jurnalistik.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar jamuan kenegaraan di Gedung Putih untuk Presiden China Xi Jinping, dalam acara mewah yang menekankan harapan akan babak baru hubungan kedua negara. Dalam sambutan mereka, Trump dan Xi saling memuji sambil menyatakan komitmen melanjutkan pembicaraan demi stabilitas di antara keduanya.
Jamuan tersebut dihadiri para pemimpin bisnis bergelimang harta, pejabat pemerintahan Trump, CEO teknologi Amerika, serta sejumlah tokoh lain. Kedatangan para tamu berlangsung di tengah suasana yang tidak sepenuhnya tenang, karena ada protes keras dari luar gerbang Gedung Putih.
Sejumlah demonstran berteriak lantang tepat di luar gerbang, dan sebagian dari mereka dilaporkan ditangkap. Meski demikian, Trump dan Xi tetap menyampaikan pesan yang berfokus pada penguatan komunikasi dan kelanjutan kerja sama.
Trump menyatakan hubungan keduanya berada pada kondisi terbaik, sedangkan Xi menilai pertemuan bilateral mereka membawa momentum bersejarah. Namun, sejumlah pakar menilai pembicaraan sejauh ini belum menghasilkan langkah konkret yang berarti.
Acara makan malam itu menjadi bagian dari kunjungan Xi ke Washington yang berlangsung tiga hari. Jamuan kenegaraan digelar pada hari kedua rangkaian lawatannya.
Pidato makan malam: pujian, simbol, dan undangan untuk “babak baru”
Dalam toast-nya, Trump mengucapkan terima kasih kepada Xi atas perjalanan jauh ke Amerika Serikat dan menegaskan kekuatan relasi keduanya. Ia mengatakan, “We’ve never gotten along better,” sambil memuji sejarah panjang hubungan AS–China.
Trump juga menyelipkan komentar di luar naskah terkait proyek ruang dansa yang sedang ia sebut masih dalam tahap pembangunan. Ia menyatakan, sebagai “special treat”, Xi dan istrinya bisa menjadi yang pertama memasuki ballroom tersebut, yang diperkirakan selesai setahun lagi.
Dalam momen spontan itu, Trump berkata, “Anybody who wants to walk into a construction site that’s nice and clean and sparkling, it’s our honour to have you do so.” Ia kemudian menambahkan penghormatan bagi simbol yang ia serahkan.
Trump menyerahkan kepada Xi sebuah patung elang botak, simbol kebanggaan nasional Amerika, dengan pesan bahwa karya itu melambangkan “the free and soaring spirit of America”. Ia menuturkan, “We hope it will find a nice, wonderful place in Beijing. It’s your honour,” seraya menyebut bahwa ia dan Ibu Negara Melania turut berpartisipasi dalam rancangan patung tersebut.
Sementara itu, Xi menyampaikan apresiasi atas sambutan tuan rumah. Ia berterima kasih karena Trump dan keluarganya menerima dirinya beserta istrinya dengan “meticulous care and consideration”, hingga mereka “feel truly at home”.
Xi kemudian menyinggung bahwa kedua pemimpin sedang “making history in our bilateral engagements”. Ia menyebut, “We agreed to build a constructive China-US relationship of strategic stability,” serta menambahkan bahwa pertukaran yang “sincere and in-depth exchanges” akan memperkuat hubungan kedua negara.
Nuansa yang sama juga terasa dari cara Xi menyusun pidatonya. Ia menekankan keterikatan budaya dan sejarah bersama AS serta China, termasuk narasi bahwa hubungan di masa lalu “forged in blood and fire” saat menghadapi Jepang dalam Perang Dunia II.
Xi juga menyebut tonggak lain berupa diplomasi “ping pong” pada era pemerintahan Nixon yang, menurutnya, ikut melanjutkan kedekatan kedua pihak. Menjelang akhir pidatonya, ia menegaskan tujuan AS dan China dapat saling memperkuat serta mendesak kedua sisi mencari “new approach for major countries to get along”.
