Internasional

Warga Kanada Antusias Rencana Perkuat Hubungan dengan Eropa, termasuk Peluang Kerja dan Kuliah di Uni Eropa

×

Warga Kanada Antusias Rencana Perkuat Hubungan dengan Eropa, termasuk Peluang Kerja dan Kuliah di Uni Eropa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Why Canadians are ready for closer ties with Europe

jurnalistik.co.id – Rencana Perdana Menteri Mark Carney untuk mempererat hubungan Kanada dengan Eropa mendapat sambutan hangat dari warga yang diwawancarai BBC. Dalam pidatonya pekan ini, Carney mendorong kerja sama lebih dekat, termasuk peluang kerja dan studi bagi warga muda di kawasan itu.

Carney menyampaikan gagasan tersebut pada Kamis pagi di Strasbourg, saat berbicara di Parlemen Eropa. Ia menyatakan Kanada dan Eropa “stronger together” menghadapi “geopolitical rupture”, serta mengajak pendalaman ikatan antarmanusia. Poin yang ditonjolkan adalah ambisi Uni Eropa agar Kanada menjadi anggota asosiasi pertamanya.

Menurut Carney, rencana itu akan membuka akses yang lebih luas bagi anak muda untuk “live, work and study where they want on either side of the Atlantic”. Ia juga menggarisbawahi kebutuhan kerja sama yang lebih rapat di bidang pertahanan dan energi, sejalan dengan dorongan hubungan yang lebih erat secara menyeluruh.

Meski demikian, status “associate member” sendiri saat ini belum ada di kerangka Uni Eropa. Semua 27 negara anggota tetap harus menyetujui pengaturan semacam itu, sehingga penerapannya bisa memakan waktu bertahun-tahun. Meski realisasinya belum jelas, orang-orang yang BBC temui menyatakan antusias dengan kemungkinan bekerja maupun belajar di Uni Eropa.

Miriam Levin-Gold, yang tinggal di Toronto, menyambut ide tersebut dengan nada positif. Ia menilai peluang itu bisa membantu generasi muda untuk “explore different parts of the world and work in different places and have different experiences”. Baginya, gagasan Carney memberi harapan tentang mobilitas lintas wilayah yang selama ini terasa rumit.

Harapan soal kemudahan visa dan biaya belajar

Alex Nash dari Montreal mengatakan hubungan yang lebih dekat berpotensi menghapus hambatan dalam urusan visa kerja dan izin. Ia menyebut akan “really nice for that to be easier, more convenient and to be able to visit more easily”. Di media sosial Kanada, pembahasan rencana ini juga ramai, termasuk dari pengguna yang berharap cucu mereka bisa belajar di universitas-universitas Eropa dengan tarif yang lebih baik.

Sejumlah warga lain melihat manfaat yang lebih praktis bagi kehidupan sehari-hari. Ada yang menilai rencana itu dapat membuat urusan menuju rumah yang sudah dimiliki di Prancis menjadi lebih mudah, sementara yang lain berkomentar bahwa “Snow birds are going to love it”, merujuk pada warga Kanada yang kerap berangkat ke lokasi hangat saat musim dingin. Reaksi-reaksi tersebut mencerminkan keinginan kuat agar akses lintas negara menjadi lebih sederhana dan terjangkau.

Antusiasme itu muncul pula di tengah kekhawatiran sebagian orang terhadap dinamika Kanada dengan Amerika Serikat. David Jardine, yang tumbuh dengan pandangan bahwa AS adalah tetangga sekaligus pusat budaya, mengaku kini lebih skeptis setelah perang dagang Presiden Donald Trump dengan Kanada dan retorika tentang “annexation”. Ia menuturkan, “I remember wanting to go and visit New York all the time”, tetapi menambahkan, “I would say I think not only does it make more sense to associate closely with Europe, it’s a place that I would rather be associating with given the way things are these days”.

Di Toronto, Maggie Stainton yang mengelola pub C’est What menceritakan respons emosionalnya saat membahas hubungan Kanada yang terasa retak dengan AS. Ia berkata, “It’s too volatile with the United States”, lalu menyatakan, “I feel that there’s some stability in Europe”. Stainton juga menyinggung bahwa pengaruh budaya Amerika—seperti banyak aktor Kanada yang bekerja di Hollywood dan siaran radio Kanada yang memutar lagu-lagu AS—membuat orang Kanada “forced to feel more American simply by the influences that we have”, namun ia tetap merasa, “deep down, I definitely I lean towards feeling more European in my ideas and ideals”.

Carney sendiri diposisikan sebagai figur yang ingin memperluas arah ekonomi Kanada. Ia pernah memimpin bank sentral Kanada dan Inggris, dan kini dipilih dengan janji untuk mengambil sikap tegas terhadap Trump sekaligus memperlebar cakrawala ekonomi negara. Angka perdagangan menjadi bagian dari latar belakang: hingga 72% ekspor Kanada ditujukan ke AS, sementara ketegangan dagang mendorong Ottawa mencari kedekatan dengan negara lain.

Secara demografis, Uni Eropa juga dipandang cocok. BBC menyebut lebih dari setengah populasi Kanada melaporkan memiliki asal-usul Eropa berdasarkan sensus terakhir tahun 2021. Selain itu, survei Abacus Data yang dilakukan sebelum pidato Carney menemukan 80% orang Kanada mengatakan negara mereka perlu memperdalam kerja sama strategis dengan Uni Eropa, dan lebih dari separuh merasa lebih dekat dengan Eropa dibanding Amerika.

Namun detail rencana Carney untuk mempererat hubungan itu masih minim. Dua anggota parlemen dari kubu oposisi, Konservatif, juga meminta penjelasan lebih rinci tentang arah kerja sama yang ia dan Uni Eropa rencanakan. Adam Chambers, anggota parlemen untuk Simcoe North, menilai: “It could be a concrete, meaningful proposal. Or it could be just words and vibes”, seraya menyinggung perjanjian Comprehensive Economic and Trade Agreement (Ceta) yang saat ini masih menunggu ratifikasi oleh beberapa negara di Uni Eropa.

Bagi Ahmed Khalil, membangun jembatan dengan Eropa dipandang masuk akal, tetapi hubungan dengan AS tetap harus dijaga. Ia mengatakan, “I grew up here. I’ve been here 40 years in Canada, in Ontario, and America’s always been the neighbour”, lalu menambahkan bahwa kerja sama dengan Eropa “brings in more money for Canada and more culture, brings Europeans over, probably solves a lot of problems”. Namun Khalil menegaskan keseimbangan, “I think both are equally valuable to us”, dan “Both are equally valid”.