Internasional

Tujuh Perahu Bawa Hampir 500 Migran ke Inggris pada Kamis, Pertama Sejak 17 Agustus

×

Tujuh Perahu Bawa Hampir 500 Migran ke Inggris pada Kamis, Pertama Sejak 17 Agustus

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hundreds of migrants cross Channel in one day after 10-day lull

jurnalistik.co.id – Hampir 500 migran tiba di Inggris dalam satu hari pada Kamis, melalui tujuh perahu yang berhasil menyeberangi Selat Channel setelah jeda 10 hari. Kedatangan ini menjadi yang pertama tanpa terputus sejak 17 Agustus, ketika 250 orang dilaporkan tiba.

Menurut laporan, tujuh kapal tersebut merupakan yang pertama melakukan penyeberangan sejak 17 Agustus. Rombongan itu berada di perairan Inggris hingga larut malam pada Kamis, sebelum 494 orang dibawa ke area Border Security Command di Dover, Kent.

Angka tersebut juga disebut lebih rendah dibandingkan gambaran keseluruhan tahun ini. BBC Verify mengaitkan penurunan tersebut dengan analisis atas data pemerintah.

Statistik penyeberangan dengan perahu kecil

Dalam rentang 1 Januari hingga 27 Agustus 2026, tercatat total 16.391 orang menyeberang Selat Inggris dengan perahu kecil dari Prancis. Angka itu turun 43% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

BBC Verify menyebut, sejak 2020 penyeberangan dengan perahu kecil menjadi cara paling umum untuk mendeteksi orang yang masuk ke Inggris secara ilegal. Hampir semua orang yang tiba lewat perahu kecil mengajukan suaka.

Di bawah hukum internasional, pengajuan suaka membuat mereka dapat tetap berada di negara itu sementara permohonan mereka diproses. Pada periode Juli 2025 hingga Juni 2026, kedatangan melalui perahu kecil berkontribusi sekitar 40% dari semua permohonan suaka.

Untuk periode 28 Agustus 2025 hingga 27 Agustus 2026, kapal-kapal yang tiba rata-rata membawa 68 orang. Rata-rata tersebut disebut lebih dari dua kali lipat dibanding angka pada 2021.

Para ahli menilai kepadatan di dalam perahu membuat penyeberangan menjadi lebih berisiko. Dalam konteks keselamatan, setidaknya 84 orang dilaporkan meninggal dunia ketika mencoba menyeberang Channel pada 2024, menurut data yang dirujuk dari PBB (UN).

Jika dilihat dari skala keseluruhan, jumlah kedatangan dengan perahu kecil berada di kisaran sekitar 5% dari ukuran total imigrasi ke Inggris pada Januari 2025 hingga Desember 2025. Pemerintah juga berkomitmen untuk “smash the gangs” di balik penyeberangan tersebut guna menekan jumlah orang yang datang lewat rute tidak aman dan ilegal.

Siapa yang datang lewat perahu kecil

Dalam periode Juli 2025 hingga Juni 2026, orang dari Eritrea tercatat menyumbang 18% dari seluruh kedatangan lewat perahu kecil. Sementara itu, berdasarkan angka terbaru yang mencakup Januari 2025 hingga Desember 2025, sedikitnya 2.335 orang yang tiba dengan perahu kecil ditemukan sebagai calon korban perdagangan manusia atau bentuk perbudakan modern lainnya, menurut keterangan Home Office.

Bagaimana cara lain masuk tanpa izin

Selain perahu kecil, ada juga orang yang terdeteksi memasuki Inggris tanpa izin melalui metode lain. Pada periode Juli 2025 hingga Juni 2026, sebanyak 4.712 orang ditemukan masuk tanpa izin melalui cara-cara termasuk bersembunyi di kendaraan, bepergian dengan feri, atau melalui bandara, dan jumlah itu turun 17% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

BBC Verify juga mencatat, sebagian individu sebenarnya dapat datang secara legal, misalnya melalui visa kerja atau visa belajar, lalu kemudian melebihi masa tinggal yang diizinkan. Namun, jumlah total orang yang hidup secara ilegal setelah datang secara legal disebut tidak diketahui.

Dalam laporan yang sama, disebutkan pula bahwa 16.391 migran telah menyeberang Channel hingga titik tersebut, turun 43% dibanding posisi yang sama pada tahun lalu dan juga turun 17% dibanding titik yang sama pada 2024.

Pernyataan Menteri Dalam Negeri

Home Secretary Shabana Mahmood menyatakan bahwa pemerintah tidak akan bersikap “complacent” meski angka menunjukkan penurunan. Ia juga mengatakan ada “more we must do”, menegaskan perlunya langkah lanjutan.

Mahmood menambahkan, “That is why I have boosted enforcement on the French beaches and overseas and introduced new legislation to tackle the pull factors that draw people here through unsafe and illegal routes,” yang ia sampaikan dalam konteks pengetatan penegakan hukum dan rancangan legislasi baru.

Dengan tujuh perahu yang tiba pada Kamis menjadi catatan awal setelah jeda 10 hari, peristiwa ini menegaskan bahwa arus penyeberangan tetap berlangsung meski terjadi penurunan dalam berbagai indikator keseluruhan. Di saat yang sama, rincian terkait rata-rata jumlah penumpang per perahu, risiko yang timbul akibat kepadatan, serta temuan tentang calon korban perdagangan manusia dan perbudakan modern ikut menunjukkan kompleksitas persoalan yang dihadapi otoritas.