Internasional

Rusia Melepas Mantan Marinir AS Robert Gilman, Kondisinya Dilaporkan Kritis

×

Rusia Melepas Mantan Marinir AS Robert Gilman, Kondisinya Dilaporkan Kritis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Russia releases former US Marine reported in poor health

jurnalistik.co.id – Presiden Donald Trump menyatakan seorang mantan Marinir AS yang menjalani masa tahanan di Rusia telah dibebaskan. Trump mengatakan pembebasan itu dilakukan “very much on a Humanitarian Basis” dan menegaskan tidak ada barter tahanan dalam prosesnya.

Menurut Trump, keputusan tersebut muncul setelah ia melakukan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menulis, “After my discussions with President Vladimir Putin, Russia has agreed to release him, very much on a Humanitarian Basis,” sambil menambahkan bahwa “no prisoner swap took place.”

Tokoh yang dimaksud adalah Robert Gilman, pria berusia 32 tahun yang berasal dari Massachusetts. Ia disebut sempat berada dalam kondisi yang dilaporkan sangat memprihatinkan selama masa penahanan.

Gilman ditangkap pada 2022 karena diduga menyerang seorang polisi. Kejadian itu terjadi ketika ia berada di kereta menuju Moskow dalam kondisi mabuk, lalu melakukan tindakan dengan “kicking a police officer while drunk aboard a train to Moscow.” Setelah penangkapan, ia juga mengalami perubahan status penahanan medis karena kondisi kesehatannya dilaporkan memburuk.

Trump menyebut Gilman kini berada dalam perjalanan pulang ke Amerika Serikat menggunakan pesawat. Ia dikatakan didampingi ibunya, para dokter, serta sejumlah anggota pemerintahan selama proses kepulangan.

Dari pihak keluarga, ada keterangan bahwa Gilman diharapkan tiba kemudian di sebuah rumah sakit militer AS di Texas. Di sana ia akan dinilai dan mendapat perawatan lanjutan setelah periode penahanan di Rusia.

Keluarga juga menyatakan kesehatan Gilman berada dalam kondisi yang menurut mereka “life-threatening condition” setelah ia mengalami “harsh and abusive treatment.” Adik perempuannya, Lexi Hudson, menyampaikan dalam pernyataan, “The Russians treated my brother so badly. They hurt him for no reason, other than that he was both and American and a Marine,” lalu menambahkan, “I am so grateful to President Trump for saving my brother’s life.”

Senator Massachusetts, Ed Markey, turut disebut berperan membantu pengamanan pembebasan Gilman. Markey mengatakan bahwa sekitar 50 hari sebelum ia dirujuk atau diproses, Gilman didiagnosis mengalami kondisi disosiatif yang membuatnya tidak responsif.

Dalam pernyataan Markey, ia menyebut: “Approximately 50 days ago, Robert was diagnosed with a dissociative stupor – a condition where he is non-responsive and unable to interact or eat.” Menurut konteks laporan, kondisi itu juga berkaitan dengan keadaan Gilman yang belakangan disebut seperti katatonik.

Lebih jauh, Eric Lebson—yang menjadi pengadvokasi pelepasan Gilman lewat kelompok Global Reach—mengungkapkan rincian perlakuan selama masa tahanan. Ia mengatakan bahwa Gilman mengalami berbagai bentuk pelecehan berulang, termasuk sesi latihan paksa yang bisa berlangsung hingga 16 jam.

Lebson juga menyebut adanya pemberian obat-obatan psikotropika di lingkungan tahanan. Ia menambahkan bahwa tingkat kekerasan atau perlakuan tersebut begitu serius sampai pada satu titik Gilman membutuhkan selang makan melalui hidung.

Selain kabar tentang pemulihan, laporan juga memuat latar belakang layanan militer Gilman. Ia tercatat bertugas di US Marines dari Agustus 2019 hingga Agustus 2020.

Terkait proses hukum, Gilman awalnya dijatuhi hukuman 3 tahun setengah. Ia kemudian dinyatakan bersalah atas penyerangan terhadap penjaga penjara, setelah diduga menyerang seorang inspektur saat pemeriksaan sel (cell check). Akibat putusan lanjutan tersebut, hukumannya disebut meningkat menjadi 10 tahun.

Dalam pembaruan mengenai situasi warga AS lain di Rusia, Lebson mengatakan masih ada lima orang lainnya yang menurutnya mengalami persoalan medis. Nama-nama yang disebut adalah Aleksandr Antonov, David Barnes, Olga Jezler, Andre Khachatoorian, dan Chuck Zimmerman.

Sementara Gilman kini telah berada dalam perjalanan pulang sesuai keterangan Trump, pihak keluarga menekankan bahwa tahap evaluasi dan perawatan medis tetap menjadi prioritas setelah ia tiba di fasilitas kesehatan militer di Texas. Bagi keluarga, pembebasan ini dipandang sebagai langkah yang sekaligus merespons kondisi kesehatannya yang dinilai mengancam jiwa.