Olahraga

Maldini Menyebut Timnas Italia Lebih Dulu Menghubungi Carlo Ancelotti Sebelum Pep Guardiola

×

Maldini Menyebut Timnas Italia Lebih Dulu Menghubungi Carlo Ancelotti Sebelum Pep Guardiola

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Maldini Ungkap Timnas Italia Sempat Dekati Carlo Ancelotti sebelum Guardiola

jurnalistik.co.id – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) masih menyusun rencana untuk menemukan pelatih baru tim nasional setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri pada April lalu. Dalam proses pencarian tersebut, FIGC disebut melakukan pendekatan kepada sejumlah nama besar, termasuk Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola.

Paolo Maldini yang menjabat direktur teknik Italia mengungkapkan urutan langkah FIGC dalam mencari figur pelatih yang akan memimpin timnas. Menurut Maldini, pembicaraan lebih dulu diarahkan kepada Ancelotti sebelum federasi membuka komunikasi dengan Guardiola.

FIGC Mendahulukan Carlo Ancelotti

Maldini menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin menyembunyikan fakta terkait proses komunikasi itu. Ia menegaskan bahwa Ancelotti menjadi sosok pertama yang dihubungi, dan baru setelah itu FIGC melangkah ke nama lain yang juga masuk dalam radar pelatih timnas.

“Kita tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa kita juga berbicara dengan Carlo Ancelotti sebelum berbicara dengan Pep.” Pernyataan tersebut disampaikan Maldini dalam konferensi pers, sekaligus menggambarkan bahwa FIGC memulai pembahasan dengan dua nama elite, namun dengan urutan yang berbeda.

Direktur teknik Italia itu menambahkan alasan dari pilihan langkah awal tersebut. “Terus terang, rasanya tepat untuk memulai dengan mereka yang kita anggap terbaik di dunia,” kata Maldini, menegaskan bahwa pertimbangan utama berada pada kualitas dan reputasi keduanya sebagai pelatih.

Dengan narasi itu, terlihat bahwa FIGC menempatkan Ancelotti lebih dulu dalam rangkaian pendekatan. Kedekatan FIGC dengan nama berprofil tinggi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kontinuitas proyek tim nasional menjelang periode kompetisi berikutnya.

Peluang Ancelotti Tertahan, FIGC Beralih ke Guardiola

Meskipun Ancelotti menjadi kandidat yang lebih dulu dihubungi, Maldini menyampaikan bahwa peluang untuk membawanya kembali tidak terbuka. Faktor yang memengaruhi hal itu datang dari situasi pelatih di level tim nasional lain.

Federasi Sepak Bola Brasil memastikan bahwa Carlo Ancelotti tetap melatih Timnas Brasil. Keputusan tersebut muncul meski Brasil tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, setelah kalah dari Norwegia.

Situasi tersebut membuat FIGC melanjutkan pencarian dengan menimbang opsi lain, termasuk Guardiola. Dalam konteks inilah komunikasi dengan Guardiola disebut menjadi langkah berikutnya setelah urutan pendekatan kepada Ancelotti tidak berbuah.

“Dari sana, kami terus mencari pilihan pelatih baru,” tersirat dalam penggambaran Maldini terkait arah proses yang dijalankan FIGC. Federasi tetap berupaya agar posisi pelatih timnas tidak dibiarkan terlalu lama tanpa kepastian.

Maldini juga menekankan bahwa penentuan pelatih menjadi agenda penting dan diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Meski demikian, ia menyebut prioritas utama tetap satu: menemukan sosok yang paling tepat untuk memimpin Azzurri.

Dengan kondisi Gattuso yang sudah mundur pada April, langkah FIGC menjadi semakin mendesak. Urutan komunikasi yang berbeda antara Ancelotti dan Guardiola memperlihatkan bahwa FIGC tidak hanya mengejar nama besar, tetapi juga menyusun pendekatan secara bertahap berdasarkan peluang yang muncul.

Pada akhirnya, upaya FIGC saat ini berporos pada satu tujuan yang sama: menentukan pelatih baru yang mampu mengarahkan tim nasional Italia. Proses yang sedang berlangsung, termasuk kemungkinan menjajaki Guardiola, menjadi bagian dari strategi federasi untuk segera memulihkan arah kompetitif tim setelah kegagalan-kegagalan yang sebelumnya dialami Italia dalam turnamen besar.

Dalam penjelasannya, Maldini menggambarkan bahwa proses penentuan pelatih tidak berjalan secara mendadak, melainkan melalui tahapan yang jelas. FIGC juga memilih untuk menyampaikan urutan komunikasi itu agar publik memahami bahwa pembahasan dimulai dari nama yang dinilai paling kuat.

Ia menegaskan bahwa prioritas federasi adalah memastikan rencana berjalan realistis, terutama ketika calon terikat komitmen di tempat lain. Ketika peluang untuk kembali mendekati Ancelotti di level tim nasional tidak bisa diwujudkan, arah pencarian kemudian diarahkan pada opsi berikutnya yang masih membuka jalan.

Dengan Gattuso yang sudah mundur sejak April, FIGC disebut semakin membutuhkan kepastian secepatnya. Pencarian pelatih pun tetap dibingkai sebagai upaya menjaga kontinuitas tim nasional, sambil mematangkan pilihan yang dianggap paling sesuai untuk memimpin Azzurri pada fase kompetisi berikutnya.