Otomotif

Mitsubishi Memilih XForce Hybrid (HEV) Lebih Dulu: Kenapa Bukan Xpander Hybrid?

×

Mitsubishi Memilih XForce Hybrid (HEV) Lebih Dulu: Kenapa Bukan Xpander Hybrid?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kenapa Mitsubishi Pilih XForce Hybrid, Bukan Xpander Hybrid?

jurnalistik.co.id – Mitsubishi resmi menghadirkan varian hybrid pada New XForce untuk pasar Indonesia, yaitu XForce HEV. Dengan begitu, model tersebut disebut menjadi mobil hybrid pertama Mitsubishi yang masuk ke Tanah Air.

Pengenalan XForce Hybrid ini sekaligus menarik perhatian karena Mitsubishi memilih langkah lebih dulu lewat SUV ringkas 5-penumpang, dibanding menunggu momentum dari Xpander Hybrid. Padahal, model LMPV—yang menjadi segmen utama di Indonesia—dipandang memiliki potensi pasar lebih besar ketimbang segmen SUV ringkas.

Dalam konteks itulah muncul pertanyaan: mengapa Mitsubishi memulai elektrifikasi dari XForce Hybrid, bukan Xpander Hybrid yang telah lebih dulu dipasarkan di Thailand? Xpander sendiri merupakan salah satu model andalan Mitsubishi yang sudah membangun basis konsumen kuat, sehingga keberadaan varian hybrid pada lini tersebut sempat terlihat lebih logis di atas kertas.

Strategi penyempurnaan XForce untuk pasar Indonesia

Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Atsushi Kurita, menjelaskan keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan produk yang memang disiapkan untuk kebutuhan pasar Indonesia. Ia menyebut Mitsubishi berupaya menyempurnakan XForce agar makin sesuai dengan masukan konsumen di Tanah Air.

“Karena saat ini Mitsubishi Motors, setelah dua tahun meluncurkan XForce pada 2023, dua tahun kemudian serius mencoba mengembangkan produk XForce supaya bisa lebih diterima di masyarakat sesuai dengan harapan yang disuarakan oleh para konsumennya,” kata Kurita di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Penyempurnaan yang dimaksud tidak berhenti pada aspek teknologi hybrid. Mitsubishi juga melakukan penguatan pada sisi kenyamanan kabin, termasuk penambahan panoramic sunroof, serta peningkatan peredaman agar pengalaman berkendara terasa lebih senyap dan nyaman.

“Jadi, ada perubahan yang cukup besar, yaitu tentunya menginstal panoramic sunroof, kemudian mengingkatkan atau meng- reinforce kenyamanan serta kesenyapan dari kabin XForce yang baru ini,” ujarnya.

Kurita menegaskan pendekatan ini sengaja dimulai dari XForce karena dianggap sebagai produk yang ditujukan langsung kepada masyarakat Indonesia.

“Dan karena memang ini merupakan produk yang sangat ditujukan untuk masyarakat Indonesia, jadi kita mulai dari XForce terlebih dahulu saat ini,” katanya.

Meski demikian, Kurita tidak memberikan informasi apakah Xpander Hybrid juga akan menyusul masuk ke pasar Indonesia. Dalam penjelasannya, ia hanya menekankan bahwa XForce menjadi langkah awal strategi elektrifikasi Mitsubishi di Tanah Air.

Xpander Hybrid sudah ada di ASEAN, namun belum dibawa ke Indonesia

Secara kawasan, Xpander Hybrid sebenarnya bukan model baru. Mobil tersebut telah lebih dulu meluncur secara global di Thailand pada awal 2024. Setelah itu, Xpander Hybrid mendapat penyegaran (facelift) saat ajang Bangkok International Motor Show (BIMS) 2026.

Namun, Mitsubishi belum membawa model tersebut ke Indonesia. Sebagai gantinya, perusahaan memilih memperkenalkan New XForce Hybrid. Peluncuran New XForce HEV di Jakarta berlangsung bersamaan dengan penyegaran New XForce bermesin bensin pada Kamis (16/7/2026).

Selama masa peluncuran, MMKSI menetapkan harga spesial untuk varian-varian berikut: Mitsubishi New XForce HEV Rp 445 juta, Mitsubishi New XForce Ultimate Rp 399 juta, dan Mitsubishi New XForce Exceed Rp 388 juta.

Pembenahan tersebut juga menunjukkan bahwa Mitsubishi tidak hanya membawa label hybrid ke lini XForce, tetapi menata ulang pengalaman penggunaan harian yang dibutuhkan konsumen. Penyesuaian pada kabin diarahkan agar lebih terasa lega, sekaligus meningkatkan rasa nyaman melalui upaya peredaman yang membuat perjalanan lebih senyap.

Di saat yang sama, peluncuran New XForce HEV di Jakarta pada Kamis (16/7/2026) berlangsung bersamaan dengan pembaruan versi mesin bensinnya. MMKSI juga menetapkan harga spesial untuk masing-masing varian, yakni New XForce HEV Rp 445 juta, Ultimate Rp 399 juta, dan Exceed Rp 388 juta, sebagai sinyal pembukaan pasar untuk elektrifikasi tahap awal.