teki seputar “JK Rowling and the magically vanishing superyacht name”, sambil mempertanyakan mengapa penulis itu “hiding the name of her yacht?”.
Guardian mengarahkan sorotan ke kebijakan dukungan khusus. Koran itu menulis “families scramble to secure Send plans” menjelang reformasi dukungan khusus, dengan menyebut kepala sekolah melaporkan lonjakan “unreal” pada jumlah pengajuan untuk education, health and care plans (EHCPs).
Daily Telegraph menampilkan permintaan kebijakan ekonomi yang dikaitkan dunia usaha. Disebut ada kelompok bisnis “prominent” yang meminta Kanselir John Healey untuk mencabut kebijakan pension triple-lock agar dapat “help fix the ailing economy”.
Menurut keterangan yang dimuat, permintaan itu berasal dari British Chamber of Commerce, dan muncul menjelang pidato “first major speech” Kanselir pada Senin. Dalam pidato tersebut, Healey disebut akan memaparkan visi mereka untuk ekonomi.
Daily Mirror, sementara itu, menyoroti kondisi tenaga medis di layanan gawat darurat. Koran ini mengulas survei yang menemukan 96% tenaga medis A&E “have experienced violence or aggression at work”, dan menggambarkan “NHS heroes” sebagai “under attack”.
Metro memimpin dengan cerita seorang perempuan yang mengaku menjadi korban kekerasan saat memprotes konferensi tahunan Reform UK. Ia menyatakan penonton menarik rambutnya, dan koran itu menulis video dari acara tersebut menunjukkan seorang peserta lain memukulnya dengan tongkat jalan.
Metro juga menulis “Farage accused over conference chaos”. Pernyataan yang dikutip dari juru bicara ekonomi Reform UK, Robert Jenrick, kepada Sky News berbunyi: “‘Boohoo… You take your chances if you go to a party conference and try and mess it up.”
Surat kabar i mengangkat isu pembiayaan perawatan akhir hayat. Koran itu menulis “Find the money to fund end-of-life care,” sebagai “plea to Burnham” dari Lord Blunkett, serta menyebut “key ally” dari perdana menteri ikut menyerukan pengisian kesenjangan pendanaan hospice sebesar £745m.
Terakhir, Daily Star menyoroti kekhawatiran keamanan bagi Duke dan Duchess of Sussex. Koran itu menyebut adanya “‘lone wolf’ danger warning” menjelang anak-anak mereka, Archie dan Lilibet, memulai sekolah di Inggris.












