Internasional

Trump Umumkan Larangan CNN, MS NOW, dan Politico dari Gedung Putih

×

Trump Umumkan Larangan CNN, MS NOW, dan Politico dari Gedung Putih

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Donald Trump says he is banning CNN, Politico and MS NOW from White House

jurnalistik.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pelarangan “segera” terhadap CNN, MS NOW, dan Politico dari lingkungan Gedung Putih.

Pengumuman itu disampaikan Trump melalui unggahan panjang di Truth Social pada Jumat, 18 September 2026.

Dalam posting tersebut, Trump menulis bahwa media-media tersebut “constantly write or report fiction or lies” tentang pemerintahan yang dipimpinnya, tanpa menyertakan contoh spesifik.

Menurut kabar yang ditulis BBC, Trump juga menyebut, “Media outlets shouldn’t be able to constantly write or report fiction and lies when covering they’re covering the President of the United States, the trump administration or the United States of America,” lalu menambahkan, “Other news outlets to follow.”

Hingga pengumuman itu ramai dibicarakan, belum jelas seperti apa rincian pelarangan yang dimaksud, termasuk apakah karyawan masing-masing outlet akan dilarang memasuki area Gedung Putih.

BBC mencatat bahwa langkah tersebut kemungkinan akan menghadapi tantangan hukum dari pihak media yang disebut.

Organisasi kebebasan pers juga diperkirakan menyoroti keputusan ini karena berhubungan langsung dengan akses media terhadap Presiden.

Sebagian reporter dari Politico dan CNN masih berada di area Gedung Putih tak lama setelah pengumuman dilakukan.

Situasi ini menambah catatan ketegangan antara Trump dan korps pers Gedung Putih yang sudah terlihat sejak ia kembali memegang jabatan.

Trump terlibat berulang kali dalam benturan dengan anggota pers Gedung Putih sepanjang periode pemerintahannya sejak kembali menjabat pada Januari 2025.

Di tengah dinamika itu, Gedung Putih pernah mengubah pengaturan akses bagi media melalui mekanisme press pool yang selama lebih dari satu abad dikelola oleh White House Correspondent’s Association.

Pada Februari 2025, Gedung Putih mengumumkan bahwa mereka “taking back control” atas press pool, sebuah perubahan yang menambah konflik di level akses liputan.

Di bulan yang sama, administrasi Trump juga bergerak untuk membatasi akses Associated Press.

Gedung Putih dikabarkan hendak melarang reporter dan fotografer AP memasuki ruang-ruang dengan akses terbatas, seperti Area Oval Office atau Air Force One.

Alasan yang disebut terkait pemakaian istilah “Gulf of Mexico” oleh outlet tersebut, yang tidak sejalan dengan frasa “Gulf of America” sebagaimana disampaikan pemerintah.

BBC juga menuliskan bahwa presiden sering berkonfrontasi dengan wartawan saat berada di Oval Office dan selama perjalanan di Air Force One.

Dalam sejumlah peristiwa, Trump menyebut wartawan sebagai “fake news” dan menilai mereka “rude.”

Associated Press kemudian segera mengajukan gugatan.

Kasus tersebut disebut masih berlangsung hingga laporan ini ditulis.

Langkah hukum Trump terhadap outlet media

Trump tidak hanya mempersoalkan akses liputan, tetapi juga tercatat mengambil jalur hukum terhadap sejumlah media AS maupun internasional.

Daftar yang disebut dalam laporan BBC mencakup Wall Street Journal, New York Times, dan BBC sendiri.

Dalam konteks pengumuman terbaru soal pelarangan CNN, MS NOW, dan Politico, BBC menyatakan telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar.

Hingga artikel ini dipublikasikan, belum ada rincian jawaban yang tercakup dalam laporan.

Ketidakpastian definisi “larangan”

Salah satu poin yang ditekankan BBC adalah belum adanya kejelasan operasional dari keputusan tersebut.

Dengan adanya pernyataan bahwa Trump “immediately” melarang tiga outlet tersebut, publik kemudian mempertanyakan bagaimana implementasinya di lapangan, termasuk apakah akses fisik ke halaman Gedung Putih akan dihentikan.

Selain itu, tidak ada penjelasan yang merinci cerita atau laporan spesifik yang menjadi dasar tuduhan Trump bahwa media “write or report fiction or lies.”

Karena tidak ada contoh yang disebut, respons dari pihak outlet terkait dan organisasi kebebasan pers berpotensi mengambil bentuk penilaian legal maupun advokasi.

BBC juga menunjukkan bahwa pengumuman tersebut diperkirakan dapat memicu sengketa, terutama jika kebijakan yang diterapkan menyangkut ruang-ruang kerja dan akses liputan.

Di saat yang sama, fakta bahwa beberapa reporter masih berada di lokasi setelah pengumuman menunjukkan bahwa peralihan akses, bila benar diberlakukan, dapat saja berjalan tidak serentak.

Publik akhirnya menunggu apakah pelarangan itu akan diterjemahkan menjadi pembatasan resmi melalui mekanisme internal Gedung Putih, atau hanya menjadi pernyataan politik tanpa perubahan prosedural yang langsung.

Dengan latar hubungan yang penuh ketegangan sejak Januari 2025, pengumuman baru ini menambah episode panjang konflik Trump dengan pers Gedung Putih.

Ke depan, perkembangan kemungkinan akan ditentukan oleh respons hukum dari outlet yang disebut, serta cara Gedung Putih mengatur akses media ke informasi dan lokasi yang selama ini menjadi bagian dari kerja jurnalistik di sekitar Presiden.