Otomotif

Hati-hati Oli Palsu: Ancaman bagi Mesin Kendaraan

×

Hati-hati Oli Palsu: Ancaman bagi Mesin Kendaraan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Waspada Oli Palsu, Ini Risiko yang Mengintai Mesin Kendaraan

jurnalistik.co.id – Di tengah kenaikan harga pelumas yang terjadi beberapa waktu terakhir, peredaran oli palsu kembali menjadi perhatian. Kekhawatiran muncul karena oknum disebut berpotensi memanfaatkan situasi tersebut dengan menawarkan produk yang tidak sesuai.

Salah satu kemunculan dugaan itu terekam lewat unggahan akun TikTok @sss073392. Dalam video yang dibagikan, terlihat oli berada dalam kemasan yang masih tersegel sebelum akhirnya dibuka.

Namun, setelah kemasan dibuka, isinya disebut memiliki tekstur yang sangat encer serta berbusa dan menyerupai solar. Pengunggah menuturkan, “Ini bukan oli ini, ini solar ini dicampur apa. Aromanya pun agak aneh,” seperti yang terlihat dalam video tersebut.

Dalam keterangannya kepada Kompas.com pada Kamis (16/7/2026), pemilik akun menyebut oli tersebut dibeli melalui platform belanja online. Ia mengatakan, “Beli online, masih langganan juga, tapi ya gitulah namanya juga manusia,”.

Dari kasus yang beredar tersebut, terlihat bahwa peredaran oli palsu tidak hanya berujung pada kerugian finansial. Yang menjadi fokus utama adalah potensi dampak terhadap kondisi mesin kendaraan jika pelumas palsu tetap digunakan.

Risiko pada perlindungan komponen mesin

Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jayan Sentanuhady, menjelaskan bahwa penggunaan pelumas palsu dapat menimbulkan penurunan performa dan efek buruk yang serius bagi mesin kendaraan. Menurutnya, oli palsu tidak mampu memberikan perlindungan yang optimal terhadap komponen mesin.

Ia menegaskan, “Oli palsu tidak memberikan perlindungan optimal, sehingga gesekan antar komponen mesin meningkat, mempercepat keusan dan kerusak,” ucap Jayan kepada Kompas.com. Dengan kondisi tersebut, proses keausan disebut menjadi lebih cepat dibanding saat mesin memperoleh pelumasan yang semestinya.

Potensi membuat mesin cepat panas

Selain meningkatkan gesekan, pelumas palsu juga disebut lebih rentan memicu kenaikan suhu pada mesin. Jayan menjelaskan bahwa kualitas pelumas palsu umumnya tidak mampu bertahan pada temperatur kerja mesin.

Ia menyampaikan, “Pelumas palsu biasanya tidak tahan panas sehingga membuat mesin cepat panas, bahkan dapat menyebabkan overheating,”. Dengan demikian, risiko yang muncul tidak hanya terkait performa, tetapi juga terkait kondisi termal mesin saat beroperasi.

Endapan lumpur yang menghambat sistem pelumasan

Jayan juga menguraikan bahwa kandungan kimia pada oli palsu umumnya berkualitas rendah. Ia menilai kualitas tersebut berpotensi membentuk endapan lumpur atau sludge yang dapat menyumbat bagian-bagian penting pada sistem.

Ia mengatakan, “Oli palsu cenderung memiliki kandungan kimia berkualitas rendah, sehingga menghasilkan endapan lumpur (sludge) yang menyumbat saluran pelumas dan filter,”. Apabila saluran pelumasan maupun filter mengalami penyumbatan, aliran pelumasan dapat menjadi tidak maksimal.

Dampak lanjut terhadap tenaga dan konsumsi bahan bakar

Ketika pelumasan tidak berjalan optimal, performa mesin pun dapat mengalami penurunan. Gesekan yang tinggi membuat tenaga mesin berkurang sehingga respons akselerasi ikut melemah.

Dalam penjelasan yang sama, kondisi ini juga dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar. Mesin yang mengalami hambatan akibat gesekan tinggi dan pelumasan yang kurang efektif berpotensi membuat penggunaan bahan bakar meningkat selama kendaraan beroperasi.

Dengan demikian, keberadaan dugaan oli palsu yang beredar di tengah kenaikan harga pelumas tidak berhenti pada masalah kemasan atau perbedaan wujud produk. Risiko yang disebutkan oleh Jayan mencakup peningkatan gesekan, percepatan keausan dan kerusakan, kemungkinan overheating, hingga terbentuknya endapan yang dapat menyumbat saluran pelumasan dan filter.

Kasus yang terekam dari @sss073392 juga memperlihatkan bahwa transaksi melalui platform belanja online bisa menghadirkan temuan yang tidak sesuai ekspektasi awal. Setelah kemasan dibuka, pengunggah menyebut oli berubah menjadi tekstur yang sangat encer dan berbusa, serta menyisakan kecurigaan terhadap aroma yang tidak wajar.

Melalui penjelasan tersebut, perhatian publik diarahkan pada pentingnya kewaspadaan terhadap pelumas yang diduga tidak memenuhi fungsi semestinya. Saat pelumas yang digunakan tidak mampu memberikan perlindungan dan performa yang semestinya, konsekuensi yang muncul dapat dirasakan pada kinerja mesin hingga efisiensi penggunaan bahan bakar.