Otomotif

Jangan Pasang Immobilizer Tambahan Sembarangan: Ada Risiko yang Perlu Dipahami

×

Jangan Pasang Immobilizer Tambahan Sembarangan: Ada Risiko yang Perlu Dipahami

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pasang Immobilizer Tambahan Jangan Asal, Ada Risikonya

jurnalistik.co.id – Banyak pemilik mobil memilih menambah immobilizer aftermarket sebagai lapisan pengaman ekstra untuk menekan risiko pencurian. Namun, keamanan tambahan itu tidak otomatis muncul hanya karena perangkat terpasang, melainkan juga ditentukan oleh cara pemasangan di lapangan.

Raymond Lie, pemilik Komandan Key, menekankan bahwa persoalan utamanya bukan pada fungsi immobilizer itu sendiri. Menurutnya, risiko muncul ketika perangkat dipasang di luar sistem bawaan pabrikan.

Risiko lebih dekat ke proses pemasangan

Raymond menyebut bahwa konteks instalasi menjadi faktor yang menentukan hasil akhir. “Karena itu penambahan di luar pabrikan. Sebenarnya kenapa ada mobil bisa kebakar dan segala macam, itu tergantung yang masang,” ujar Raymond kepada KOMPAS.com di Jakarta Utara pada Selasa (14/7/2026).

Dalam praktiknya, pemasangan perangkat keamanan tambahan mengharuskan teknisi mengambil jalur kabel pada sistem kelistrikan kendaraan. Karena itu, hasil pekerjaan sangat bergantung pada kompetensi teknisi yang menangani pekerjaan tersebut.

Raymond menggambarkan bahwa kualitas eksekusi bisa berbeda-beda. “Mereka ambil jalur kabelnya benar enggak, terus pasangnya benar enggak. Kadang-kadang yang pasang ini SOP-nya enggak setinggi pabrikan,” kata Raymond.

Ia juga menyoroti variasi pengalaman teknisi yang bekerja di bengkel aksesori. “Kadang-kadang kita dapat teknisi yang baru masuk disuruh pasang. Atau kita dapat teknisi yang memang sudah mengerti, yang sudah senior, kita juga enggak tahu,” ujar Raymond, menggarisbawahi bahwa tidak semua pemasangan dikerjakan oleh orang dengan level kemampuan yang sama.

Selain faktor manusia, kualitas produk yang dipakai juga ikut menentukan seberapa baik sistem keamanan bekerja. Pada titik ini, keamanan tidak hanya bergantung pada “ada atau tidaknya” perangkat, melainkan pada perangkat yang digunakan serta bagaimana perangkat itu diintegrasikan ke kendaraan.

Modifikasi keyless dan push start juga perlu dipahami beda sistemnya

Raymond kemudian menyinggung tren modifikasi mobil konvensional menggunakan tombol push start atau keyless. Menurutnya, sistem seperti ini umumnya menambahkan modul di luar sistem bawaan mobil, sehingga cara kerjanya berbeda dibanding keyless yang dipasang langsung oleh pabrikan.

Ia menyampaikan penilaian tersebut dengan nada kritis. “Kalau dibikin jadi keyless itu juga saya bilang keyless-keyless-an,” ujar Raymond.

Raymond menjelaskan perbedaan konsep antara immobilizer bawaan dan immobilizer aftermarket. Pada mobil yang sudah memiliki immobilizer bawaan, terdapat chip yang berfungsi membuka akses data pada ECU mesin. Sementara pada sistem aftermarket, chip tersebut justru ditempatkan di dekat modul agar ECU tetap bisa membacanya.

Ia juga memaparkan fungsi tombol push start pada skema aftermarket. “Jadi ketika kita buka mobil seakan-akan pakai tombol hidupnya. Sebenarnya itu dibikin jadi saklar, jadi on-off saja. Kayak push button ala-ala,” ucap Raymond.

Dengan penjelasan itu, tombol yang terasa seperti fitur modern pada praktiknya bekerja sebagai saklar—bukan bagian dari integrasi yang sama persis dengan sistem bawaan pabrikan.

Bukan soal harga, tapi pastikan kualitas dan teknisi berpengalaman

Raymond menegaskan bahwa sistem aftermarket berbeda dari keyless maupun immobilizer bawaan pabrikan yang terintegrasi langsung dengan ECU mesin. “Beda sama yang bawaan pabrik, kan memang ada data di dalam ECU-nya. Kalau itu kan dipasang, berarti ada modul tambahan di luar,” katanya.

Karena adanya modul tambahan di luar sistem bawaan, Raymond menganjurkan agar pemilik kendaraan tidak hanya melihat harga saat ingin memasang perangkat keamanan tambahan. Pertimbangan utama, menurutnya, adalah kualitas produk yang digunakan serta apakah pemasangan dikerjakan oleh teknisi yang berpengalaman.

Dengan begitu, risiko gangguan pada sistem kelistrikan kendaraan dapat diminimalkan. Pada akhirnya, pengalaman teknisi dan kesesuaian cara pemasangan menjadi penentu apakah perangkat tambahan benar-benar memberi perlindungan sesuai tujuan awal.