jurnalistik.co.id – Gempa bermagnitudo 5,8 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Senin, 17 Agustus 2026 pagi. Getaran yang terjadi di Sikka membuat warga Desa Wodamude, Kecamatan Magepanda, berhamburan keluar rumah karena panik.
Warga memilih langsung menuju jalan setelah merasakan guncangan yang cukup kuat. Di lokasi, beberapa warga terlihat berlarian dan mencari tempat yang dirasa lebih aman sambil menenangkan diri.
Maria Angelina Kolin, warga Desa Wodamude, mengatakan kepanikan langsung merebak begitu getaran terasa. Ia menyebut, “Hari ini gempa lagi, semua orang panik,”
Angelina mengaku masih menyimpan trauma dari gempa kuat yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi. Waktu itu, ia bersama ratusan warga lainnya melakukan pengungsian ke Gua Maria yang berada tidak jauh dari permukiman.
Menurut Angelina, guncangan pada Senin pagi memunculkan kembali ingatan buruk tersebut. Ia bahkan merasakan kemiripan dengan peristiwa besar di masa lalu, “Ini seperti kejadian 1992,” ucapnya.
Pengakuan serupa disampaikan Yustus, warga berusia 24 tahun. Ia mengatakan sempat merasakan beberapa kali getaran yang cukup kuat sebelum akhirnya memutuskan bergerak cepat.
Yustus menuturkan bahwa ketika gempa terjadi, ia sedang duduk bersama teman-temannya. “Tadi saya lagi duduk di kursi dengan teman-teman tiba-tiba kursi bergoyang, ternyata gempa. Kami langsung lari ke jalan,” katanya.
Kepanikan warga juga dipengaruhi kondisi saat ini yang masih menyisakan dampak gempa utama sebelumnya. Pada Sabtu lalu, Flores mengalami gempa bermagnitudo 7,7 yang turut mengguncang wilayah dan membuat sejumlah warga masih berada dalam situasi waspada.
BMKG: gempa terjadi pukul 08.46.43 Wita
Berita Terkait
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyampaikan bahwa gempa M 5,8 terjadi pada pukul 08.46.43 Wita atau 07.46.43 WIB. “Info gempa magnitudo 5,8, 17 Agustus 2026 pukul 07.46.43 WIB,” kata Arief.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 8,38 derajat Lintang Selatan (LS) dan 121,52 derajat Bujur Timur (BT). Lokasi tersebut berada sekitar 40 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Arief juga menyebutkan kedalaman gempa berada di 10 kilometer. Informasi ini menunjukkan bahwa gelombang gempa merambat dari kedalaman tersebut dan kemudian terasa hingga wilayah sekitar episenter.
Gempa M 5,8 terjadi di tengah rangkaian aktivitas kegempaan yang masih berlangsung di Flores dan sekitarnya. BMKG menilai peristiwa ini muncul setelah gempa utama pada Sabtu, 15 Agustus 2026, yang bermagnitudo 7,7.
Bagi warga di Sikka, rangkaian gempa membuat kekhawatiran sulit hilang sepenuhnya. Ketika getaran baru muncul pada Senin pagi, memori tentang peristiwa sebelumnya kembali memunculkan reaksi cepat, termasuk pilihan untuk keluar rumah dan berkumpul di ruang terbuka.
Hingga berita ini ditulis, kesaksian warga menggambarkan bahwa respons mereka berfokus pada upaya keselamatan saat guncangan berlangsung. Meski magnitudo lebih kecil dibanding gempa utama sebelumnya, getaran M 5,8 tetap cukup kuat untuk memicu kepanikan di Desa Wodamude.
Sesaat setelah getaran berhenti, banyak warga langsung berupaya menilai situasi sambil tetap waspada. Mereka tidak menunggu instruksi panjang, tetapi memilih tetap berada di luar rumah agar bisa memantau kondisi dan saling memastikan keadaan keluarga.
BMKG menjelaskan bahwa gempa M 5,8 terjadi dengan episenter di sekitar 8,38 LS dan 121,52 BT, kurang lebih 40 kilometer timur laut Mbay. Selain itu, BMKG menyebutkan kedalamannya mencapai 10 kilometer, sehingga guncangan dapat terasa hingga area sekitar episenter.
Menurut penuturan warga, rangkaian gempa yang masih berlangsung membuat reaksi mereka cenderung reflektif. Saat guncangan pada Senin pagi muncul, ingatan pada peristiwa sebelumnya kembali menghampiri, dan keputusan untuk segera bergerak menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan sambil menunggu perkembangan informasi resmi.