Deretan tamu: dari pemimpin teknologi hingga pejabat dan keluarga
Berita Terkait
Di ruang makan, Elon Musk terlihat berada di dekat sebuah meja sambil berbicara kepada tamu lain dan tampak menceritakan kisah yang membuat beberapa orang tertawa. Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth berada di meja berbeda dengan ekspresi serius, bersama istrinya.
Di dekat Hegseth, terlihat Jared Kushner dan Kepala Staf Gedung Putih Monica Crowley. Jamuan ini juga melibatkan undangan untuk puluhan pejabat AS, kalangan penyiar konservatif, para bos industri teknologi, pimpinan perusahaan media sosial, serta eksekutif korporasi.
Di antara tamu dari lingkungan pemerintahan, ada anggota kabinet Trump beserta sejumlah anggota keluarga, termasuk Ivanka, Eric, dan Tiffany. Untuk kalangan teknologi, hadir pula Tim Cook dari Apple, Sam Altman dari OpenAI, Sundar Pichai dari Google, Jeff Bezos dari Amazon, serta Jensen Huang dari Nvidia.
Baik Cook maupun Huang duduk di meja yang sama dengan Trump dan Xi. Musk juga menjadi salah satu wajah menonjol, setelah sebelumnya bekerja di pemerintahan Trump dan memimpin upaya penyusutan pemerintah.
Perwakilan perusahaan lain yang hadir antara lain General Motors, Visa, Paramount Skydance, dan ExxonMobil. Mark Zuckerberg turut hadir, begitu pula Jeff Yaas, miliarder Amerika yang memiliki sebagian kepemilikan TikTok.
Menjelang acara, Trump menyatakan, “Everybody wanted to be there,” dan menambahkan, “I would say you have the entire tech world, the entire banking world, and a lot more.” Namun, terdapat satu ketidakhadiran yang disebut menonjol, yakni Anthropic, perusahaan AI yang dinilai bernilai besar.
BBC menyampaikan telah mengajukan pertanyaan kepada Anthropic apakah mereka tidak diundang atau memilih tidak hadir. Untuk jamuan ini, pertimbangan kehadiran menjadi bagian yang turut memberi gambaran tentang lanskap industri dan teknologi yang terhubung dengan kedua negara.
Menu jamuan: perpaduan “bahan Amerika” dengan sentuhan China
Melania Trump selaku pejabat yang merancang acara menyebut menu akan menampilkan “American ingredients with subtle Chinese influence”. Pada hidangan pembuka, para tamu menikmati yellow squash, wild mushrooms, serta crispy pancetta.
Penyajian dilakukan di atas taplak meja merah, dengan warna merah yang diasosiasikan sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran dalam budaya China. Untuk hidangan utama, tamu menyantap sesame-crusted sea bass, braised bok choy, serta roasted eggplant.
Penutup disajikan berupa vanilla crémeux dengan sour cherry confit. Hidangan es krim pendamping disebut dibuat “made with harvested White House honey”, memakai madu yang dipanen dari lingkungan Gedung Putih.
Untuk pilihan anggur, Melania memilih Schramsberg Blanc De Noir. Pilihan itu menjadi rujukan terhadap momen “Toast to Peace” pada 1972 ketika Presiden Nixon dan Zhou Enlai menggunakan botol dari kebun anggur yang sama.
Agenda lanjutan Jumat: teh di Red Room dan tur di National Archives
Rangkaian kegiatan pada Jumat dimulai dengan sesi teh di Red Room Gedung Putih bersama para istri masing-masing. Setelah itu, Trump dan Xi dijadwalkan menuju US National Archives untuk tur bangunan dan koleksi pamerannya.
Institusi tersebut secara formal bernama National Archives and Records Administration, yang menyimpan dokumen-dokumen penting terkait pendirian Amerika Serikat, termasuk Konstitusi AS, Declaration of Independence, serta Bill of Rights.
Di akhir kunjungan, Xi beserta istrinya dijadwalkan meninggalkan Washington pada hari yang sama. Dengan demikian, jamuan kenegaraan ini menjadi salah satu momen kunci dalam keseluruhan rangkaian pertemuan resmi kedua pemimpin.












