Internasional

Koran Inggris Sorot Pajak Menginap Mulai Awal 2028, Peringatan 9/11, dan Dame Esther

×

Koran Inggris Sorot Pajak Menginap Mulai Awal 2028, Peringatan 9/11, dan Dame Esther

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Newspaper headlines: 'Day that changed the world forever' and 'Mayors plot holiday tax'

jurnalistik.co.id – Berbagai surat kabar Inggris menampilkan sorotan utama yang sama, mulai dari rencana kebijakan pajak menginap hingga liputan peringatan 25 tahun serangan 9/11 dan pemberitaan seputar wacana assisted dying di parlemen.

Pajak menginap mulai awal 2028 dan pro-kontra daerah

Beberapa koran menyorot rencana yang akan mulai berlaku pada awal 2028, ketika walikota setempat di England memperoleh kewenangan untuk mengenakan tourist tax pada wisatawan yang menginap.

Guardian menulis langkah itu mendapat respons “welcomed” dari para pemimpin regional, tetapi sejumlah pihak pemerintah disebut menghadapi “outrage” dari industri perhotelan.

Industri perhotelan menyatakan mereka justru berharap ada kontrol yang lebih ketat mengenai besaran tarif yang dapat dikenakan serta bagaimana uang yang terkumpul akan digunakan.

Daily Mail membawa nada kritik dengan menuding Burnham “launching another raid on struggling families”. Koran itu juga memperkirakan pajak penginapan pengunjung tanpa batas akan menelan biaya sekitar £1.6bn bagi pelancong pada akhir dekade.

Daily Telegraph menyebut walikota dari Partai Buruh (Labour) berkomitmen menjaga levy tetap di bawah 5%.

Sementara itu, Reform UK dan walikota dari Konservatif disebut berjanji tidak akan memperkenalkan pajak tersebut sama sekali.

Daily Telegraph juga mengutip pernyataan dari backbenchers Burnham bahwa rencana itu akan merusak ekonomi, digambarkan sebagai “anti-growth” dan “arriving at the worst time” bagi industri perhotelan.

Di sisi lain, Sun menampilkan pertanyaan “What the hol, PM?” pada halaman depan, mengaitkan kebijakan itu dengan janji perdana menteri untuk membantu biaya hidup.

Energi dan sorotan halaman depan Times

Times menempatkan aktris Helen Mirren di pusat pemberitaan setelah ia menghadiri premier London dari serial baru MobLand.

Koran tersebut menggambarkannya sebagai “dazzling dame” pada usia 81 tahun.

Untuk cerita utama, Times menyoroti kemungkinan kenaikan sekitar £100 pada tagihan energi pada akhir dekade, yang menurut koran tersebut disebabkan oleh “failure to upgrade Britain’s power network”.

Peringatan 25 tahun 9/11

Sejumlah publikasi juga menggunakan halaman depan untuk menandai 25 tahun serangan 9/11 di New York City.

Pada Selasa 11 September 2001, para pembajak disebut menyita jet penumpang Amerika Serikat dan menabrakkannya ke Twin Towers World Trade Center, yang menewaskan 2,977 orang.

The i Paper menulis peristiwa itu sebagai “day that changed the world”, sementara Metro menggambarkannya sebagai “day of terror that shook the world”.

Metro menambahkan bahwa 9/11 meninggalkan “deadly legacy”, seraya melaporkan ribuan orang yang menghirup debu beracun yang menyusul jatuhnya dua gedung tersebut kemudian meninggal akibat kanker.

Financial Times memuat gambaran penghormatan berupa twin light beams yang bersinar setiap tahun pada 11 September untuk mengenang para korban.

Koran itu juga menonjolkan cerita lain yang memimpin tentang lonjakan biaya pinjaman jangka panjang AS, yang disebut telah mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade.

Assisted dying: Hannah Slater dan Dame Esther

Daily Express menampilkan perbincangan dengan seorang perempuan yang sakit terminal menjelang pemungutan suara mengenai assisted dying di House of Commons pada hari Jumat.

Hannah Slater, 38 tahun, disebut menderita kanker yang tak dapat disembuhkan. Koran itu melaporkan ia mengatakan kepada anggota parlemen agar “just pass the bill”.

Daily Mirror juga menjadikan isu assisted dying sebagai cerita utama.

Dame Esther, 86 tahun dan sakit terminal akibat kanker, disebut menyatakan bahwa meski ia sebelumnya merencanakan mengakhiri hidupnya di klinik assisted suicide di Swiss, ia kini terlalu lemah untuk bepergian.

Dalam pemberitaannya, Dame Esther menuntut agar menteri memberikan suara mendukung rancangan tersebut.

Ia menulis: “everything I didn’t want to happen I’m having to go through now”.

Adapun Daily Star memasang headline “It’s too late for Dignitas.”