jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali mencatat capaian di tingkat nasional. Kali ini, Gubernur Gusnar Ismail dianugerahi Terbaik I untuk Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan.
Penghargaan tersebut diterima Gusnar Ismail pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi. Kegiatan yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama detikcom berlangsung di Makassar pada Jumat, 18/9/2026.
Dalam penilaian, penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap komitmen dan kinerja Pemprov Gorontalo. Fokus utamanya adalah upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas serta lebih mudah dijangkau.
Penilaian mencakup akses hingga standar layanan Penyelenggara ajang menyebut sejumlah capaian yang menjadi dasar pertimbangan. Penilaian mencakup penyediaan akses layanan kesehatan, perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta ketersediaan sanitasi yang layak.
Selain aspek akses dan cakupan, indikator juga menyinggung kesiapan fasilitas kesehatan agar sesuai standar. Dengan begitu, kualitas pelayanan tidak hanya dilihat dari keterjangkauan, tetapi juga dari pemenuhan standar yang dijalankan di fasilitas kesehatan.
Ajang ini turut menyoroti pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat. Keberadaan program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemeriksaan kesehatan secara lebih luas, sehingga layanan preventif dapat berjalan lebih sistematis.
Apresiasi untuk inovasi dan peningkatan layanan publik Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 diposisikan sebagai bentuk penghargaan Kemendagri kepada pemerintah daerah. Pengakuan ini diarahkan bagi daerah yang dinilai mampu mendorong inovasi, meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berita Terkait
Dengan model penilaian yang mencakup berbagai aspek layanan, penghargaan diharapkan menjadi cermin praktik baik dalam tata kelola pemerintahan daerah. Keberhasilan di bidang kesehatan dipahami tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan upaya perbaikan layanan secara menyeluruh.
Selain kategori kesehatan, ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 juga menilai tiga kategori lain. Tiga kategori tersebut adalah Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, Akses Terhadap Layanan Pendidikan, serta Implementasi Program 3 Juta Rumah.
Kolaborasi jadi kunci menghadirkan layanan merata Gubernur Gusnar Ismail menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolaboratif. Ia menyampaikan bahwa capaian tersebut melibatkan seluruh kepala daerah se-Provinsi Gorontalo sekaligus jajaran tenaga kesehatan.
Kolaborasi itu, menurut Gusnar Ismail, mencakup peran dari berbagai level mulai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten/kota. Peran tersebut juga diperkuat oleh koordinasi pada level provinsi, sehingga arah kebijakan dan pelaksanaan layanan dapat berjalan selaras.
Dalam pandangan Pemprov Gorontalo, sinergi lintas tingkatan pemerintahan menjadi faktor penting untuk menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas. Artinya, perbaikan akses tidak hanya berhenti pada kebijakan, tetapi juga diterjemahkan menjadi pelaksanaan di lapangan.
Penguatan layanan kesehatan yang dinilai dalam ajang tersebut juga mencerminkan perhatian pada keterjangkauan bagi masyarakat. Ketika akses diperluas, cakupan kepesertaan JKN ditingkatkan, sanitasi layak tersedia, serta fasilitas kesehatan berjalan sesuai standar, maka pengalaman layanan bagi masyarakat diharapkan menjadi lebih baik.
Penghargaan Terbaik I yang diraih Gusnar Ismail menjadi penegasan bahwa program dan strategi yang dijalankan Pemprov Gorontalo memperoleh pengakuan. Pada saat yang sama, ajang ini juga mengingatkan bahwa peningkatan layanan publik memerlukan konsistensi, koordinasi, dan komitmen bersama dari berbagai pihak.
Dengan diterimanya penghargaan tersebut di Makassar pada 18/9/2026, Pemprov Gorontalo membawa pesan yang jelas tentang pentingnya akses layanan kesehatan yang berkualitas. Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan berbagai unsur hingga ke level paling dekat dengan masyarakat.












