Olahraga

Jermain Defoe Mundur dari Kursi Manajer Woking setelah 4 Bulan

×

Jermain Defoe Mundur dari Kursi Manajer Woking setelah 4 Bulan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jermain Defoe: Former England striker leaves role as Woking manager after four months

jurnalistik.co.id – Woking mengonfirmasi bahwa Jermain Defoe tidak akan melanjutkan perannya sebagai manajer setelah masa kerjanya berakhir lebih cepat dari rencana. Klub menyatakan mereka “mutually agreed to part ways with immediate effect” hanya dua pekan sebelum laga pembuka musim baru melawan Sutton United.

Bagi Defoe, keputusan itu disampaikan melalui unggahan Instagram. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kondisi akhirnya membuatnya tidak bisa meneruskan pekerjaannya: “Unfortunately, circumstances have ultimately made it impossible for me to continue in the position,”.

Ia juga menyampaikan rasa bangga atas perjalanan yang sudah dijalani selama periode di Woking. “I am extremely proud of the work undertaken during my time at the club and genuinely felt that we were building something special.”

Selain itu, Defoe menggambarkan pengalamannya sebagai batu loncatan untuk tantangan berikutnya: “My time at Woking FC has been an eye-opening managerial experience and one that will undoubtedly make me stronger for the next challenge in my career.”

Datang pada Maret, ditinggalkan setelah empat bulan

Defoe (43 tahun) ditunjuk sebagai pengganti Neal Ardley pada bulan Maret. Dalam periode tersebut, ia memimpin tim pada empat bulan awal tugasnya, dengan jumlah pertandingan liga yang dijalani sebanyak enam laga.

Dari enam pertandingan liga itu, Defoe meraih dua kemenangan. Hasil yang ia catat bersama tim lalu membantu Woking menutup musim dengan posisi ke-10 klasemen.

Meski demikian, hubungan kerja tersebut berakhir secara mendadak pada Kamis. Klub menyampaikan perpisahan terjadi “with immediate effect”, sehingga Defoe tidak lagi berada di kursi kepelatihan menjelang pertandingan awal musim yang sudah dijadwalkan.

Penampilan terakhir: kekalahan 1-0 dari Braintree Town

Laga kesembilan dan sekaligus penampilan terakhir Defoe sebagai manajer Woking tercatat pada Selasa. Timnya menelan kekalahan 1-0 saat menghadapi Braintree Town dalam salah satu rangkaian pertandingan persahabatan pramusim, dari total tiga laga uji coba yang dijalani dalam periode tersebut.

Setelah pertandingan itu, tongkat kepemimpinan bergeser sebelum kompetisi resmi dimulai. Dengan perpisahan yang terjadi dua pekan menjelang duel melawan Sutton United, Woking harus segera menyusun arah tim dalam sisa waktu persiapan.

Jejak karier pemain: dari West Ham hingga pensiun

Sebelum masuk ke dunia kepelatihan, Defoe dikenal sebagai penyerang yang produktif di level tertinggi. Ia mencetak 305 gol dari 763 penampilan senior untuk beberapa klub, termasuk West Ham, Tottenham, Portsmouth, dan Sunderland.

Defoe kemudian resmi pensiun pada 2022. Di level internasional, ia juga mencatat kontribusi dengan 20 gol dalam 57 penampilan bersama tim nasional.

Pengalaman menghadapi ritme pertandingan kompetitif turut membentuk cara pandangnya ketika beralih menjadi bagian dari staf pelatih. Pada 2021, ia sempat bergabung sebagai staf pelatih sementara di Rangers, sebelum menjalani peran di lingkungan akademi Tottenham.

Setelah menjalani tahapan-tahapan itu, Defoe meninggalkan pekerjaannya pada 2024 untuk menekuni peran manajer secara penuh waktu—langkah yang kemudian membawanya ke Woking.

Pengalaman debut yang dianggap “eye-opening”

Di tengah perpisahan yang berlangsung cepat, Defoe tetap menempatkan periode di Woking sebagai pengalaman berharga. Ia menggambarkan debut manajerialnya sebagai “eye-opening experience”, tepatnya setelah menjalani tugasnya selama empat bulan dan enam laga liga bersama klub.

Walau masa kerja yang dilaluinya tidak panjang, ia memandang proses tersebut sebagai langkah yang memperkuatnya untuk pekerjaan berikutnya. Ujung dari periode itu adalah perpisahan yang berlangsung atas kesepakatan bersama, namun pesan yang ia sampaikan menekankan bahwa kontribusinya berangkat dari keyakinan tim sedang diarahkan menuju sesuatu yang spesial.

Dengan berakhirnya masa jabatan Defoe, Woking kini berada pada fase transisi untuk menghadapi musim baru. Klb harus menemukan sosok pengganti sekaligus memastikan dinamika tim tetap terjaga, terutama setelah jeda persiapan yang justru bertepatan dengan perpisahan mendadak jelang pertandingan resmi.