jurnalistik.co.id – Di Jeddah, Anthony Joshua tampil jauh lebih santai dari perkiraan banyak orang. Petinju kelas berat Inggris berusia 36 tahun itu sempat tertawa bersama awak media, berterima kasih kepada para pendukung yang datang, hingga mengajak kontingen Albania untuk membawa “energy” bagi laga kembalinya melawan Kristian Prenga pada Sabtu.
Joshua akan berhadapan dengan petinju Albania yang berbasis di New Jersey, Kristian Prenga, dalam pertarungan pertamanya sejak kecelakaan mobil di Nigeria pada Desember lalu. Insiden itu merenggut nyawa dua orang yang dekat dengan Joshua, yakni Sina Ghami dan Latif “Latz” Ayodele, juga anggota timnya.
Bagi Joshua, kemenangan pada Sabtu bakal membawa dirinya berada di ambang pertarungan kelas berat sesama petinju Inggris—melawan Tyson Fury—selama “The Gypsy King” juga menang pada laga pemanasan. Fury dijadwalkan melakoni pertandingan uji coba melawan Mariusz Wach di Thailand pada Jumat.
Menjelang pertandingan, Joshua menyampaikan bahwa fokusnya sudah lama disusun. Ia mengungkapkan rencana yang telah berjalan sejak awal tahun, saat konferensi pers Kamis di Jeddah berlangsung.
“We’ve been working since January, working hard, keeping my head down and aligning all my stars,” kata Joshua. “I’m fully focused. I understand there’s a big picture. The goal is to conquer the universe, right? But first we must conquer Earth. And this is my target here.”
Perasaan setelah kehilangan tetap terasa, meski di momen publik Joshua memilih menyalurkan energinya ke persiapan laga. Ia juga sempat menjadi sorotan karena belum sepenuhnya “mencerna” kenyataan atas kepergian teman-temannya.
Joshua sebelumnya menghentikan Youtuber-turned-boxer Jake Paul di Miami hanya 10 hari sebelum kecelakaan yang fatal itu terjadi. Namun sejak Desember 2023, ketika ia menuntaskan duel atas Otto Wallin, Joshua belum lagi meraih kemenangan atas petinju kelas berat yang sudah mapan di level tersebut.
Di sisi lain, Prenga masuk ke laga dengan catatan yang menonjol. Petinju berusia 35 tahun itu telah meraih 20 kemenangan profesional lewat KO dan menanggung hanya satu kekalahan. Meski demikian, Prenga belum pernah menghadapi lawan dengan level yang sedekat ini dengan Joshua.
Manajer Prenga, Keith Sullivan, menggambarkan pertarungan itu sebagai “real-life Rocky moment”. Sementara itu, Prenga sendiri menyatakan ia yakin bisa menang lewat KO.
Ketika ditanya apakah Joshua percaya prediksi tersebut bisa menjadi kenyataan, ia menanggapi dengan senyum. “Can he knock me out? I really don’t believe it,” ucap Joshua. Ia menambahkan, “But only God knows that.”
Joshua lebih rileks di pekan media, namun tetap mengunci fokus
Berita Terkait
Dalam beberapa kesempatan, Joshua kerap dipandang sebagai sosok yang tertutup selama minggu-minggu pertandingan. Ia sering menjalani kewajiban media tanpa banyak bicara dan tidak terlalu membuka ruang obrolan dengan mudah.
Tetapi kali ini, sikapnya terlihat lebih longgar. Headphone yang biasanya ia pakai tidak terlihat, Joshua sempat berbincang dengan pembawa acara mengenai jas—bahkan bercanda soal mengenakan blazer di panas menyengat Jeddah—lalu memberi hormat kepada para pendukung ketika mengambil tempat di panggung.
“I’ve been in the ring with some of the quickest heavyweights, some of the fittest heavyweights. I’ve fought some of the strongest heavyweights,” ujar Joshua. Ia kemudian melanjutkan dengan menyebut pengalaman berbagai level lawan. “I’ve fought contenders. I’ve fought champions. I’ve been knocked down. I’ve been knocked out. I stand strong today and I’m ready for the challenge one million per cent.”
Suasana makin terasa ketika seorang pendukung Albania berseru, “You ain’t ready”. Joshua merespons dengan keyakinan yang mengarah pada duel itu sendiri. “We’re going to find out on Saturday and I want to hear your voice shouting. I want that energy in the ring.”
Fury masih jadi topik, tetapi Joshua memilih mengalihkan ke tugasnya
Meski laga Sabtu menjadi fokus utama, pembicaraan tak lepas dari Tyson Fury. Fury diperkirakan akan terbang ke Jeddah dari Thailand pada Jumat setelah menjalani laga pemanasan melawan Mariusz Wach.
Promotor Eddie Hearn menyebut rangkaian babak karier Joshua masih panjang. Menurutnya, akan ada “many, many more chapters to write” dalam perjalanan Joshua, dimulai dari pertemuan yang lama dinantikan dengan Fury. Pertemuan itu disebut mungkin terjadi pada tahun ini.
Joshua, meski menerima perhatian media, memilih untuk tidak membiarkan diskusi melebar. Ia menyatakan dengan nada tegas namun tetap sopan bahwa fokusnya berada di Prenga.
“We don’t want to talk about Tyson Fury,” kata Joshua. “Respectfully, I’ve done all the media I can about what the future holds. Our focus is [Prenga] and his team.”
Setelah itu ia menutup dengan pesan yang mengarahkan seluruh perhatian ke pertandingan. “Let’s focus on the job. Anyone can be there on Saturday. The more tickets sold, the better.”
Dengan persiapan yang ia gambarkan sudah dimulai sejak Januari, Joshua tampak membawa campuran antara tekad, kedisiplinan, dan keterbukaan yang jarang terlihat di pekan sebelumnya. Di sisi lain, Prenga datang dengan keyakinan KO dan rekam jejak yang penuh pukulan menentukan. Semua itu membuat laga comeback di Saudi Arabia pada Sabtu menunggu untuk membuktikan siapa yang lebih siap mengubah momentum menjadi kemenangan.












