jurnalistik.co.id – Nottingham Forest dikabarkan segera mengganti Vitor Pereira dengan Oliver Glasner sebagai pelatih baru. BBC Sport melaporkan kesepakatan untuk menunjuk mantan pelatih Crystal Palace itu sudah hampir rampung, tinggal proses administratif.
Glasner, yang meninggalkan kursi pelatih Palace di akhir musim lalu, disebut akan menjadi suksesor Pereira. Untuk Forest, penunjukan ini sekaligus menandai pergantian pelatih kelima dalam waktu kurang dari 12 bulan.
Kontak awal dengan Glasner sudah dimulai sejak awal musim panas. Setelah itu, proses berjalan hingga titik “hampir selesai”, dengan formalitas menjadi langkah terakhir sebelum keputusan resmi.
Pereira dikabarkan menerima informasi tersebut pada malam Selasa, yang membuat manajer asal Portugal itu terkejut. Saat penugasan ini, ia masih memiliki kontrak satu tahun tersisa di City Ground.
Di tengah situasi itu, Pereira juga sempat menghadiri pertemuan di London untuk menyelesaikan rencana transfer. Sementara itu, Forest juga menyiapkan agenda pramusim, termasuk turnamen dan laga uji coba yang sudah dijadwalkan.
Menurut laporan, Pereira telah merencanakan persiapan pramusim di Portugal. Forest juga dijadwalkan menjalani laga persahabatan lawan Blackburn, Vitoria Guimaraes, Sporting Lisbon, Leverkusen, Barcelona, dan Udinese selama musim panas.
Klub bahkan sudah “mengunci” turnamen yang melibatkan Udinese dan Barcelona pada awal pekan ini. Ini menggambarkan bahwa rencana olahraga Forest tetap bergerak, meski keputusan terkait staf kepelatihan berada di fase akhir.
Adapun pembicaraan kontrak dengan Pereira disebut sempat dijeda pada bulan lalu. Pada saat penundaan itu, Pereira dinilai tetap yakin akan melanjutkan negosiasi di akhir tahun.
Pereira sendiri baru ditunjuk pada Februari sebagai manajer keempat Forest di musim yang sama. Ia mengambil alih posisi yang sebelumnya ditangani Sean Dyche.
Di bawah kendalinya, Forest menutup Liga Primer Inggris di peringkat ke-16. Mereka juga melaju hingga semifinal Liga Europa, namun tersingkir oleh Aston Villa yang kemudian menjadi pemenang kompetisi tersebut.
Catatan itu menjadi pencapaian penting bagi Nottingham Forest. Ini merupakan kali pertama klub mencapai semifinal Eropa sejak 1984, sekaligus memperpanjang cerita kebangkitan yang sempat lama tidak terjadi di panggung kontinental.
Salah satu hasil paling menonjol selama masa Pereira adalah kemenangan tandang 5-0 atas Sunderland. BBC Sport menyebut laga tersebut sebagai kemenangan tandang terbesar Forest di kasta tertinggi sejak 1995.
Perubahan personel juga tidak berhenti pada masa Pereira. Pada musim lalu, Nottingham Forest juga memecat Nuno Espirito Santo dan Ange Postecoglou, sebelum akhirnya Dyche bertahan 114 hari sebelum digantikan oleh Pereira.
Analisis pergantian cepat
Dalam laporan yang sama, BBC Sport menilai Pereira sebenarnya sedang mempersiapkan jangka pendek dengan tetap berada di Forest. Walau pembicaraan kontrak sempat dihentikan, ia disebut tetap menganggap City Ground sebagai tempat yang dituju dan berharap pembahasan kembali dibuka di penghujung tahun.
Di luar itu, terdapat pula ketertarikan dari Al Hilal. Namun Pereira disebut tidak berminat meninggalkan Forest dan tetap bertahan di Liga Premier Inggris.
Setelah meninggalkan Wolves pada November lalu, Pereira dikatakan ingin kembali ke Liga Premier dengan cepat. Ia juga digambarkan selalu memiliki keinginan untuk bekerja di kompetisi tersebut, sehingga rencana keberlanjutan sempat terlihat cukup jelas.
Oleh karena itu, keputusan lain untuk melepas Pereira dianggap akan menyulitkan langkah jangka menengah klub. Dalam konteks performa, Forest selama empat setengah bulan di bawahnya disebut mampu menghindari bahaya degradasi.
Forest tercatat mencetak gol bersama paling banyak di Liga Primer, sejajar dengan Manchester City. Di sisi pertahanan, tim juga memiliki catatan pertahanan terbaik kelima di divisi tersebut selama periode kepemimpinan Pereira.
Hasil tandang Eropa pertama menjadi bukti awal dampak yang dinilai cepat. Pereira memulai langkah di kompetisi kontinental dengan kemenangan 3-0 di markas Fenerbahce pada bulan Februari.
Ia juga disebut cepat membangun kepercayaan pemain yang sempat merasa tidak puas di era Sean Dyche. Perubahan arah itu tercermin dari cara tim kembali menemukan ritme permainan, baik saat menghadapi laga tandang maupun saat mengelola pertandingan di level kompetitif.
Namun, pergantian pelatih tetap terjadi dalam pola ketidakstabilan yang sudah berlangsung. Nottingham Forest kini kembali menjalani perubahan manajerial dalam rentang 12 bulan terakhir, sebuah periode yang dimulai saat Nuno Espirito Santo berselisih dengan direktur olahraga global, Edu, hingga berujung pada kepergiannya pada September.
Dalam situasi itulah, kedatangan Glasner diposisikan sebagai kelanjutan rencana yang sudah dipantau lebih lama oleh Forest. BBC Sport menyebut bahwa klub sebenarnya sudah menargetkan Glasner sejak beberapa waktu sebelumnya.
Glasner datang dengan rekam jejak yang dinilai kuat dari masa kepelatihannya di Selhurst Park. Ia tidak hanya membawa Palace menjuarai Europa Conference League pada musim lalu, tetapi juga melakukannya setelah Palace meraih kesuksesan di Piala FA pada 2025.
Catatan lain yang menjadi konteks penting adalah perjalanan Palace sendiri di kompetisi Eropa. The Eagles lolos ke Liga Europa setelah memenangkan Piala FA untuk pertama kalinya pada 2025, tetapi kemudian dihukum UEFA karena pelanggaran aturan kepemilikan multi-klub.
Akibat sanksi tersebut, Palace diturunkan ke Europa Conference League. Mereka kemudian tetap menuntaskan target dengan meraih gelar di kompetisi itu pada bulan Mei, setelah mengalahkan Rayo Vallecano.
Dengan latar itu, Glasner dipandang membawa “muatan” pengalaman meraih trofi yang sejenis. BBC Sport menulis bahwa jenis kesuksesan seperti itulah yang ingin dikejar pemilik Forest, Evangelos Marinakis.
Kini, langkah selanjutnya untuk Nottingham Forest adalah memastikan proses pergantian berlangsung sesuai jadwal. Begitu formalitas beres, Glasner diharapkan segera mengambil alih peran sebagai pelatih, menggantikan Pereira yang sampai batas tertentu sudah menata musim dengan asumsi pembicaraan kontrak akan dilanjutkan.












