jurnalistik.co.id – Dua orang tewas setelah drone Rusia menyerang sebuah penyeberangan perbatasan di antara Ukraina dan Moldova, menurut pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Penyerangan itu juga mengakibatkan sejumlah orang lainnya terluka.
Zelensky mengatakan serangan tersebut terjadi di pos lintas Starokozache. Ia menyebut perlintasan itu ditutup setelah serangan terjadi semalam.
Starokozache berada sekitar 500 kilometer di selatan Kyiv. Dari lokasi kejadian, sejumlah gambar menunjukkan beberapa mobil hangus total, sementara puing-puing dan reruntuhan berserakan di area pos perbatasan.
Gubernur wilayah Odesa Oleg Kiper menambahkan bahwa penutupan jalur perbatasan dilakukan setelah serangan yang menewaskan dua orang dan melukai tiga orang lainnya. Kiper juga menyebut seorang pengemudi dari Moldova turut mengalami luka.
Menanggapi serangan di perbatasan itu, Zelensky kembali menyerukan dukungan internasional. Ia menegaskan, “the aggression must be stopped here and now before it spreads any further”.
Dalam konteks yang lebih luas, baik Rusia maupun Ukraina sama-sama meningkatkan serangan jarak jauh dalam beberapa bulan terakhir. Langkah tersebut berlangsung di tengah upaya diplomatik yang kembali dilakukan untuk mengakhiri perang.
Perdana Menteri Moldova, Vasile Tofan, menyatakan negaranya makin sering terseret dalam konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa pada bulan Agustus saja, 17 drone telah menyerang wilayah Moldova, jumlahnya lebih banyak dibandingkan sepanjang tahun sebelumnya.
Tofan juga mengkritik sikap yang meremehkan ancaman, serta menyebut penolakan untuk menyebut pelaku sebagai bentuk pengingkaran terhadap kenyataan. Pernyataannya berbunyi: “Those who ignore or downplay these threats – and refuse to name the aggressor – are denying reality,” dan ia menambahkan, “Russia started this war. Russia alone bears responsibility.”
Sementara itu, di Rusia selatan, serangan drone dari Ukraina juga dilaporkan menimbulkan korban jiwa. Gubernur setempat mengatakan empat orang tewas di kota Novorossiysk akibat serangan drone Ukraina.
Berita Terkait
Menurut laporan tersebut, salah satu korban adalah seorang anak. Novorossiysk terletak di bagian selatan negara itu, di kawasan pesisir Laut Hitam, dan menjadi wilayah yang paling terdampak dalam serangan semalam yang digambarkan sebagai serangan drone skala besar.
Selain korban jiwa, otoritas setempat melaporkan 29 orang mengalami luka. Dampak lain yang disebut mencakup kerusakan pada bangunan tempat tinggal, sebuah gereja, serta sebuah tempat pendidikan anak usia dini.
Di sisi klaim militer, kementerian pertahanan Rusia menyatakan pasukannya menembak jatuh 596 drone Ukraina selama malam tersebut. Pernyataan ini muncul seiring peningkatan intensitas serangan jarak jauh yang disebut berlangsung belakangan.
Serangkaian serangan tersebut terjadi sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara lewat telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pembicaraan itu membahas upaya untuk mengakhiri konflik.
Menurut pemberitaan, pemerintahan Trump mendorong agar pembicaraan langsung antara Rusia dan Ukraina dilakukan. Dari pihak Ukraina, disebutkan bahwa pertemuan dapat berlangsung pada bulan ini.
Namun, Kremlin menyatakan bahwa terlalu dini untuk membahas jadwal atau lokasi pertemuan tersebut. Telepon Putin-Trump disebut merupakan lanjutan dari pembicaraan antara utusan Amerika Jared Kushner dan Steve Witkoff dengan Putin di Moskow.
Setelah percakapan itu, Kushner dan Witkoff kemudian bertolak ke Kyiv untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Di tengah dinamika diplomasi tersebut, laporan serangan di perbatasan dan di Novorossiysk menunjukkan bahwa ketegangan bersenjata masih terus berlangsung.
Serangan drone ini sekaligus memperlihatkan bahwa dampaknya tidak terbatas pada titik perbatasan. Di wilayah Rusia selatan, laporan setempat juga menyinggung korban jiwa, termasuk anak, serta banyak warga yang terluka, disertai kerusakan pada sejumlah fasilitas.
Meski ketegangan bersenjata terus berlangsung, proses diplomatik disebut berjalan paralel. Percakapan Putin dengan Trump membahas upaya mengakhiri konflik, sementara komunikasi lanjutan antara utusan Amerika dan pihak Rusia berlanjut sampai ke Kyiv, tetapi Kremlin menegaskan pembahasan jadwal atau lokasi masih terlalu dini.












