Internasional

Uji Paraglider Bermesin Buatan Inggris untuk Pasukan: Terbang hingga 200 Mil di Balik Garis Musuh

×

Uji Paraglider Bermesin Buatan Inggris untuk Pasukan: Terbang hingga 200 Mil di Balik Garis Musuh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: UK soldiers could get paragliders to drop behind enemy lines

jurnalistik.co.id – Kementerian Pertahanan Inggris berencana menguji sistem paraglider bermesin buatan perusahaan asal Inggris, dengan tujuan membantu pasukan terbang hingga 200 mil di belakang garis musuh. Uji coba ini dirancang agar operasi malam hari bisa dilakukan tanpa harus melompat lebih dulu dari pesawat.

Menurut rencana yang disampaikan dalam laporan BBC, glider berukuran seperti ransel tersebut akan memungkinkan anggota Royal Marine dan Parachute Regiment masuk ke area yang dinilai berbahaya saat malam. Dengan ukuran dan cara peluncurannya, pasukan diharapkan dapat bergerak lebih cepat ke wilayah target tanpa perlu menjatuhkan diri dari pesawat.

Produsen perangkat ini adalah Blakcro, yang berbasis di Wiltshire. Perusahaan menyebut unitnya bisa dirakit dalam waktu delapan menit dan kemudian diluncurkan dengan berjalan kaki oleh pilot di lokasi operasi.

Untuk pengembangan dan pengadaan awal, Kementerian Pertahanan menganggarkan £6 juta bagi sistem tersebut. Uji coba direncanakan dimulai “in the coming months”, sesuai penjadwalan yang disebutkan pemerintah.

“The Ministry of Defence is spending ÂŁ6m on the system, with trials set to begin ‘in the coming months’.” demikian informasi yang diberitakan, yang menempatkan percobaan sebagai tahap lanjutan menuju penggunaan operasional. Dalam konteks itu, Defence Minister Luke Pollard menyatakan pemerintah sedang menyiapkan rantai pasok pertahanan yang lebih kuat.

Luke Pollard juga mengutip arah kebijakan pemerintah melalui pernyataan: “more resilient, homegrown defence supply chain and ensuring our armed forces receive the pioneering equipment that can give them the edge on the battlefield”. Pernyataan tersebut menekankan upaya memperkuat kemampuan pasokan di dalam negeri, sekaligus memastikan pasukan menerima perlengkapan inovatif.

Dari sisi kemampuan, paraglider bermesin memiliki jangkauan hingga 200 mil. Perangkat ini disebut mampu membawa perlengkapan seperti body armour, peralatan night vision, serta dudukan untuk senjata, sehingga kebutuhan tempur dapat dibawa langsung oleh sistem penerbangan.

Blakcro menggambarkan glider yang menggunakan rangka berbahan titanium sebagai platform yang lebih sulit terdeteksi dibandingkan pesawat tradisional. Perusahaan menyebut mesin tersebut dapat membuat operasi rahasia lebih memungkinkan karena sulit dideteksi baik oleh radar maupun oleh suara.

Secara teknis, glider akan digerakkan oleh kipas (fan). Namun, pilot tetap diharapkan melakukan peluncuran dengan berjalan kaki, bukan dengan prosedur penjatuhan dari udara, sehingga pendekatan operasinya berbeda dari model penerbangan yang bergantung pada pesawat pengangkut.

Tes dan adopsi sistem seperti ini disebut bukan hal yang sama sekali baru. BBC melaporkan bahwa teknologi tersebut saat ini sudah digunakan oleh negara-negara anggota NATO lainnya, yang menjadi dasar bahwa konsep operasionalnya memiliki rujukan dari pengalaman pihak lain.

Blakcro, perusahaan yang mempekerjakan 11 orang, didirikan pada 2023. Laporan tersebut juga menyebut perusahaan menerima dukungan pemerintah untuk dua proyek lain, serta bekerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Pemerintah menargetkan peningkatan belanja untuk peralatan pertahanan buatan Inggris dan mendorong agar perusahaan-perusahaan yang lebih kecil ikut masuk dalam rantai pasok. Langkah ini ditempatkan sebagai bagian dari strategi memperluas basis pemasok sekaligus memperkuat ekosistem industri pertahanan dalam negeri.

Terkait arah belanja pertahanan, Chancellor John Healey disebut menghadapi tekanan untuk menambah pendanaan setelah mundur dari pemerintahan Sir Keir Starmer. Pengunduran diri Healey disebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap rencana investasi.

Dalam kapasitasnya saat menjadi sekretaris pertahanan, John Healey menuduh pemerintah Starmer tidak memiliki jadwal yang jelas untuk memenuhi target pengeluaran 3% dari pendapatan nasional Inggris untuk sektor pertahanan. BBC juga melaporkan bahwa Healey diperkirakan meningkatkan belanja lebih lanjut, tetapi tidak akan memaparkan rencana dalam anggaran pertamanya pada bulan Oktober.

Sebagai gantinya, disebutkan rencana pertahanan yang diperbarui akan dipaparkan melalui tinjauan belanja pemerintah yang lebih luas pada musim semi. Perubahan arah ini sekaligus mengaitkan kebijakan pertahanan dengan proses penyusunan prioritas anggaran nasional.

Seorang juru bicara pemerintah menambahkan penjelasan melalui kutipan berikut: “The first duty of government is to keep its citizens safe. The prime minister and chancellor are committed to fully funding the defence investment plan. At the spending review we will set out a pathway to meet our NATO commitment of 3.5% of GDP on defence by 2035 and will set a target date to hit 3% on that path.”

Dengan demikian, pengujian paraglider bermesin buatan Inggris ini tidak hanya diposisikan sebagai uji teknologi penerbangan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mempercepat kesiapan tempur di medan yang menuntut pendekatan rahasia, terutama pada operasi malam hari.