Otomotif

Valentino Rossi Masih Merindukan Sensasi Balap MotoGP

×

Valentino Rossi Masih Merindukan Sensasi Balap MotoGP

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Valentino Rossi Masih Kangen Balapan MotoGP

jurnalistik.co.id – Valentino Rossi mengaku sensasi balap di MotoGP masih terasa “memanggil”, meski ia sudah tidak lagi berada di grid sejak akhir musim 2021.

Meski sudah memasuki fase karier baru, Rossi menegaskan bahwa ia tidak kehilangan keterhubungan dengan dunia balap motor. Ia juga menyatakan keputusan untuk mengakhiri masa sebagai pebalap masih tidak meninggalkan penyesalan sedikit pun.

Dalam kesempatan yang ia sampaikan, Rossi menyebut dirinya tetap beruntung bisa berada di olahraga yang sama, hanya dengan sudut pandang yang berbeda. Ia kini menekuni balap mobil sekaligus aktif dalam pembinaan pembalap muda lewat VR46 Riders Academy.

“Saya masih beruntung bisa tetap menjadi bagian dari olahraga ini, meski dari sudut pandang yang berbeda. Saya memang selalu merindukan balapan MotoGP , tetapi tidak memiliki penyesalan. Sekarang saya balapan mobil dan sangat menikmatinya,” kata Rossi, dikutip Motosan, Kamis (16/7/2026).

Rossi tetap memberi arah lewat VR46 Riders Academy

Rossi memang tidak lagi tampil sebagai pembalap MotoGP, tetapi gairahnya terhadap balap motor menurutnya tidak pernah padam. Salah satu bentuk kedekatan itu terlihat dari perannya di program yang ia bangun sejak lama.

Sejak 2013, ia mendirikan VR46 Riders Academy dengan tujuan membantu pembalap muda Italia menembus kelas utama. Bagi Rossi, hasil yang lahir dari akademi tersebut justru lebih jauh dari harapannya di awal.

Ia menyebut program itu mampu melahirkan nama-nama yang kemudian berkembang hingga mencapai panggung persaingan tertinggi. Salah satu contoh yang ia tekankan adalah Francesco Bagnaia yang kini telah menjadi juara dunia MotoGP.

“Saya tidak pernah kehilangan semangat. Kami ingin membantu pembalap muda mencapai MotoGP dan hasilnya sangat memuaskan. Pembalap-pembalap terbaik, seperti Pecco, berasal dari sana. Italia hingga kini masih berada di puncak, baik dari sisi pabrikan maupun pembalap,” ujarnya.

Dengan cara itu, Rossi memposisikan dirinya bukan sebagai pemburu kemenangan di lintasan, melainkan sebagai pembangun ekosistem talenta. Ia menilai semangat yang sama tetap bisa dijaga meski tugasnya bergeser dari berkendara langsung ke membina generasi berikutnya.

Kesuksesan Rossi bagi MotoGP

Rossi juga mengulas pencapaian yang paling ia banggakan selama perjalanan kariernya. Ia menyampaikan pandangannya dalam acara Moto d’Italia – Cultura oltre la pista yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Italia.

Dalam acara tersebut, Rossi menempatkan keberhasilan yang ia rasakan bukan semata pada angka gelar, melainkan pada dampak yang dirasakan di luar paddock. Menurutnya, MotoGP menjadi semakin dikenal masyarakat luas dan hal itu baginya lebih bernilai.

Bagi pemilik sembilan gelar juara dunia itu, kepuasan karena masih ada orang yang memakai topinya menjadi momen yang sangat bermakna. Ia menggambarkan rasa hormat atas fakta tersebut sekaligus menyoroti sisi kontribusinya memperkenalkan balap motor kepada publik yang sebelumnya belum mengenal dunia itu.

“Melihat masih ada orang yang memakai topi saya adalah sebuah kehormatan. Kepuasan karena telah memperkenalkan balap motor kepada banyak orang yang sebelumnya tidak mengenal dunia ini adalah kemenangan terbesar saya. Bahkan lebih besar daripada sembilan gelar juara dunia,” kata Rossi.

Ia memandang peran sebagai ikon olahraga dapat membawa moto balap motor melampaui batas kompetisi. Dengan kata lain, jejak Rossi tidak berhenti pada hasil lomba, tetapi juga pada bagaimana olahraga ini menjangkau lebih banyak orang.

Tamu hadir dan tujuan promosi industri

Acara Moto d’Italia juga dihadiri tokoh-tokoh yang terkait dengan MotoGP. Rossi menyebut kehadiran Pecco Bagnaia, Marco Bezzecchi, Max Biaggi, hingga CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta.

Para tokoh tersebut berkumpul dalam agenda yang berfokus pada promosi industri sepeda motor Italia ke tingkat internasional. Rossi tampak menempatkan konteks itu sebagai bagian dari upaya menjaga ketenaran dan relevansi motor sport Italia di mata dunia.

Melalui rangkaian pernyataan dan keterlibatannya tersebut, Rossi terlihat konsisten pada dua hal: tetap mengakui kerinduannya pada MotoGP, sekaligus menjaga keterhubungan dengan masa depan balap motor melalui pembinaan talenta dan keterlibatan di ekosistemnya.